728x90 AdSpace


Latest News
Senin, 21 November 2016

Nasib Malang Gadis Penjual Tuak: Mau Lapor Polisi, Malah Diperkosa!


BERITA TERBARU  - Di tengah kesempitan, ada kesempatan! Begitulah seorang pria penyabu mengambil celah melampiaskan birahi. Korbannya adalah gadis belia yang semula dia bonceng untuk membuat laporan ke Polsek Pancurbatu. Alamaaak. Pendek kata, situasi yang dialami A boru S, anak gadis pemilik lapo tuak di Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, benar-benar dimanfaatkan sebagai kesempatan oleh D Ginting, pemuda setempat yang diketahui gemar nyabu. Di bawah tekanan fisik dan ancaman bunuh, gadis 19 tahun itu tak kuasa menolak ketika tubuhnya dijilati dan akhirnya diperkosa.

Informasi diperoleh kru koran ini, petaka tersebut dialami A boru S pada Minggu (30/10) sekira jam 20.00 WIB. Ketika itu, korban dan ibunya, M boru Marbun hendak membuat laporan pengaduan ke polisi atas kerusuhan yang terjadi di lapo tuaknya. Ceritanya bermula sekira jam 19.00 Wib, korban dan ibunya sedang menjaga lapo tuak mereka.

 Tak lama berselang, seorang penderes tuak bernama N Nadeak datang. Dan, kedatangan Nadeak ternyata membuat suasana lapo menjadi kisruh. Sejumlah peminum tuak di lapor tersebut menuding Nadeak kerap mengantar tuak yang tak enak. Nadeak pun akhirnya dipukuli sejumlah parmitu hingga sekujur tubuhnya memar-memar. Tak terima warung tuaknya dijadikan tempat berkelahi, M boru Marbun mendatangi Pos Polisi Polsek Delitua di Simpang Selayang. Karena pos polisi tersebut tidak menerima laporan pengaduan, Boru Marbun diarahkan mendatangi Polsek Delitua.

 Tanpa buang waktu, Boru Marbun kembali ke lapo tuaknya dan mengajak anak gadisnya untuk menemani ke Markas Polsek Delitua. D Ginting yang berada di lapo tuak mendengar rencana tersebut. Nah, di sinilah pemuda 27 tahun tersebut mengambil kesempatan. Dia langsung nimbrung dengan mengatakan Markas Polsek Delitua terlalu jauh. Kepada M boru Marbun, dia pun menyarankan agar membuat pengaduan ke Polsek Pancur Batu saja. Bermodalkan Kawasaki Ninja warna kuning D Ginting selanjutnya menawarkan jasa mengantar Boru Marbun dan anak gadisnya ke Polsek Pancur Batu. Singkatnya, mereka pun berangkat bonceng tiga. Setibanya di Polsek Pancur Batu, M Boru Marbun diarahkan menemui petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) guna membuat laporan. Sementara, D Ginting mengajak korban minum di salah satu warung kopi, tak jauh dari Polsek Pancur Batu

. Belum lagi minuman habis ditenggak oleh korban, D Ginting mengajaknya menjemput Nadeak, yang masih berada di lapo tuak milik korban. Pelaku berdalih, penderes tuak yang sebelumnya menjadi korban penganiayaan itu wajib dihadirkan ke kantor polisi untuk bersaksi. Tak curiga niat jahat pelaku, korban akhirnya menuruti. Nyatanya, korban bukan dibawa ke lapo tuaknya, melainkan ke kawasan Pasar Induk Lau Cih. Di tempat yang teramat sunyi di malam hari itu pelaku memaksa korban memasuki sebuah pondok.

 Dengan cekatan, pelaku kemudian mencekik leher korban. Dalam kondisi separuh napas, korban berupaya minta ampun. Pelaku pun melepaskan cekikannya, namun dengan wajah garang dia pun mengancam,”Kau diam saja! Kalau kau teriak, kubunuh kau dan ibumu.” Takut dibunuh, anak keempat dari lima bersaudara ini cuma bisa pasrah ketika baju kaos merahnya disingkap dan dilepaskan oleh pelaku. Begitu juga saat celana jeans ponggolnya dipeloroti. Sembari terengah-engah, pelaku menciumi dan menjilati leher korban serta bagian-bagian sensitif lainnya. Selanjutnya, sembari terus beraksi pelaku melepaskan satu persatu pakaian dalam korban. Dalam keadaan bugil, korban kemudian diperintahkan telentang di lantai papan pondok yang gelap itu. Secara bersamaan, pelaku pun melepas pakaian dan celana untuk kemudian “melumat”

habis tubuh korban yang sudah terbuka tanpa balutan sehelai benang pun. Korban berupaya meronta. Namun, pelaku kembali mengancam akan membunuh dan bahkan anak membuang mayat korban ke jurang. Dalam kondisi ketakutan, korban kembali pasrah hingga kehormatanya direnggut. Usai mencapai klimaks, pelaku menyuruh korban berpakaian. Seiring itu, ia pun bersiap-siap mengantarkan korban ke Simpang Slayang. Di perjalanan, pelaku kembali mengancam korban agar tidak menceritakan perbuatannya kepada siapaun. Namun,

korban yang tidak terima menjadi korban perkosaan, melaporkan apa yang dialaminya kepada abangnya. Atas saran dari keluarga, korban akhirnya membuat laporan ke Polsek Delitua. “Pelaku pemerkosa adik saya itu sudah sering keluar masuk penjara. Yang saya tahu pelaku pernah masuk dalam kasus pencurian, pencabulan dan narkoba. Pelaku memang sering memakai sabu,” sebut JS, abang korban. Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan mengakui pihaknya menerima laporan pengaduan korban. Untuk itu, dia mengatakan segera menjalankan proses hukum. (tepu)


 Zonabioskop.com hadir dengan Nonton Bioskop Online SUBTITLE Indonesia dan juga Download Secara Gratis yukkk Langsung saja klik 2x

BERITA CINTA |  FILM CINTA |  ZODIAK CINTA | CERITA CINTA | DUNIA CINTA |CINTA ROMANTIS | FILM ROMANTIS  di www.nontoncinta.com
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Nasib Malang Gadis Penjual Tuak: Mau Lapor Polisi, Malah Diperkosa! Rating: 5 Reviewed By: Nonton cinta