728x90 AdSpace


Latest News
Jumat, 07 April 2017

Mengharukan! Aku Melahirkanmu Bukan Karena Ingin Ada yang Merawatku Di Hari Tuaku… Wajib Share keteman kamu


Cerita Mengharukan - Nak, mari kuberitahu mengenai makna "berbakti." Dalam Bahasa mandarin, kita sebut berbakti adalah Xiao Shun.
Bila [Xiao] berarti menghormati orang tua dan [Shun] adalah mengikuti atau menuruti kehendak orang tua.
Maka apakah berarti anak haruslah mengikuti apa pun yang dikehendaki orang tuanya? Nah kalua begitu, bagaimana dengan anak dari pembunuh, pembohong?
Apakah semua kehendak orang tua selalu benar?

Aku melahirkanmu bukan untuk membanggakan diri di hadapan para leluhur, melainkan karena kamu pantas datang dan mencicipi dunia ini.

Kalau kukatakan, karena aku telah melahirkanmu dan membesarkanmu, maka kamu harus membalas budimu dengan berbakti padaku, apakah ini masuk akal? Tentu saja tidak!
Aku dan ayahmu ingin memiliki anak, berharap supaya ada kehidupan baru yang datang dalam hidup kami, karena kami merasa kamu layak untuk datang dan mencicipi dunia ini. Bukan karena tuntutan budaya, menganggapmu sebagai piala  yang dibangga-banggakan di hadapan para leluhur, dan bukan juga melahirkanmu dengan tujuan supaya nantinya ada yang bisa menjaga dan merawat kami di masa tua!

Tanpa persetujuanmu, kulahirkanmu ke dunia ini. Sebelum kamu punya kemampuan untuk menghidupi dirimu sendiri, aku harus rela mengorbankan sesuatu untuk bisa menghidupimu, bukankah ini hal yang sepantasnya dan seharusnya kulakukan? Lantas apakah ini akan menjadi alasanku untuk memaksamu berbakti padaku?

Aku tidak ingin menceramahimu, juga tidak ingin menasihatimu untuk berbakti.

Cinta anak terhadap orang tuanya adalah bawaan dari kecil, maka siapakah yang merusak sikap bawaan ini?
Tak lain adalah orang tua itu sendiri…
Orang tua yang tak henti-henti berulang kali mengingatkan anaknya untuk harus berbakti, biasanya karena tidak percaya diri, atau mungkin ia tidak percaya terhadap anaknya sendiri, sehingga selalu membawa-bawa hal ini.


"Semua yang orang tua lakukan ini demi kebaikanmu." Betapa besarnya pengaruh dari kata-kata simple ini.

Kalau aku tidak peduli dengan pemikiranmu dan memaksakan kehendakku dengan alasan "semua ini demi kebaikanmu," kelak kamu harus berbakti kepadaku, apakah kamu tidak merasa lucu mendengarnya?
"Semua ini demi kebaikanmu," kata-kata ini pengaruhnya sangat besar yang pasti akan membuatmu sampai kehabisan kata-kata. Entah sebenarnya mana yang lebih baik, apakah langsung mengikuti semua yang sudah diaturkan sedemukian rupa oleh orang tua? Atau mengikuti kata hati diri sendiri?

Walaupun pasti ada resikonya, tapi aku tetap akan memberimu ruang untuk mengikuti kata hatimu sendiri.

Aku akan memilih pilihan kedua bagimu, ikutilah kata hatimu. Tapi pasti ada resikonya, seandainya aku jelas-jelas tahu bahwa ada lubang di depan sana, tapi kamu tetap melompat masuk…lantas apa yang harus aku lakukan?



Aku akan menasihatimu untuk jangan melakukannya, berusaha mencegahmu dengan menjelaskan alasannya padamu. Tapi seandainya kamu tetap memilih untuk tetap maju, ya sudahlah, aku hanya bisa berkata : "Nak, seberapa banyak yang orang tua katakan, tak akan lebih bisa kau mengerti bila kamu tidak merasakannya sendiri, selama hal itu tidak melanggar hukum, kamu bebas untuk mencobanya."

