728x90 AdSpace


Latest News
Rabu, 17 Mei 2017

Thailand siapkan hukuman mati bagi koruptor


Berita International - Thailand agaknya berupaya lebih serius memerangi korupsi. Caranya, memperberat hukuman. Komite Pengarah Reformasi Nasional atau The National Reform Steering Assembly (NRSA) militer Thailand menyetujui rancangan undang-undang yang diusulkan pemerintahan junta untuk menghukum mati pejabat negara yang terbukti korupsi.

Memang, nantinya tak semua terdakwa korupsi bakal dikenai putusan mati. Hanya para pejabat yang merugikan negara dengan nominal lebih dari 1 miliar baht, atau sekitar Rp373,8 miliar akan merasakan suntik mati.

Sementara, bagi pelaku yang mengantongi uang haram senilai antara 100 juta dan 1 miliar baht dapat dikenai penjara seumur hidup.

"Kami akan meminta rekomendasi dari dewan legislatif sebelum mengajukannya (sebagai Undang-Undang," ujar seorang anggota NRSA dikutip laman Bangkok Post, Senin (9/1).

Di tengah perdebatan ada anggota NRSA yang berdalih bahwa sanksi demikian takkan bisa memberantas korupsi hingga ke akarnya. Selain itu, hukuman mati dianggap bukan siasat jitu karena masyarakat internasional mengecamnya.

"Sanksi itu sudah tertera pada Pasal 18 KUHP dengan konsekuensi penjara, penyitaan aset, penjara seumur hidup, atau eksekusi mati" ujar Wanchai Sornsiri dari NRSA.

Tidak dijelaskan apakah Wanchai termasuk ke dalam 155 dari 162 anggota komite yang menyatakan setuju dengan proposal hukuman mati.

Usulan yang diadopsi oleh NRSA itu nantinya akan diserahkan kepada kabinet, Majelis Legislatif Nasional (NLA) dan Komite Perancang Undang-Undang demi pertimbangan lebih jauh.

Pada 2015, Thailand menetapkan ancaman hukuman mati dalam aturan antikorupsi baru dengan warga asing sebagai sasaran.

Dalam aturan yang berlaku pada 9 Juli 2015, pihak yang dibidik adalah warga non-Thailand yang bekerja untuk pemerintah asing dan organisasi internasional.

Kebijakan itu dipandang sebagai bagian dari gerakan reformasi untuk membersihkan kondisi politik Thailand. Namun, dilansir The Guardian, target utamanya adalah mantan perdana menteri negeri itu, Thaksin Shinawatra.

Thaksin dituding melakukan korupsi, tapi mesin politiknya kadung kuat dan menjangkau khalayak luas. Dengan mesin itu, keberadaan elit politik tradisional Thailand yang terkait dengan militer dan kerajaan tergoyangkan.

Aturan itu juga membatalkan masa batasan 20 tahun jika seorang terpidana hengkang dari Thailand. Thaksin diputuskan bersalah atas kasus korupsi pada 2008 dan lari ke luar negeri. Pada batasan waktu sebelumnya, Thaksin boleh kembali ke Thailand setelah 10 tahun.

Junta militer Thailand berkuasa pada 2014 setelah demonstrasi besar-besaran yang berujung kepada pendongkelan perdana menteri sipil, Yingluck Shinawatra, adik Thaksin.

Sejak itu, junta banyak bergerak mengoyak jejaring lama. Namun, pemerintahan tidak menyentuh lingkar kerajaan, militer, dan kubu agama. Lembaga-lembaga dimaksud punya daya besar di Thailand.

Sebaliknya, fokus junta adalah membungkam lawan-lawan politiknya--di antaranya para pendukung Yingluck dan abangnya--dengan membatasi pertemuan publik dan menjebloskan anggota kelompok oposisi ke penjara.

Yingluck, seperti abangnya, terseret kasus korupsi. Ia diketahui memanipulasi dana subsidi beras yang memantik kerugian negara senilai miliaran dolar.

Ia menampik tuduhan tersebut.

Pada 2016, Thailand mendapatkan peringkat ke-76 dari 168 negara yang disurvei oleh Transparency International ihwal indeks persepsi korupsi. Negeri itu meraih skor 38 dari 100.



Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Thailand siapkan hukuman mati bagi koruptor Rating: 5 Reviewed By: Nonton cinta