Korban Cabul Sopir Angkot Diusir dari Sekolah, Kepsek SMA Kampus Nommensen Tak Manusiawi


BERITA TERKINI - Masih sanggup ya sekolah di sini ya. Pulanglah kau, gak usah sekolah di sini. Gitu lah kata guru BP saat itu, Bang. Kami aja gak mau ngejek dia, Bang,” kata beberapa teman F. Sudah jatuh, ketimpa tangga pula. Itulah yang dialami F (15) Siswi SMA Kampus Nommensen yang sempat dilarikan dan dicabuli sopir angkot CV Ria Jaya selama sepekan lalu. Bukannya dibina dan diberi pencerahan, pihak sekolah malah mengusirnya. Padahal F masih sangat ingin bersekolah untuk mencapai cita-citanya.

 Tiurma boru Nainggolan kepada Siantar 24 Jam, Jumat (3/3) jam 11.40 wib, mengatakan Rabu (1/3) kemarin, F didampingi orangtuanya Tiurma boru Nainggolan berangkat ke sekolah SMA Kampus Nommensen untuk kembali bersekolah. Namun sampai di sekolah, F malah diusir oleh Bimbingan dan Penyuluhan (BP), bernama T boru Siahaan. Alasannya, kepala sekolah merasa keberatan karena F sudah membuat aib di sekolah tersebut. “Kemarin kami sama anakku ke sekolah. Tapi kepala sekolahnya tidak mengasih anakku ini sekolah di situ, lantaran kepala sekolahnya malu. Disuruhnya anakku pindah dari sekolah itu,” ucapnya.

Tiurma mengakui, anaknya masih dalam keadaan trauma setiap malam. Menangis sendiri, ngomong-ngomong sendiri dan kebanyakan diam. “Masa anakku sudah begini, makin dihancurkan lagi. Anakku ini masih ada masa depannya. Kok tega kali kepala sekolahnya,” katanya, sambil meneteskan air mata. Begitupun Tiurma berharap, anaknya masih dapat diterima di sekolah tersebut, karena anaknya sebetulnya adalah korban.

Di tempat yang sama, Ramot Saragih didampingi Miduk Panjaitan selaku pengacara F menyebut, tindakan Kepala SMA Kampus Nommensen, S Simarmata sangat tak manusiawi. “Pernyataan kepala sekolah yang mengatakan F tidak boleh sekolah lagi, berarti kepala sekolah itu sudah tidak manusiawi dan sangat tidak mendidik. Kepala sekolahnya ini sama sekali tidak pernah menjenguk F, mencarinya saat hilang pun tak ada. Sedangkan kita masyarakat aja peduli sama F. Berarti kan kepala sekolah ini kita duga ikut membantu pelaku,” terangnya. Ramot lebih jauh menyebut, jika pihak sekolah bersikeras F ditolak, pihaknya akan menempuh upaya hukum dan memperjuangkan hak-hak F.

“Kalau sempat F ini tidak masuk ke sekolah itu, kami tetap melakukan upaya hukum untuk memperjuangkan haknya,” tukasnya. Sementara, F saat ditanyai di tempat yang sama mengatakan masih ingin bersekolah agar mencapai cita-citanya. “Tega kali kepala sekolahku itu samaku, Bang. Masa depanku masih ada Bang. Aku masih ingin belajar tapi aku disuruh pindah dari sekolah itu,” ucapnya seraya meneteskan air mata. Terpisah, Kepala SMA Kampus Nommensen, S Simarmata didampingi dua wakil kepala sekolah, R Simarmata dan B Hutasoit saat dikonfirmasi ke sekolah tersebut di Jalan Sang Naualuh no 4, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, terkait alasan pengusiran dan penolakan FHG mengatakan, nama baik sekolahnya sudah tercemar sejak pemberitaan di koran dan media online. Simarmata berdalih, pihak sekolah tak ada memecat F tetapi menyarankan agar pindah sekolah.

“Kami tak ada memecat. Kami menyarankan agar F pindah dari sekolah ini. Karena ini menjaga nama baik sekolah. Apalagi ini mau perekrutan siswa baru, mana ada nanti yang masuk sekolah kami ini,” ucap Simarmata. Pada kesempatan itu disinggung soal seorang siswi SMAN 2 yang diperkosa delapan orang tetapi pihak sekolah tak ada memberikan sanksi apalagi menolak korban. Kenapa justru hal berbeda dilakukan SMA Kampus Nommensen, dengan enteng Simarmata menjawab,

“Itu kan SMA negeri. Siapa aja boleh masuk ke-situ. Kami kan sekolah swasta apalagi ini mau penerimaan siswa baru, mana ada siswa yang mau masuk ke sini,” ucap Simarmata. Sementara, teman-teman F saat dimintai komentar juga menyayangkan sikap guru BP yang mengusir F dari sekolah, saat hendak masuk pada Rabu (1/3) kemarin. “Masih sanggup yah sekolah di sini yah. Pulang lah kau, gak usah sekolah di sini. Gitu lah kata guru BP saat itu, Bang. Kami aja gak mau ngejek dia, Bang,”

 kata beberapa teman F. Sebelumnya diberitakan, F sempat dilarikan sopir angkot CV Ria Jaya selama satu minggu. Dia mengakui sudah dua kali dicabuli sopir angkot bernama Dedi Manalu di Penginapan Pulo Kumba, Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba. Setelah dilakukan pencarian, F akhirnya ditemukan Minggu (26/2) di simpang Pulo Kumba tempatnya di warung miso. Setelah itu, orang tuanya langsung membawa korban ke Polres Siantar untuk membuat laporan. Kemudian, Selasa (28/2) lalu, Dedi Manalu yang sempat kabur, akhirnya ditangkap Polres Siantar di Penginapan Pulo Kumba. (zeg)

Sumber: http://news.metro24jam.com/read/2017/03/04/17001/korban-cabul-sopir-angkot-diusir-dari-sekolah-kepsek-sma-kampus-nommensen-tak-manusiawi

Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak

Labels: Berita Terkini, Slider

Thanks for reading Korban Cabul Sopir Angkot Diusir dari Sekolah, Kepsek SMA Kampus Nommensen Tak Manusiawi. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top