Bila kamu terluka dalam perjalananmu, maka pintu rumah selalu terbuka untukmu, pulanglah kembali sewaktu-waktu.

Sayangku, di saat kamu terluka dan tak berdaya, ingatlah kamu masih punya ayah ibu. Pintu rumah selalu terbuka lebar-lebar untukmu, kembalilah mencari kehangatan disini, kami adalah penyemangat dan tempat bernaungmu.

Walaupun kamu tidak nurut, aku juga tidak akan memakimu, berkata kasar padamu, atau bahkan memutuskan hubungan orangtua-anak..

Karena kamu bisa bertanggung jawab atas tindakanmu sendiri, maka kamu akan membayar harga yang seharusnya di saat kamu tahu bahwa keputusanmu itu salah, di saat bersamaan juga seperti mendapatkan suatu pelajaran yang berharga dalam kehidupanmu. Kami tetap akan menunggu kepulanganmu dengan senyuman yang hangat, tidak akan mentertawakanmu, tidak akan menyalahkanmu atas keputusan yang salah, kami akan bersikap seperti biasanya.

Aku tidak menasihatimu untuk berbakti bukan karena aku tidak sayang padamu, justru sebaliknya, karena aku tidak ingin mengikatmu dengan tuntutan berbakti.

Kamu perlu mengalami kehidupanmu sendiri yang penuh berwarna, apa hakku untuk mencegatinya?
Kalau ada orang yang membesarkan anak hanya untuk merawatnya di masa tuanya, maka mohon maaf, anak yang hidup dalam kondisi keluarga yang seperti ini biasanya malah "tidak berbakti", karena tujuan dari orang tuanya sangat jelas, terlihat bahwa mereka sama sekali tidak punya persiapan yang cukup untuk menjadi orang tua yang baik.



Bukan hal yang mudah untuk melahirkan dan membesarkanmu.

"Ibu melahirkanmu, begitu menyayangimu, kamu seharusnya berbakti padaku dong!" loh memangnya anak dilahirkan dan disayang itu salahnya si anak?

"Aku hidup susah setiap hari hanya untuk membesarkanmu! Kamu harus berbakti padaku!" Ohh, jadi kalau kondisi ekonomi pas-pas an sehingga kesusahan membesarkan anak, itu juga salah si anak?

Bahkan kalau pun setelah aku menulis sekian panjangnya dan kamu tetap tidak berbakti padaku, itu juga bukan salahmu nak. Justru orang tua harus introspeksi diri, mengapa anaknya tidak berbakti. Karena setiap anak memang seharusnya punya hati yang berbakti pada orang tuanya, tanpa harus diajari.

Orang tua bukanlah segalanya, kamu harus tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.

Setelah kamu punya anak nanti, kuharap kamu bisa membesarkan anakmu dengan cara yang sama. Aku pasti akan membantumu bila kamu membutuhkan bantuan, dan memang aku punya waktu lebih.

Aku berharap kelak, setelah aku bertambah tua, aku tidak perlu mengkhawatirkanmu lagi. Aku bisa kumpul bersama teman-temanku, jalan-jalan, dan bukanlah setiap hari isinya memikirkan anakku sudah makan belum ya? Kemaren malam tidur jam berapa? Kapan ya dia akan menikah? Kamu sudah menjadi pribadi yang dewasa, kalau hal-hal seperti ini harus kuingatkan, maka mungkin didikanku gagal!

Aku sangat berterimakasih bila kamu mau merawatku, tapi bila tidak pun juga bukan masalah bagiku.

Di saat aku hanya bisa terbaring di ranjang, tidak bisa melakukan apa-apa, aku akan sangat berterimakasih bila kamu mau membantuku, merawatku. Tapi kalau kamu tidak bisa menjagaku, karena alasan tertentu, ya sudah tidak apa-apa. Maka aku akan menyiapkan tabungan yang cukup untuk menghidupiku di hari-hari tuaku.

Bagaimanapun juga, kamu adalah hasil karyaku yang terindah, juga sahabat terbaikku.


Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Mengharukan! Aku Melahirkanmu Bukan Karena Ingin Ada yang Merawatku Di Hari Tuaku… Wajib Share keteman kamu Rating: 5 Reviewed By: Nonton cinta