Usia 15 Tahun, Dia Adalah Pelacur Jepang, 22 Tahun Jadi "Istri Presiden Indonesia", 53 Tahun Membuat "Fotografi Telanjang", Namun di Masa Tuanya…


BERITA Sejarah- Dia lahir dari keluarga miskin, sampai di usia 15 tahun ia harus menjadi seorang geisha anggun, di usianya yang masih 19 tahun, dia menjadi istri presiden Indonesia, bahkan sampai di usianya yang sudah melewati setengah abad, dia masih melakukan pemotretan telanjang dan menari pole dancing.

Dia pernah masuk penjara karena memukul orang, namun dia juga adalah tamu terkenal diantara para politisi. Sepanjang hidupnya, dia sangat suka kebebasan, selain keluarga, dia juga tidak pernah tunduk pada orang lain.

Dialah Ratna Sari Dewi Soekarno, istri kelima dari presiden Soekarno. Dia juga merupakan seorang wanita legendaris Jepang.


Ibu Dewi lahir di Jepang tahun 1940 dengan nama asli Naoko Nemoto di dalam keluarga yang kekurangan. Seluruh keluarganya hanya bergantung dari ayahnya yang bekerja sebagai tukang kayu. Seringkali keluarganya kekurangan makan dan hidup sulit.

Walaupun besar di keluarga yang susah, namun Ibu Dewi tumbuh sebagai gadis yang cantik dan anggun. Di usianya yang baru 15 tahun, dia memiliki kesempatan untuk bermain dalam sebuah film populer. Walau hanya sebagai figuran, namun film ini mendapat sambutan yang sangat baik, hal ini membuat dirinya yang polos mengira bahwa ia akan sangat cepat berhasil.

Untuk mengurangi beban keluarganya, ia memberikan kesempatan sekolah untuk adik laki-lakinya, sedangkan dia berjuang di dalam dunia hiburan dan menikah dengan seorang kaya untuk mengubah nasib keluarganya.

Namun, bagi seorang pendatang baru seperti dirinya, ingin menjadi ternama bukanlah hal yang mudah, ditambah lagi sebelum dia mendapat kesempatan bermain film lagi, ayahnya meninggal dunia, sehingga satu-satunya harapan keluarga hancur begitu saja.

Demi membayar uang sekolah adiknya dan membiayai keluarganya, akhirnya dia yang tidak berdaya pergi ke hotel di Tokyo untuk menjadi geisha. Siapa sangka adiknya tidak mengerti pengorbanannya ini dan memilih untuk bunuh diri saat belajar di universitas.

Meninggalnya adik Dewi merupakan cobaan yang sangat besar baginya, ia kehilangan harapan dan keinginan hidup. Awalnya ia mengira akan menjalani sisa hidup ini dengan putus harapan, namun di usianya yang ke-19, dia bertemu dengan penyelamat hidupnya.

Tahun itu, Soekarno datang ke Jepang dan bertemu dengan Dewi. Keanggunannya ternyata membuat Soekarno langsung jatuh hati padanya, sedangkan ibu Dewi juga jatuh cinta pada presiden Soekarno pada pandangan pertama. Akhirnya, presiden Soekarno mengundangnya ke Jakarta setelah ia pulang ke Indonesia dan kisah keduanya dimulai.

Di tahun 1962, Soekarno yang berusia 59 tahun menikah dengan Dewi yang baru berusia 22 tahun. Di mata Soekarno, Dewi adalah seorang gadis yang sempurna dan menawan. Saat itulah dia baru memberikiannya nama Ratna Sari Dewi Soekarno.

Akhirnya Dewi sah menjadi istri kelima presiden Soekarno. Ia sering mengikuti berbagai acara kenegaraan dan membantu Soekarno melakukan banyak hal.

Soekarno tahu akan perasaan bersalah Dewi akan meninggalnya sang adik, karena itulah ia membangun sebuah istana mewah untuknya dengan nama adiknya untuk memperingati adiknya.

Soekarno bahkan sempat menuliskan surat cinta yang sangat romantis untuk Dewi.

