Adilkah Jika Pembakar 10 Vihara Kelenteng Divonis 2 Bulan dan Ahok Salah Ngomong Divonis 2 Tahun


BERITA TERKINI -   Sebelum saya memulai menulis, terlebih dahulu saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak bagi sahabat yang merayakannya, “Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta”.

Kawan-kwan pasti ingat dengan kejadian mencekam yang terjadi di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara tahun yang lalu. Kala itu tepat pada hari Jumat (29/72016) menjelang tengah malam terjadi pembakaran rumah ibadah umat Budha di sana, tak tanggung-tanggung, vihara dan kelenteng yang dibakar mencapai 10 unit.



Sekedar untuk mereview kembali ingatan kita. Berikut daftar rumah ibadah dan panti sosial yang menjadi korban amuk warga di Kota Tanjungbalai.

Daftar rumah ibadah dan panti sosial yang menjadi korban amuk warga :

Vihara Tri Ratna di Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.
Vihara Avalokitesvara di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.
Kelenteng Dewi Samudra di Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.
Kelenteng Ong Ya Kong di Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.
Kelenteng Tua Pek Kong di Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.
Kelenteng Tiau Hau Biao di Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.
Kelenteng Depan Kantor Pengadaian di Jalan Sudirman, Kelurahan Perwira, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.
Kelenteng di Jalan MT Haryono, Kelurahan Perwira, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.
Kelenteng Huat Cu Keng di Jalan Juanda, Kelurahan TB Kota I, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.
Kelenteng di Jalan Juanda, Kelurahan TB Kota I, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.
Yayasan Sosial di Jalan Mesjid, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.
Sumber : MERDEKA.com

Saya ingat betul, bahwa aksi SARA ini sempat membuat situasi nasional tidak stabil. Banyak pejabat negara, mulai dari Kapolri, Kepala BIN, Menkumham dan Ketua DPD RI dan banyak politisi nasional langsung angkat bicara soal kasus ini. Bahkan beberapa dari mereka langsung turun kelapangan meninjau situasi.

Aksi ini tentu saja sangat meresahkan masyarakat, terutama di Sumatera Utara karena sarat dengan kebencian atas kelompok penganut agama dan ras tertentu.

Penegak hukum yang mulanya sangat garang dan vokal menyuarakan agar para pelaku ditindak dengan hukuman berat agaknya tidak sesuai dengan pelaksanaanya dilapangan. Karena pada kenyataannya, vonis yang dijatuhkan kepada para pelaku dan provokator kerusuhan dan pembakaran sangat ringan, hukuman paling berat hanya selama 2 bulan 18 hari.

Berikut daftar vonis pelaku pembakaran dan provokator kerusuhan di Kota Tanjungbalai.

Kasus perusakan:



Abdul Rizal Alias Aseng (26), wiraswasta, Islam, warga Sei Agul Lingk. V Kelurahan Sei Rajab Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjung Balai. Dituntut JPU selama 4 bulan dan divonis bersalah oleh majelis hakim dengan hukuman pidana 1 bulan 16 hari dikurangi masa penahanan.
Restu Alias Panjang (23), Tukang Pangkas, Islam, alamat Jalan Kartini Kel Pantai Burung Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjung Balai, dituntut JPU selama 4 bulan, dan divonis bersalah oleh majelis hakim dengan hukuman pidana 1 bulan dan 15 hari dikurangi masa penahanan.
M Hidayat Lubis Alias Dayat (19), ikut orang tua, Islam, warga Jalan MT Haryono Kelurahan Selat Lancang Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjung Balai. Dituntut JPU selama 4 bulan dan divonis bersalah oleh majelis hakim dengan hukuman pidana 1 bulan dan 18 hari dikurangi masa penahanan.
Muhammad Ilham Alias Ilham (21), ikut orang tua, Islam, warga Jalan Jend Sudirman Gg Khadijah Kelurahan Bunga Tanjung Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai dituntut JPU selama 4 bulan dan divonis bersalah oleh majelis hakim dengan hukuman pidana 1 bulan dan 15 hari dikurangi masa penahanan.
Zainul Fahri Alias Zainul (18), belum bekerja, Islam, warga Jalan Jend Sudirman Kel Pahang Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai. Dituntut JPU selama 4 bulan dan divonis bersalah oleh majelis hakim dengan hukuman pidana 1 bulan dan 15 hari dikurangi masa penahanan.
M Azmadi Syuri Alias Madi (23), Islam, Karyawan PDAM, Alamat Jalan MT Haryono Kelurahan Selat Lancang Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjung Balai. Dituntut JPU selama 4 bulan dan divonis bersalah oleh majelis hakim dengan hukuman pidana 1 bulan dan 11 hari dikurangi masa penahanan.
Kasus pencurian :

Heri Kuswari (28), pelajar SMA Paket B, Islam, warga Jalan Rambutan Gg Pepaya Kelurahan TB. KotaI Kecamatan TB Selatan Kota Tanjung Balai. Dituntut JPU selama 3 bulan dan divonis bersalah oleh majelis hakim dengan hukuman pidana 1 bulan dan 17 hari dikurangi masa penahanan.
Provokator :

Zakaria Siregar Alias Bang Zack (21), Islam, mahasiswa, alamat Jalan M. Abbas Ujung Kel Pantai Burung Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota Tanjung Balai. Dituntut JPU selama 5 bulan dan divonis bersalah oleh majelis hakim dengan hukuman pidana 2 bulan dan 18 hari dikurangi masa penahanan.
Sumber : MERDEKA.com

Ini hanya sekedar perbandingan. Silahkan kawan-kawan menilai, apakah penegakan hukum di Indonesia ini sudah adil?

Dari dua kasus ini, saya melihat bahwa : Penegak hukum sangat garang saat menjatuhkan hukuman kepada kaum minoritas dan terkesan impoten saat menjatuhkan hukuman kepada kaum mayoritas.

Bukan hanya itu, silahkan kita perbandingkan lagi dengan kasus yang sama, yaitu Habib Rizieq yang telah nyata-nyata mengolok-olok agama Kristen dan Yesus Kristus. Apa yang dilakukan para penegak hukum kepada beliau? Nothing! Justru membiarkannya melenggang bebas dan melakukan provokasi-provokasi disetiap ceramahnya didaerah-daerah yang dikunjunginya.

Itu masih dalam konteks kesalahan saja. Bagaimana dengan pertimbangan tentang sumbangsih kedua tokoh ini kepada Negara? Antara Ahok dan Habib Rizieq? Itu seperti langit dan bumi.



Para penegak hukum harus benar-benar adil dalam menerapkan hukum, tanpa mengenal orang lemah dan kuat, mayoritas dan minoritas! Untuk bangsa yang lebih baik.


Labels: Berita Terkini, Slider

Thanks for reading Adilkah Jika Pembakar 10 Vihara Kelenteng Divonis 2 Bulan dan Ahok Salah Ngomong Divonis 2 Tahun. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top