Doa dari Kota Pahlawan untuk Ahok dan NKRI


BERITA TERKINI -  Sebelumnya, izinkan aku mengucapkan selamat hari raya Waisak untuk saudara-saudari yang merayakan. Saat libur Waisak kemarin, aku yang biasanya memilih masuk saat tanggal merah (maklum, tempat kerja ada sistem piket begitu) akhirnya memilih untuk liburan. Saat santai menikmati hari liburku, aku mendapatkan broadcast dari teman kalau akan diadakan ‘1000 lilin untuk Ahok dan NKRI’. Pikirku itu hanya hoax, tapi begitu banyak teman yang mengirimkan hal yang bernada sama, jadi kepikiran juga ingin ikut. Sebab, melihat berita dari kota-kota di Indonesia yang sudah lebih dahulu melakukannya, kenapa kami tak melakukan hal yang sama? Bukan semata-mata karena nganggur tidak ada kerjaan atau tidak ada kegiatan lalu ramai-ramai datang. Bukan, saudara! Semua karena keinginan dari hati yang terdalam, bentuk solidaritas bahwa kami masih peduli dengan Indonesia. Kami mencintai negeri kami. Adanya ketidakadilan hukum akan seorang Ahok tentunya membuat kami yang selama ini diam mulai bergerak. NKRI harga mati, bung!

Acara ‘1000 Lilin buat Ahok dan untuk NKRI Damai’ yang diadakan tanggal 12 Mei 2017 awalnya di pikiranku mungkin tak akan banyak yang datang, atau malah dalam hati ini sempat was-was takut kejadian seperti di Jogja terulang di Surabaya. Bahkan ada teman yang khawatir kalau-kalau di tengah acara akan turun hujan. Tapi, benar-benar diluar perkiraan semuanya.



Bersama dengan teman-temanku yang datang, kami mencari tempat parkir jauh dari tempat acara diadakan. Karena kami sudah mengantisipasi kalau memang banyak yang datang (sekitar 1000 orang) pasti ada yang namanya macet. Daripada kendaraan tidak bisa bergerak, tak apalah mengambil tempat parkir agak jauh dari kompleks Tugu Pahlawan Surabaya, sekitar sepuluh menit berjalan kaki.

Acara yang dimulai pukul 18.30 WIB benar-benar dipadati ribuan orang yang datang dengan dress code merah putih dan membawa lilin. Gila! Ini benar-benar gila! Aku benar-benar tak menyangka kalau yang datang begitu banyak. Aku yang merupakan salah satu dari sekian ribu yang datang tak bisa menyembunyikan kekaguman bahwa begitu banyak masyarakat biasa yang peduli akan kasus Ahok.




Surabaya tampak menyala. sumber: Rois Jajeli/detikcom
Karena perginya menunggu jam pulang kantor, jadinya baru bisa berangkat pukul 18.00 WIB. Itu saja saat sudah dekat dengan Tugu Pahlawan, sudah tak bisa memasuki kompleksnya. Aku dan teman-temanku hanya bisa berada di badan jalan yang memang sudah ditutup untuk kendaraan. Yang pasti, ribuan lilin dinyalakan diiringi dengan lagu ‘Indonesia Raya’ berkumandang dengan kerennya. Dilanjutkan dengan lagu ‘Bagimu Negeri’ dan ‘Garuda Pancasila’. Selain itu, massa juga meneriakkan yel-yel, “Bebas, bebaskan Ahok. Bebaskan Ahok sekarang juga”. Sejauh yang kuikuti, massa benar-benar tertib.

Sekitar sejam lebih di sana namun suasananya benar-benar membuatku merinding. Padahal ingin sekali sampai masuk ke dalam kompleks Tugu Pahlawan, tapi apa daya sudah tak bisa bergerak di tempat kami berdiri. Berada di luar saja, melihat orang-orang antusias mengikuti acara itu sudah menjadi kepuasan tersendiri bagiku. Hanya satu kata yang bisa kukatakan: keren!!!

Aksi ‘1000 Lilin buat Ahok dan untuk NKRI Damai’ ini juga mendapatkan penjagaan dari aparat Polrestabes Surabaya dan Polsek Jajaran. Sedangkan anggota Satlantas mengatur di perempatan jalan, seperti Jalan Pahlawan, Jalan Kramat Gantung, Jalan Pasar Besar dan Jalan Bubutan. Dan, benar-benar selama acara berlangsung dari awal hingga selesai tidak ada yang rusuh.

Tak pernah terpikirkan kalau seorang Ahok bisa menggerakkan massa (tanpa bayaran) karena sudah muak dengan politik kotor di Indonesia. Bergerak dengan menyalakan lilin sekaligus berdoa bersama tanpa menanyakan agama kami masing-masing. Kami yakin, doa orang benar pasti besar kuasanya. Mungkin ada saja pihak yang nyinyir. Entah nyinyir karena iri atau karena saking bencinya dengan Ahok, kami tak peduli. Kalau mau nyinyir silakan saja, toh itu hak mereka. Tapi, ingatlah satu hal. Yang kami lakukan ini murni tanpa paksaan dari siapapun termasuk dari Ahok sendiri.



Acara 1000 lilin ini tak hanya di Surabaya saja. Ada di kota-kota lain juga, bahkan hingga keluar negeri. Dampak yang sangat luar biasa, bukan? Kami bangga kami punya pejabat yang bersih dan jujur yang bernama Ahok. Si Nemo yang melawan arus kotor dan liciknya perpolitikan di Indonesia. Bahkan, saat ini namanya mendunia walaupun ia sedang mengalami ketidakadilan. Aku percaya, harapan itu akan selalu ada kalau kita tidak berdiam diri saja. Mendoakan Ahok dan juga mendoakan Indonesia, itu sudah menjadi kewajiban kita. Berdiam diri tanpa melakukan hal apapun sama saja membiarkan negara ini menuju kehancurannya. Bergeraklah, walau itu hal yang kecil sekalipun. Kita adalah saudara setanah air, karena kita adalah Bhinneka Tunggal Ika!


Labels: Berita Terkini, Slider

Thanks for reading Doa dari Kota Pahlawan untuk Ahok dan NKRI. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top