728x90 AdSpace


Latest News
Selasa, 09 Mei 2017

Strategi Jokowi Dibalik Vonis 2 Tahun Penjara Ahok


BERITA TERKINI -  Hari ini, sudah diumumkan bahwa Ahok divonis 2 tahun penjara oleh Hakim. Bahkan, Hakim memutuskan Ahok untuk dipenjara langsung. Diterangkan bahwa Ahok dinilai terbukti melakukan penistaan agama yang melanggar undang-undang 156a.

Dilansir dari bbc.com. 9 Mei 2017.

Vonis hakim yang lebih berat dari tuntutan jaksa, bahkan menggunakan pasal yang tidak digunakan oleh jaksa dalam tuntutannya, menimbulkan berbagai pertanyaan.

Pengacara menyebut, ‘bisa memaklumi,’ karena adanya tekanan massa.

Memang, bahkan Jumat (5/5) lalu, ribuan massa dikerahkan ke Mahkamah Agung, dan sejumlah tokoh mereka diterima untuk menyampaikan tuntutan agar hakim ‘independen’ dalam menjatuhkan putusan.

Beberapa waktu lalu, saat gerakan massa mulai marak, BBC menurunkan laporan analisis tentang apakah akhirnya Ahok akan dikorbankan untuk meredakan suhu politik. Silakan menyimaknya lagi.

Putusan ini tentu saja sangat memukul bagi banyak pihak, terutama bagi para pendukung Ahok. Apalagi melihat adanya keanehan dari keputusan Hakim. Hakim menuntut Ahok lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Jaksa Penuntut Umum notabenenya adalah pihak yang berusaha membuktikan bahwa Ahok bersalah, menjelang vonis Ahok justru mengatakan bahwa Ahok tidak terbukti bersalah. Tapi ketika hari Vonis tiba, Hakim justru mengatakan bahwa Ahok bersalah. Bahkan Hakim menggunakan pasal yang tidak digunakan oleh Jaksa Penuntut Umum. Di sini terlihat sekali justru Hakim sedang berusaha mencari sendiri kesalahan dan memaksakan kesalahan Ahok.

Secara sepintas, barangkali banyak orang yang berpikir bahwa hal ini diakibatkan karena banyaknya tekanan dari massa kontra Ahok. Pada hari menjelang vonis, memang sempat ribuan massa melakukan demo di depan gedung Mahkamah Agung, meminta Hakim independen dalam menentukan keputusan. Tapi di sisi lain, massa tersebut secara tidak langsung meinginginkan Ahok dihukum sesuai keinginan mereka.

Pada intinya, mungkin banyak orang yang mengira bahwa ini adalah sebuah vonis yang tidak adil. Sangat menyedihkan memang. Ahok terlihat mencoba tegar ketika berada di penjara Cipinang. Sempat melambai kepada awak media yang berteriak-teriak kepadanya, namun tidak mengucap sepatah kata apapun.

Barangkali banyak orang yang akan mengira bahwa ini adalah salah satu kemunduran hukum di negara kita. Barangkali banyak orang yang mempertanyakan kemana Jokowi untuk kasus Ahok ini. Barangkali banyak orang yang mengira, bahwa memang saat ini, kelompok kanan radikal sudah menang. Terbukti dengan vonis yang diberikan kepada Ahok.

Barangkali mereka memang benar. Bahwa ini adalah salah satu kekuatan dari para taipan, naga-naga dibalik pria berjubah dan berkacamata itu. Yang memanfaatkan momentum Pilkada ini untuk menyukseskan tujuan mereka. Mungkin kalian akan berpikir bahwa mereka, kaum bumi datar dan CEO nya telah menang, dan Jokowi kalah. Tapi tidak, saya katakan ini hanyalah salah satu jebakan Batman Jokowi.

Kenapa ini hanyalah jebakan Jokowi?



Selama ini, isu-isu yang digaungkan oleh para kaum bumi datar adalah bahwa Jokowi selama ini melindungi Ahok. mereka mengaitkannya dengan alasan yang macam-macam. Ahok, seperti yang dikatakan oleh Allan Nairn, hanyalah sebagai pintu, alat dari para naga-naga bumi datar untuk menggulingkan Jokowi. Dan ketika Jokowi berhasil digulingkan, mereka akan menguasai Indonesia, dan mengubahnya menjadi Gotham in the dark.

