728x90 AdSpace


Latest News
Rabu, 10 Mei 2017

Ahok Dipenjara Karena Melawan Jaringan Korupsi "SEBARKAN"


BERITA TERKINI -  Putusan Majelis Hakim sudah jelas bahwa Basuki Tjahaja Purnama wajib menjalani hukuman tahanan selama dua tahun. Dan para hakim juga sudah memberikan dasar pengenaan hukuman.

Di balik itu semua, saya mencoba berjalan mundur. Bagaimana kisah seorang Basuki Tjahaja Purnama ini berani menentang arus budaya korupsi. Yup, saya setuju dan sangat mendukung apapun langkah yang ditempuh seorang Basuki untuk menangkap basah seorang maling. Dan kegaduhan-kegaduhan yang timbul adalah karena memang ada kaitan dengan bahaya laten yang mengancam negeri ini sejak lama yaitu korupsi. Bila kita menangkap basah seorang maling, bukankah wajar bila terjadi kegaduhan? Tak terkecuali ternyata si maling ini seorang pejabat lha pejabat juga manusia. Ketika dia meminta untuk dihargai, lha saat menjadi maling apakah dia juga memikirkan martabat korban? Oleh karena itu, sangat wajar jika Taufik Gerindra menggeliat kepanasan ketika Sanusi (adiknya) tertangkap basah saat begituan. Malu! Pasti Taufik malu karena publik mengetahui dan rekam jejak seorang koruptor akan abadi selama tidak ada tsunami internet.

Basuki adalah momentum untuk merubah keadaan. Dengan menunggang sentimen agama maupun ras atau biasa dikenal sebaga SARA, Basuki sudah mulai digoyang sejak 2014 dengan adanya seorang gubernur palsu FPI, Fathurrozi. Sentimen yang berangkat dari paham radikal ini hanyalah sebuah kendaraan. Isu ini akan menggerakkan alam bawah sadar setiap orang dan dia akan melupakan hakikat sebenarnya dari isu SARA dihembuskan.

Dan sejak sebelum 2012, korupsilah sebenarnya yang menjadi masalah utama di negeri ini. Masalah DKI Jakarta seperti kemacetan,banjir, pendidikan ,keamanan dan lainnya itu membutuhkan program membenahi mental aparatur negara. Namun semua akan menjadi sia-sia bila korupsi ada di setiap aspek pembangunan. Kita simak perdebatan Jokowi-Ahok vs Foke- Nara berikut :

Jokowi menyinggung bahwa Pemprov DKI termasuk yang paling korup di Indonesia versi PPATK, Foke bereaksi dengan keras.

“Hasil PPATK itu sudah dijelaskan dan bukan seperti itu penjelasannya. Sebagai kepala daerah, jangan menyebar fitnah dengan mengandalkan informasi yang salah,” kata Foke.

“Pak Joko, mohon maaf, Pak Joko mohon maaf. Kalau Pak Joko bukan calon gubernur ini tidak masalah, tapi karena Pak Joko calon gubernur, ini bisa masalah bagi masyarakat banyak,” imbuh dia.

Menanggapi Foke, Jokowi hanya menjawab santai sambil tersenyum. “Ya, PPATK memberikan angka seperti itu, ya, berdasarkan fakta yang didapat. Dan saya percaya PPATK sebagai lembaga yang resmi,” jawab Jokowi.

Dari sini sudah jelas yah? Jokowi dan Ahok hadir dengan berbagai program dan salah satunya adalah menghentikan korupsi.

Dan sangat menarik bila ditelusuri tentang komposisi partai pendukung. Foke-Nara didukung oleh :

Partai Golkar,

Partai Persatuan Pembangunan (PPP),

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Partai Demokrat,

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura),

Partai Amanat Nasional (PAN),

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),
Dari keseluruhan partai diatas, hanya Partai Hanura yang menyeberang ke kubu Badja pada pilkada 2017. Lalu bagaimana Golkar? Partai ini secara organisasi memang mendukung Badja, dan secara perorangan mendukung yang lain. Partai Demokrat mengusung pasangan calon yang berbeda dari koalisinya terdahulu.PPP terpecah. PKB pun setengah hati. Nasdem pun tidak konsisten dengan daya dobrak anti korupsi untuk mengimbangi sentimen agama.