"Kalau aku mati, kuburlah aku di bawah pohon yang rindang. Aku mempunyai istri yang aku cintai dengan segenap jiwaku. Namanya Ratna Sari Dewi. Kalau ia meninggal kuburlah ia dalam kuburku. Aku menghendaki ia selalu bersama aku."

Namun tidak lama kebahagiaan ini berlangsung,

Tahun 1967 lalu, politik Indonesia mengalami perubahan besar, Soekarno harus menyerahkan pemerintahan Indonesia ke tangan Soeharto. Dewi yang tengah hamil akhirnya berpindah ke luar negeri.

Untungnya Soekarno sudah membuat perencanaan bagi ibu dan anak ini, sehingga mereka bisa hidup layak di luar sana. Dewi membesarkan anaknya di Perancis, namun tidak pernah menyerah untuk menyelamatkan suaminya, Soekarno.

Siapa sangka di dalam sakitnya, Soekarno selalu memanggil nama Dewi. Sampai akhirnya Dewi menuliskan surat untuk Soekarno dengan bentuk penyamaran sebagai surat cerai.

Siapa sangka, Soekarno malah mengira surat ini serius, malah memperburuk penyakitnya dan akhirnya meninggal 4 hari kemudian. Dewi sangat terpukul mendengar kepergian suaminya, akhirnya dia hanya bisa membesarkan anaknya seorang diri di Perancis.

Selama waktu itu, banyak lelaki yang ingin mengejarnya, namun Dewi tidak bersedia untuk menikah lagi. Malah, Dewi semakin giat dalam aksi amalnya.

Melihat kenyataan yang begitu menyakitkan, Dewi di usia paruh bayanya malah mengubah kehidupannya, dia menghina dan memukul anaknya sendiri agar dipenjara selama lebih dari satu bulan, dia bahkan sempat memuji kalau makanan di penjara sangatlah enak.

Demi memberikan anaknya kehidupan yang lebih baik, ia akhirnya mencari pekerjaan dan kembali ke dunia hiburan. Di tahun 1993, Dewi yang sudah berusia 53 tahun membuat buku fotografi pertamanya dengan telanjang dan menuai banyak kritikan.

"Bagi orang lain ini mungkin pornografi, tapi bagiku ini adalah seni, aku tidak peduli bagaimana orang lain mengkritik." Inilah Dewi, yang selalu hidup dalam kebebasannya.

Dia banyak muncul di layar kaca Jepang, serta mengkritik banyak budaya dunia hiburan di Jepang. Dia bahkan pernah mengatakan, "Aku memang terlalu blak-blakan, cuman dengan satu mulut ini, bisa menakutkan banyak orang."

Namun Dewi belum berhenti sampai disitu, di usianya yang sudah 76 tahun, ia masih muncul di acara fashion show, bahkan masih di atas panggung melepaskan rok panjangnya menjadi baju super seksi. Karena itulah dia dipuji banyak orang atas perawatan tubuhnya yang masih begitu baik sampai di masa tuanya.

"Hidup ini harus sepenuh hati, jangan sampai ada penyesalan!"

Dewi sangat berani untuk melakukan banyak hal baru dan tantangan baru, tidak ada hal yang tidak berani dia coba.

Walaupun sudah berusia lanjut, namun semangatnya tidak kalah dari anak muda, dia bahkan masih melakukan pole dancing dengan sangat baik!

"Hidup ini aku melalui sangat banyak, menderita sangat banyak, tapi aku yakin asalkan aku tidak menyerah, aku pasti bisa terus maju. Hidup ini selalu seperti ini, kamu tidak bisa memuaskan semua orang, asalkan kamu hidup dengan baik dan puas akan dirimu itu sudah cukup!"

Mungkin benar, tidak sombong dan tidak berpura-pura, itulah hidup yang sebenarnya!


Sumber : look forward



Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
Labels: Berita Terkini, Sejarah, Slider

Thanks for reading Usia 15 Tahun, Dia Adalah Pelacur Jepang, 22 Tahun Jadi "Istri Presiden Indonesia", 53 Tahun Membuat "Fotografi Telanjang", Namun di Masa Tuanya… . Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top