Ribuan Nelayan Tradisional di Tanjungbalai-Asahan Mengamuk, 4 Pukat Trawl Dibakar


Nontoncinta.com - Ribuan nelayan tradisional kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan mengamuk. Sedikitnya 4 kapal pukat trawl dibakar, Sabtu (10/9).

Dua kapal pertama dibakar di perairan Tanjung Berombang Selat Malaka yakni  pukat tarek II teri KM Bintang Harapan I dan Bintang Harapan II. Berikutnya kapal pukat trawl tanpa nama yang sedang tambat gudang milik AW dan UE di Sungai Asahan tepatnya di Dusun I Rintis, Desa Sei Apung Jaya, Kecamatan Tanjungbalai Asahan juga ikut dibakar.

Informasi diperoleh dari beberapa nelayan yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa hal itu terjadi diduga karena ketidakpuasan para nelayan tradisional terhadap kinerja petugas dalam menindak pukat trawl yang telah meresahkan nelayan tradisional.


Meskipun para petugas telah berupaya melakukan tindakan berupa razia gabungan namun tidak membuahkan hasil dimana setiap dilakukan razia pukat trawl tidak beroperasi.

“Cemano lah pak, macam ecek-ecek pulak para petugas ne. Nelayan bertindak baru sibuk,” ujar salah seorang nelayan.

Nelayan lainnya, Anto mengatakan, hal ini bisa terjadi akibat kekecewaan para nelayan yang melihat petugas yang terkesan lamban menangani persoalan pukat trawl di perairan selat Malaka khusus di perairan Asahan yang sudah lama menjadi persoalan sehingga menimbulkan gejolak

“Hal ini karena kekecewaan para nelayan melihat petugas yang terkesan lamban menangani persoalan pukat trawl yang seakan akan adanya konspirasi antara pengusaha. dan petugas. Nelayan menilai janji 7 x 24 Pemerintah Kabupaten Asahan, Polres Asahan dan instansi terkait lainnya atas penertiban kapal pukat trawl dan pukat tarik tidak berjalan,” ungkap Anto

Terpisah Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK mengatakan bahwa dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Berdasarkan keterangan  para nelayan sebelum pembakaran 2 kapal pukat trawl pertama di perairan Tanjung Api sekitar pukul 12.00 WIB, nelayan yang berada di dalam kapal trawl tersebut terlebih dahulu di evakuasi para nelayan lalu pukat trawl tersebut dibakar.



Selanjutnya sekitar pukul 15.30 wib, 2 kapal pukat trawl lain dibakar saat bertambat di perairan Sei Asahan di daerah Sei Apung Jaya Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan.

Tatan  menjelaskan pihaknya telah  menghimbau para nelayan tradisional untuk tidak berbuat anarkis. “Kita telah menghimbau masyarakat untuk  menjaga kekondusifan dan besok kita telah sepakat untuk mengadakan pertemuan di Mapolres Asahan dengan melibatkan unsur unsur terkait untuk menanggapi keluhan para masyarakat nelayan,” tukasnya.


Pantauan wartawan dalam kejadian ini ratusan petugas gabungan TNI polri dikerahkan untuk menjaga keamanan di sekitar perairan Tanjungbalai Asahan. Sekitar pukul 20.30 WIB, para masa nelayan tradisional membubarkan diri setelah di himbau petugas keamanan.

Seperti diketahui pada Senin (29/8) ribuan nelayan melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Asahan menuntut Pemkab Asahan dan.Polres Asahan untuk menertibkan kapal pukat trawl dan pukat tarik.


Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Dirpol Air Poldasu Kombes Pol Sjamsul Badhar, Asisten I Bupati Asahan Taufik ZA, Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja dan Pihak Diskanla Provinsi Sumut, Diskanla Sumut dengan nelayan, disepakati bahwa dalam waktu 7 x 24 jam aktivitas petugas akan menertibkan aktivitas kapal pukat trawl

 Zonabioskop.com hadir dengan Nonton Bioskop Online SUBTITLE Indonesia dan juga Download Secara Gratis yukkk Langsung saja klik 2x

BERITA CINTA |  FILM CINTA |  ZODIAK CINTA | CERITA CINTA | DUNIA CINTA |CINTA ROMANTIS | FILM ROMANTIS  di www.nontoncinta.com
Labels: Berita Terkini, Slider

Thanks for reading Ribuan Nelayan Tradisional di Tanjungbalai-Asahan Mengamuk, 4 Pukat Trawl Dibakar. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top