728x90 AdSpace


Latest News
Kamis, 11 Mei 2017

Asal Usul Hari Waisak


SEJARAH - Hari Raya Waisak merupakan salah satu hari suci bagi umat Buddha sama seperti Idul Fitri bagi umat Islam, Deepawali bagi umat Hindu dan Natal bagi umat Kristen. Agama Buddha adalah sebuah agama yang perkembangannya cukup pesat pada zamannya, sehingga wilayah persebarannya pun mencakup berbagai negara di belahan dunia misalkan Sri Lanka, Thailand, Myanmar, Tibet, India, Cina, Jepang, hingga Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Perkembangan dan penyebaran agama Buddha tidak terlepas dari usaha tidak kenal lelah dari sang Buddha Gautama selama 45 tahun. Untuk mengenang dan menghormati jasa sang Guru Buddha Gautama dalam menyebarkan agama Buddha maka tercetuslah gagasan untuk mengadakan peringatan hari Raya Waisak.

Kata “Waisak” berasal dari bahasa Pali “Vesakha” atau “Vaisakha” dalam bahasa Sansekerta. “Vesakha” merupakan nama bulan dalam kalender Buddhis yang biasanya jatuh pada bulan Mei kalender Masehi. Disebut hari “Waisak” karena 3 peristiwa penting yang diperingati terjadi pada bulan Vesakha dan pada waktu yang sama, yaitu tepat saat bulan purnama.

Peristiwa pertama adalah kelahiran pangeran Siddharta Gautama di Taman Lumbini pada Purnama Sidhi di bulan Waisak/Vesakha tahun 623 S.M. (Sebelum Masehi) sebagai Boddhisatva (calon Buddha) yang turun ke dunia untuk menjadi Buddha. Pangeran Siddharta adalah putra seorang raja yang bernama Raja Sudodhana dengan Ratu Mahamaya sebagai permaisurinya. Kelak Pangeran Siddharta akan mencapai ke Buddhaan dan menyebarkan Dhamma dengan tujuan untuk membebaskan semua mahkluk dari kelahiran, sakit, usia tua, dan kematian.

Peristiwa kedua adalah pencapaian penerangan sempurna (ke Buddhaan) di Bodhgaya pada Purnama Siddhi di bulan Waisak/Vesakha tahun 588 S.M. di bawah pohon Boddhi pada usia 35 tahun setelah melalui berbagai jalan, termaksud jalan penyiksaan diri ekstrem selama 6 tahun di hutan Uruvela. Sejak saat itu beliau dikenal dengan Buddha Gautama yang telah mengakhiri penderitaan akibat kelahiran, sakit, usia tua, dan kematian.

Peristiwa ketiga adalah MahaParinibbana (wafatnya) sang Buddha Gautama di Kusinara pada Purnama Siddhi di bulan Waisak/Vesakha tahun 543 S.M. setelah selama 45 tahun berkelana dan menyebarkan Dhamma membebaskan makhluk dari cengkraman samudra kelahiran yang berulang ulang. Dalam mengajarkan Dhamma, sang Buddha tidak pernah mencaci, memusuhi atau merendahkan kelompok di luar Dhamma. Beliau menggunakan cinta kasih dan mengajarkan mahluk sesuai dengan kapasitasnya. Pada peristiwa tersebut semua mahkluk bersujud memberikan penghormatan kepada sang Buddha.

Berkaitan dengan ketiga peristiwa tersebut, hari Waisak sering disebut juga dengan Trisuci (tri : tiga) Waisak atau hari Buddha. Pelaksanaan hari raya Waisak sendiri tidak menentu setiap tahunnya yang disebabkan karena penetapannya menggunakan alamanak astronomi, sehingga awalnya terjadi ketidakseragaman di berbagai negara. Dari masalah tersebut, maka pada tahun 1986 organisasi Buddhist Sangha Council dan World Fellowship of Buddha (WFB) menetapkan bahwa hari Purnama Siddhi jatuh pada bulan Meri sebagai hari Buddha/ hari Waisak bagi umat Buddha di seluruh dunia.



Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Asal Usul Hari Waisak Rating: 5 Reviewed By: Nonton cinta