Maka dari itu, satu-satunya cara untuk mengalahkan mereka adalah, mematahkan isu-isu tersebut. Membuktikan bahwa isu mereka salah. Dan menghimpun kekuatan Silent Majority untuk berbalik melawan mereka karena telah terbukti siapa yang mengada-ada dan siapa yang jujur.

Ketika Jokowi membiarkan Ahok untuk diadili, di demo oleh 7 juta butir, eh ekor, eh orang (mungkin) berhari-hari, dijadikan terdakwa, tersangka, dan kini terpidana dengan hukuman 2 tahun penjara dengan pemenjaraan langsung. Maka ini sudah mematahkan sepatah-patahnya isu bahwa Jokowi melindungi Ahok. Dan Jokowi secara tidak langsung telah membuktikan bahwa hukum di Indonesia tidak tajam ke bawah, dan tumpul ke atas.

Dalam hal ini, nama Jokowi sudah bersih-sebersihnya. Tapi jangan dikira bahwa ini hanya strategi pribadi Jokowi. Dalam artian hanya untuk kepentingan Jokowi semata untuk membersihkan namanya. Tapi juga untuk menyelamatkan Ahok itu sendiri, memenjarakan Habib Rizieq, membubarkan Ormas Radikal termasuk FPI, GNPF MUI, memenjarakan oknum-oknum makar, dan membuka kedok seluruh naga-naga yang menjadi CEO bumi datar. Bagaimana? Caranya adalah dengan membangkitkan kekuatan Silent Majority.

Ketika Ahok saat ini diberikan vonis Hakim 2 tahun penjara denga sistem yang aneh dan mencurigakan. Maka massa akan melihat secara langsung keanehan ini dan akan mengasumsikan akan adanya kecurangan dan ketidak adilan. Di sini, Jokowi terlihat akan membangkitkan emosi dari silent majority itu sendiri. Ketika selama ini mereka diam saja dengan kelakuan 7 juta butir, eh orang di DKI, karena menganggap mereka tidak mungkin akan berhasil. Maka kini mereka akan berbalik menyerang mereka.

Musuh bersama! Itu yang akan digerakkan oleh Jokowi. Jokowi menjadikan kaum bumi datar sebagai musuh bersama rakyat NKRI. Ketika itu, sesuai dengan Teori Gerakan Sosial yang mengatakan bahwa ketika semua elemen memiliki musuh bersama yang menjadi satu tujuan, mereka akan bergerak sesuai kemampuannya masing-masing demi meraih satu tujuan berama tersebut.

Maka apa, silent majority yang mulai bersuara akan balik menuntut dan menekan pihak berwajib untuk memproses Habib Rizeq, membubarkan ormas radikal termasuk HTI, FPI, dan GNPF MUI, memenjarakan oknum terduga makar, dan membuka kedok naga bumi datar. Mengulitinya, dan membuangnya di balik jeruji.

Isu-isu yang digunakan oleh kaum datar yang mengatakan ulama dikriminalisasi, kongkalikong, dan sebagainya akan basi dan tidak berguna lagi. Ketika selama ini kaum bumi datar mengandalkan apa yang namanya people power, setelah ini Jokowi akan menunjukkan apa yang namanya people power sebenarnya. HTI, FPI, GNPF MUI, dan segenap penghuni bumi datar, hanyalah 2% dari total penghuni bumi bulat. Kalau 98% itu berhasil digerakkan oleh Jokowi, mau apa kaum bumi datar itu?

Sementara itu, ketika semua benalu bumi datar sudah dimasukkan jeruji besi. Ahok nantinya kan bebas. Kok bisa? Iya! Lewat banding. Tapi nantinya Hakim aka membebaskan Ahok, setelah semua benalu itu dipenjara.

Yang jelas, sikapi peristiwa Ahok ini dengan sikap optimis. Jadikan peristiwa ini sebagai penyemangat dan tekad kita untuk memberantas habis benalu-benalu dari bumi datar yang hanya menyusahkan negeri kita.

Hidup Indonesia!


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Strategi Jokowi Dibalik Vonis 2 Tahun Penjara Ahok Rating: 5 Reviewed By: Nonton cinta