728x90 AdSpace


Latest News
Rabu, 10 Mei 2017

Surat Terbuka Untuk Nicholas Sean Purnama


BERITA TERKINI -  Tatkala membaca statusmu ada haru yang membuncah dalam hatiku. Kau mungkin masih muda. tetapi kau sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Ketika ayahmu yang kau cintai harus dipenjara karena dicap sebagai penista agama, kamu tidak malu. Ya, kamu memang tak harus malu, karena ayahmu dipenjara bukan karena memakan uang rakyat. Tidak seperti mereka yang ditahan karena korupsi walau pun penampilan mereka sangat agamis.

Hari-harimu nanti mungkin akan terasa berat, tetapi percayalah Tuhan tak akan meninggalkan dirimu, tak akan meninggalkan Ibumu dan kedua adikmu. Tuhan senantiasa akan hadir dalam setiap pergumulanmu. Mungkin inilah yang terbaik menurut Tuhan. Karena kita tahu, ada rencana yang terbaik dari Tuhan dalam setiap peristiwa yang paling menyakitkan sekali pun.

Sean,

Walau ayahmu dipenjara. Saya yakin beliau akan tetap bersinar. Karena mutiara walau pun berada di kubangan tetap akan terus bersinar. Begitu juga dengan ayahmu. Mungkin di dalam sana beliau akan lebih banyak belajar tentang kehidupan, Dan memahami apa yang telah direncanakan Tuhan untuk dirinya. Bukankah beliau tetap tersenyum walau vonis telah dijatuhkan?

Sean,

Masih ingatkah engkau tentang kisah Tuhan Yesus yang disalibkan? Bukankah saat itu juga, orang-orang yang membenci Dia berteriak, “salibkan Dia…. salibkan Dia…” walau pun kita tahu bahwa Tuhan Yesus tidak bersalah? Memang untuk mengubah dunia, kita harus berkorban. Begitu juga dengan Tuhan Yesus. Dia rela mengorbankan dirinya agar dunia ini dapat terselamatkan. Begitu juga dengan ayahmu. Kita tahu beliau tidak bersalah, tetapi untuk hal yang lebih besar, terpaksa beliau harus dikorbankan. Memang ini rasanya tidak adil bagimu, bagi keluargamu. Tetapi inilah yang telah direncanakan oleh Tuhan. tetaplah bersabar karena nanti akan ada hari yang indah bagi kamu dan keluargamu.

Sean,



Tak tahu lagi apa yang harus saya katakan kepadamu. Segala nasihat pun rasanya sudah tidak berguna lagi untuk diutarakan di sini. Kamu sudah dewasa, sudah tahu apa yang harus kau lakukan. Memang terasa berat ketika kepala keluarga tidak berada di sisi kita. Apalagi ketika kita memerlukan sosoknya untuk memberikan advis tentang permasalahan kita. Tapi cobalah untuk mengerti bahwa mungkin ini adalah rencana Tuhan agar kamu lebih tegar menghadapi permasalahanmu sendiri. Mengambil keputusan sendiri, agar kamu lebih mandiri menentang kehidupan yang keras  ini. Agar kamu lebih terasah ketika mengarungi dunia yang tak bersahabat untukmu.

Sean,

Tunjukanlah prestasimu dalam pelajaranmu. Agar ayahmu boleh bangga kepadamu. Tunjukan bahwa dirimu bisa menghadapi cobaan ini. Bahwa engkau bisa melewati hari-hari beratmu dengan prestasi, dengan demikian ayahmu bisa tenang menghadapi kehidupannya di dalam sana. Kobarkan semangatmu, buktikan bahwa dirimu tidak cengeng menghadapi ini semua. Prestasimu adalah semangat hidup ayahmu.

Sean,

Terus terang saya pribadi bangga padamu. Tidak ada seorang anak yang begitu tegar ketika ayahnya harus dipenjara. Dan kau adalah salah satu dari anak yang begitu tegar itu. Kita memang tahu bahwa apa yang telah ayahmu lakukan untuk warga Jakarta begitu besar. Bahkan lebih besar dari gubernur-gubernur yang lain. Meski masa jabatannya hanya 2 tahun, tetapi begitu besar pembangunan yang telah dicapai. Dan semua itu adalah hasil dari tangan dingin ayahmu. Tetapi sangat disayangkan, hasil karya ayahmu tidak dipandang mata oleh mereka yang buta hati. Semuanya diabaikan, hanya karena ayahmu salah ucap. Tetapi yakinlah bahwa ayahmu akan dikenang sebagai seorang Gubernur yang berprestasi. Seorang Gubernur yang fenomenal, melebihi gubernur yang telah menjabat selama 10 tahun sekali pun.

Sean,

Saya sudah tidak bisa lagi meneruskan tulisan ini, karena dari tadi air mataku menetes tanpa henti. Sedih melihat ketidakadilan telah menimpa keluargamu. Tetapi kita jangan menyalahkan Indonesia. Karena Indonesia adalah rumah kita, dimana kita lahir di sana. Kita hidup disana, dan mungkin kita juga akan meninggal di sana. Jangan pernah salahkan Indonesia ya Sean, karena ayahmu juga sangat mencintai Indonesia. Karena ayahmu ingat akan pesan dari kakekmu yang juga begitu mencintai Indonesia. Dan kita juga begitu mencintai Indonesia, walau pun banyak dari mereka yang menghina kita. Dan kita akan tetap mencintai Indonesia.


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Surat Terbuka Untuk Nicholas Sean Purnama Rating: 5 Reviewed By: Nonton cinta