Artinya disini adalah, Jokowi dan Ahok sejak 2012 (sementara pakai tahun ini dulu) sudah konsisten menentang tindak korupsi. Saya jadi bertanya, mengapa Anies dan Sandiaga tidak menyinggung indeks korupsi DKI Jakarta di saat Basuki menjadi gubernur? Anies, ada apa dengan indeks korupsi di jaman kepemimpinan Basuki? Yup, tentu anda tidak akan pernah berani bertanya. Siapapun yang berada di belakang anda maupun wakil anda pun tak akan pernah berani bertanya.

Bila kita membuat suatu analogi, bahwa Ahok itu sama dengan anti korupsi, lalu gerakan “Asal Bukan Ahok” berarti apa? Titik-titik? Anda bisa menjawab sendiri. Ya tentu kita harus mempunyai data yang valid.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air dimanapun anda berada..

Garuda, seekor burung yang menjadi kebanggan kita saat ini sedang tidak berdaya menghadapi segerombolan tikus sudah bertebaran dimana-mana. Burung yang berperisai Pancasila ini sedang kesulitan menahan serangan-serangan tikus. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, hari ini, sedang diuji kekuatannya. Gerombolan tikus sudah mampu menjangkau udara karena jumlah yang banyak dan mereka rela bertumpuk-tumpuk sedemikian tingginya hanya untuk menggigit kaki sang garuda.



Para Koruptor Indonesia ini sebenarnya telah mengkhianati nilai ajaran Pancasila. Dia melanggar Kemanusiaan yang adil dan beradab serta mencuri Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Penutup.

Saya kutipkan perkataan Basuki tentang keberatan dari Sofyan Wanandi mengenai UMP.

Sofyan menilai kebijakan tersebut dapat membuat para pengusaha bangkrut, karena harus memberikan upah tinggi kepada para karyawannya.

“Saya pernah berantem kenceng sama dia (Sunny) waktu menentukan UMP. Dia lama di CSIS, Pak Sofyan Wanandi masih Apindo waktu itu. Pak Sofyan Wanandi bilang sama dia (Sunny), bilang sama si Ahok, UMP yang ditentukan tuh nggak benar,” kata Ahok.

“Ini bisa bangkrut, bisa tutup semua pabrik-pabrik. Saya bilang sama dia (Sunny), lu bilang sama Pak Sofyan, lu mau tutup, tutup aja semua. Gua beli pabrik lo semua,” tegasnya.

http://www.tribunnews.com/video/2016/07/26/ahok-ungkap-pertengkarannya-dengan-sofyan-wanandi-kalau-nggak-suka-bubar-aja

Artinya adalah ketika Ahok memilih menolak ide Sofyan Wanandi ini berarti Ahok berhadapan dengan seseorang yang dekat dengan Cendana dan memilik jaringan bisnis menggurita. Sekedar teman sarapan,, rumor yang beredar adalah Sofyan Wanandi berada di belakang Surjadi ketika merebut jabatan Ketua Umum PDIP dari tangan Megawati. Dan Sofyan Wanandi pula berada di belakang Jusuf Kalla di pilpres 2014.

Akan tetapi, yang lebih penting bagi kita adalah :

Bila Ahok yang anti korupsi telah tumbang tahun 2017, lalu bagaimana Jokowi yang juga anti korupsi di 2019? Para koruptor yang tergabung dalam Perkumpulan Koruptor Indonesia tidak akan segan dan malu dengan menyebarkan lagi isu SARA dan komunis untuk menumbangkan Presiden Joko Widodo.


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Ahok Dipenjara Karena Melawan Jaringan Korupsi "SEBARKAN" Rating: 5 Reviewed By: Nonton cinta