Badan dunia buka suara, sebut hukum Indonesia cacat.


BERITA TERKINI -  Vonis yang dijatuhkan pengadilan didalam kasus penistaan agama yang menyeret mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thajaja Purnama ke balik jeruji besi juga telah menjadi sorotan dunia Internasional. Bahkan Perserikatan Bangsa Bangsa ( PBB ) mendesak pemerintah Indonesia untuk segera meninjau ulang hukum yang telah menjerat Ahok.

“Kami memperhatikan hukuman penjara yang diberikan kepada gubernur Jakarta atas dugaan penodaan agama islam. Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk kembali meninjau ulang hukum penistaan,” demikian pernyataan dari Kantor Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Asia Tenggara PBB ( OHCHR ) yang ditulis di akun Twitter resmi mereka.

Hal senada juga dikemukakan Amnesy Internasional yang menyatakan bahwa keputusan pengadilan Indonesia yang telah menjatuhkan vonis selama dua tahun kepada Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dinilai merupakan cerminan ketidakadilan hukum di Indonesia.

“Putusan yang diambil telah memperlihatkan ketidakadilan didalam hukum penodaan agama di Indonesia, harus segera dapat di hapus,” tulis Amnesty Internasional didalam siaran pers resminya, Selasa ( 9/5/17 ).

Amnesty International kemudian menjelaskan bahwa di dalam pasal 156 dan 156a KUHP yang mengenai penodaan agama harus segera dihapus karena dapat dimanfaatkan untuk dapat menghukum orang yang sebenarnya hanya menyampaikan pendapatnya.

Bukan hanya PBB dan Amnesty International yang menyatakan hal demikian, Uni Eropa juga menyuarakan hal serupa. Melalui pernyataan resminya, Kantor Perwakilan Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunai Darussalam menyatakan bahwa hukum penodaan agama tersebut telah menghalangi kebebasan untuk berekspresi.

“Uni Eropa secara konsisten menyatakan bahwa hukum yang telah mengkriminalisasi penistaan agama secara diskriminatif akan dapat menimbulkan terhalanganya kebebasan berekspresi dan atau kebebasan didalam beragama dan kepercayaan,” tulis Uni Eropa didalam situs resmi mereka.

Tidak hanya badan dunia yang menyatakan kecacatan hukum di Indonesia. Sejumlah pejabat tinggi perwakilan asing yang ada di Indonesia pun ikut bicara setelah adanya keputusan pengadilan yang dibacakan pada Selasa ( 9/5/17 ) termasuk dari Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik.

“Saya sangat kenal Ahok. Saya sangat mengagumi kerjannya untuk Jakarta. Saya sangat yakin dia bukan anti muslim. Doa saya menyertai Ibu Vero dan keluarga. Para pemimpin harus dapat menjaga toleransi dan kerukunan,” tulis Malik melalui akun Twitternya.


Labels: Berita Terkini, Slider

Thanks for reading Badan dunia buka suara, sebut hukum Indonesia cacat.. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top