Mengapa Tahun Baru Dirayakan pada 1 Januari? Ini Sejarahnya


BERITA SEJARAH - Menurut Live Science, tahun baru sebenarnya tidak selalu jatuh pada 1 Januari. Hal itu masih berlaku hingga saat ini di kebudayaan tertentu.

Pada awalnya, Mesopotamia kuno merayakan festival 12 hari untuk Tahun Baru Assyria pada vernal equinox, sementara orang-orang Yunani berpesta di sekitar titik balik matahari musim dingin, pada 20 Desember. Menurut sebuah artikel 1940 di jurnal Proceedings of the American Philosophical Society, sejarawan Romawi, Censorius, melaporkan bahwa orang Mesir merayakan lap lain di sekitar matahari pada 20 Juli. Selama era Romawi, Maret menandai awal kalender. Kemudian pada 46 SM,

 Julius Caesar menciptakan kalender Julian, yang mengatur tahun baru jatuh pada 1 Januari. Namun, Julius Caesar diketahui tidak bisa memberikan standardisasi hari. Perayaan awal tahun terus melayang bolak-balik dalam kalender, bahkan mendarat pada Hari Natal di beberapa titik, sampai Paus Gregorius XIII mengerjakan kalender Gregorian pada 1582

. Kalender Gregorian adalah upaya agar kalender berhenti membuat bingung sehubungan dengan musim. Karena kalender Julian memiliki lompatan ekstra untuk beberapa tahun dari yang diperlukan, begitu pada 1500-an, hari pertama musim semi datang 10 hari sebelumnya. Meskipun pemilihan tahun baru pada dasarnya sewenang-wenang dari perspektif planet, ada satu peristiwa astronomi yang mencatat bahwa tahun baru memang terjadi sekitar waktu ini. Sebab, bumi berada paling dekat dengan matahari pada awal Januari, titik yang dikenal sebagai perihelion.

Saat ini, 1 Januari hampir secara universal diakui sebagai awal tahun, meskipun ada beberapa negara seperti Afghanistan, Ethiopia, Iran, Nepal, dan Arab Saudi yang bergantung pada konvensi penanggalan mereka sendiri. Beberapa agama juga merayakan tahun baru dengan waktu yang berbeda. Misalnya, kalender Yahudi adalah lunar dan festival tahun baru mereka

, Rosh Hashanah, biasanya dirayakan antara September dan Oktober. Kalender Islam yang juga lunar, waktu tahun barunya berbeda dengan tanggal masehi secara signifikan. Misalnya, pada 2008, Tahun Baru Islam dirayakan pada 29 Desember, sementara itu Tahun Baru Islam pada 2017 akan datang pada 22 September. Begitu juga dengan kalender China yang juga lunar meski tahun baru mereka biasanya jatuh antara 21 Januari dan 20 Februari.
(kem)

SEJARAH DAN CARA MERAYAKAN DI MASA LAMPAU

Kebanyakan orang di masa silam memulai tahun yang baru pada hari panen.
Mereka melakukan kebiasaan-kebiasaan untuk meninggalkan masa lalu dan memurnikan dirinya untuk tahun yang baru.
Orang Persia kuno mempersembahkan hadiah telur untuk Tahun Baru, sebagai lambang dari produktivitas.
Orang Romawi kuno saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci.
Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan.
Bulan Januari mendapat nama dari dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang).

Orang-orang Romawi mempersembahkan hadiah kepada kaisar.
Para kaisar lambat-laun mewajibkan hadiah-hadiah seperti itu.
Para pendeta Keltik memberikan potongan dahan mistletoe, yang dianggap suci, kepada umat mereka.
Orang-orang Keltik mengambil banyak kebiasaan tahun baru orang-orang Romawi, yang menduduki kepulauan Inggris pada tahun 43 Masehi.

Pada tahun 457 Masehi gereja Kristen melarang kebiasaan ini, bersama kebiasaan tahun baru lain yang dianggapnya merupakan kebiasaan kafir.
Pada tahun 1200-an pemimpin-pemimpin Inggris mengikuti kebiasaan Romawi yang mewajibkan rakyat mereka memberikan hadiah tahun baru.
Para suami di Inggris memberi uang kepada para istri mereka untuk membeli bros sederhana (pin).
Kebiasaan ini hilang pada tahun 1800-an, namun istilah pin money, yang berarti sedikit uang jajan, tetap digunakan.
Banyak orang-orang koloni di New England, Amerika, yang merayakan tahun baru dengan menembakkan senapan ke udara dan teriak, sementara yang lain mengikuti perayaan di gereja atau pesta terbuka.

PERAYAAN MODERN

Sekalipun tahun baru juga merupakan hari suci Kristiani, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Amerika.
Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak orang berkumpul.
Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang menerikkan "Selamat Tahun Baru" dan menyanyikan Auld Lang Syne.

Pada tanggal 1 Januari orang-orang Amerika mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman atau nonton televisi: Parade Bunga Tournament of Roses sebelum lomba futbol Amerika Rose Bowl dilangsungkan di Kalifornia; atau Orange Bowl di Florida; Cotton Bowl di Texas; atau Sugar Bowl di Lousiana.
____________________________________________________

Perayaan Tahun Baru

Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi maupun orang Kafir yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September.
Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari.

Orang Kristen ikut merayakan Tahun Baru tersebut dan mereka mengadakan puasa khusus serta ekaristi berdasarkan keputusan Konsili Tours pada tahun 567.
Pada mulanya setiap negeri mempunyai perayaan Tahun Baru yang berbeda-beda.
Di Inggris dirayakan pada tanggal 25 Maret.
Di Jerman dirayakan pada hari Natal sedangkan di Perancis dirayakan pada Hari paskah.

Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut.

BERITA TERBARU DAN TERKINI  BERITA CINTA |  FILM CINTA |  ZODIAK CINTA | CERITA CINTA | DUNIA CINTA | CINTA ROMANTIS | FILM ROMANTIS  di www.nontoncinta.com

Labels: Sejarah, Slider

Thanks for reading Mengapa Tahun Baru Dirayakan pada 1 Januari? Ini Sejarahnya. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top