728x90 AdSpace

Latest News
Minggu, 14 Mei 2017

Islam Tumbuh di Nusantara melalui Konspirasi


BERITA TERKINI -  Kali ini saya mau coba mengajukan teori (sotoy) baru tentang bagaimana Islam bisa menyebar di Nusantara. Dijamin teori ini blm pernah ada sebelumnya (ya iya lah mana ada orang ahli dan cerdas yang berani mengajukan teori sotoy … Ya cuma buang-buang waktu mereka aja lah wkwk

Gimana Islam menyebar di Nusantara?

Tentu ini membutuhkan penjelasan yang panjang lebar dan tinggi (jadi volume donk). Tapi berhubung ini sekadar teori sotoy, saya rasa cukuplah dibahas sebagai sekadar pengantar tidur atau pengantar minum kopi.

Dan teori sotoy ini pun ngga membutuhkan banyak referensi (yang biasanya terdapat di dalam buku-buku yang tebal), cukup dengan mengamati status-status di medsos dan tulisan/artikel di internet dan banyak dishare di medsos yang saya (ngga) yakin semua ditulis dengan data yang akurat bukan sekadar kejar traffic dan setoran (baca: fulus).

Hanya diperlukan ke-sotoy-an, waktu, jari-jari yang kuat dan tentu saja sedikit kuota internet lah buat bikin teori sotoy ini.

Lho kok bisa ya? Ya bisa-bisa aja lah masa bisa-bisa aja dong, duren itu dibelah masa dibedong … Plakk lagi)

Tanpa banyak basa basi (alamak jadi kalimat berbaris-baris di atas bukan basa basi plakk), saya mulai pembahasannya.

Dari pelajaran sejarah di sekolah, kita sering diberikan fakta bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui interaksi dan perdagangan dari pedagang Gujarat (ada yang tau Gujarat itu ada di mana?).

Penduduk Nusantara saat interaksi dan pengaruh Islam masuk disebut sebagai pemeluk Hindu.

Sekarang coba kita bayangkan ketika ada ideologi dan kepercayaan baru dan aseng eh asing masuk bersama orang yang juga aseng. Orang aseng eh asing ini punya wajah, pakaian dan cara bicara berbeda dengan penduduk lokal.

Bisa jadi orang asing ini bermata sipit dan kulit kuning seperti temennya ahok atau Cheng Hoo, bisa juga orang asing ini berkulit sawo matang juga tapi berhidung mancung seperti Shah Ruk Khan, atau bisa jadi orang asing ini pakai baju gamis panjang dan hidung mancung juga seperti Habib.

Apakah penduduk lokal itu tidak curiga dengan kehadiran orang-orang aseng ini? Sepolos dan selugu itukah nenek moyang orang-orang Nusantara ini? Meski orang-orang aseng ini menunjukkan itikad dan perilaku yang baek, tidakkah nenek moyang penduduk Nusantara ini tidak merasa terancam dengan kehadiran orang-orang aseng ini?

(Saat liat kata aseng, baru sadar kalo ini beneran sotoy khan …)

Apakah penduduk lokal mau menerima begitu saja, ideologi, ajaran, gaya hidup yang dibawa orang-orang asing ini? Apa nenek moyang kita ngga takut kalo nanti justru orang-orang asing ini yang bakal menguasai tanah dan kekayaan alam Nusantara yang berlimpah?

Meski orang-orang asing ini hanya sekadar berdagang tanpa membawa misi untuk menguasai Nusantara dan mengubah Nusantara menjadi Islam, namun nenek moyang kita tentu tidak selugu itu tanpa punya perasaan siaga dan waspada.



Dalam kondisi seperti ini tentu orang Islam yang saat itu sebagai orang asing di Nusantara tidak tinggal diam. Karena syiar dan dakwah Islam tidak bisa dipisahkan dari aktivitas lain seperti berdagang sebagai konsekuensi dari syumuliatul Islam dan Islam yang kaffah, pedagang Islam ini tentu berusaha keras untuk bisa membuat upaya supaya Islam bisa diterima oleh penduduk lokal/Nusantara.

Menyampaikan Islam kepada penduduk lokal secara frontal tentu bukan cara yang baik dan bijak. Dan untuk mengesankan supaya tidak terkesan memaksa, berbagai cara halus pun diterapkan. Seperti melalui pernikahan dengan penduduk lokal dan menyusup ke kalangan istana atau kerajaan.

Saking halusnya dan juga mungkin disertai dengan ‘konspirasi’, penduduk lokal pun seolah tidak sadar kalo kepercayaan yang dianut orang aseng ini sudah menjadi kepercayaan sebagian besar penduduk dan bahkan Istana.

(Hmmm … Aroma konspirasi mulai menyeruak …)

Saking halusnya dan juga mungkin disertai dengan ‘konspirasi’, penduduk lokal pun seolah tidak sadar kalo kepercayaan yang dianut orang aseng ini sudah menjadi kepercayaan sebagian besar penduduk dan bahkan Istana.

Maka ketika Istana mengumumkan Islam sebagai agama kerajaan dan wajib diikuti semua penduduk, barulah orang-orang sadar bahwa orang-orang aseng ini ternyata bukan sekadar bergadang eh berdagang.

Orang-orang asing (pendatang) ini ternyata membawa ideologinya (agama Islam) dan bahkan mengganti kepercayaan lama yang dipeluk penduduk asli (pribumi) dengan ideologi Islam (pendatang).

Istilah konspirasi bisa jadi tidak terlalu berlebihan jika kita melihat data munculnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.

Islam mulai masuk ke Nusantara sejak abad ke-7 masehi (berdasarkan teori Makkah). Namun, kerajaan Islam baru muncul di Nusantara sekitar abad 12 masehi (lihat di wikipedia). Sejak abad 12 M inilah penyebaran Islam begitu pesat dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam lain di Nusantara.

Ada periode di mana jumlah pemeluk Islam tumbuh dengan sangat cepat. Tanpa dorongan secara politik dari kerajaan, pertumbuhan ini tidak mungkin terjadi.

Jadi, ada periode di mana jumlah pemeluk Islam tumbuh dengan sangat cepat. Tanpa dorongan secara politik dari kerajaan, pertumbuhan ini tidak mungkin terjadi. Di sinilah konspirasi itu bisa terjadi (misalnya dengan menggunakan kekuasaan dan kekuatan politik kerajaan yang sudah terIslamkan).

Dan akhirnya sebagaimana yang kita lihat sekarang, Islam tumbuh subur dan menjadi agama mayoritas penduduk Nusantara.

(Happy ending deh … buat pemeluk Islam tentunya)

Nah, coba bandingkan dengan Eropa sekarang yang banyak menerima pengungsi muslim dari Timur Tengah dan Afrika. Bersarkan teori sotoy di atas, bisa jadi nanti Eropa bakal berubah menjadi wilayah muslim seperti Nusantara. Mungkin juga ini bagian dari konspirasi untuk pelan-pelan mengubah Eropa menjadi muslim.

Makanya kalo ada yang khawatir (ini yang baku menurut bahasa Indonesia) dengan kedatangan aseng apalagi yang sipit-sipit, ya mungkin karena ngga mau konspirasi ini terulang lagi. Padahal yang saat ini menyebut pribumi, dahulunya juga pernah berposisi sebagai pendatang.


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Islam Tumbuh di Nusantara melalui Konspirasi Rating: 5 Reviewed By: Nonton cinta