Anak Terduga Teroris Mengigau Tiap Malam Cari Ayahnya


BERITA GOOGLE - Mengenakan gamis hitam dan cokelat, istri tiga terduga teroris, yang ditangkap anggota Detasemen Khusus 88 (Densus-88) Antiteror Mabes Polri, Selasa (6/6), mendatangi Markas Besar Polda Sumut, Kamis (8/6). Mereka mempertanyakan keberadaan suami mereka.

Saat mendatangi Mapolda, istri tiga terduga teroris membawa anak-anak mereka. Ada yang masih digendong dan ada yang sudah bisa berjalan sendiri. Mereka ditemani pengurus FUI Sumut.

Anak-anak terduga teroris ini ada yang menangis saat di gendongan, ada yang hanya duduk termangu, dan ada juga yang sempat menanyakan keberadaan ayahnya. Namun, ada juga yang lincah, bergerak ke sana ke mari.

Tiga terduga teroris yang ditangkap Densus-88 adalah Reza Alfino (38 tahun), warga Jalan Jermal-VII, Gang Masjid, Medan, Jhon Hen (41), warga Platina II, dan Azzam Algozhi alias Abu Yakup (48), warga Sari Rejo, Polonia.

Informasi beredar, Jhon merupakan mantan anggota TNI yang telah dipecat karena terlibat kasus peredaran ganja. Adapun Azzam Alghozi alias Abu Yakub adalah Ketua Laskar Forum Umat Islam Sumatera Utara (FUI Sumut).

Istri Jhon Hen, Yanti, paling terbuka menceritakan kedatangan mereka ke Mapolda. Ia juga mau menceritakan tentang keluarganya. Ia menceritakan hingga saat ini keluarganya belum tahu di mana keberadaan suaminya. Ia hanya tahu suaminya ditangkap polisi saat membeli minyak makan ke pajak.

"Saya sedang jualan kemarin itu. Saya minta suami saya beli minyak goreng ke pasar. Dia bawa anak-anak ke pasar waktu itu. Semenjak itu saya tidak tahu lagi ke mana perginya suami saya," ujar Yanti di Mapolda Sumut, Kamis (8/7).

Belakangan, kata Yanti, polisi mengenakan pakaian sipil mendatangi warungnya untuk mengantarkan dua anaknya, Ni (8) dan Iq (7). Namun, polisi tidak ada memberi surat penangkapan suaminya.

"Tidak banyak bicara polisinya. Saya ajak bicara pun mereka diam-diam saja. Mereka tidak pakai seragam. Mereka hanya bilang kalau saya akan ditelepon nanti. Namun, hingga sekarang saya tidak pernah mereka hubungi," ujarnya.

Saat anaknya tersebut diantar, kata Yanti, mereka menangis tersedu-sedu dan langsung mendatangi dia. Terutama anak perempuannya.

"Ketakutan waktu itu anak-anak saya itu. Mereka menangis menayakan ayahnya ke mana," katanya.
Dua hari sudah suaminya tidak pulang. Yanti menambahkan, anak-anaknya masih mencari ayahnya. Bahkan, saat hendak mau tidur anak perempuannya mencari ayahnya. Bahkan, anak perempuannya itu kadang menggigau mencari ayahnya.

"Anak yang cewek ini paling dekat sama ayahnya. Sering nangis dia nanya ayahnya di mana. Kadang ngigau juga dia mencari ayahnya," ujarnya.

Ni mengatakan, sangat rindu kepada ayahnya.

"Setiap malam atau mau tidur, saya pasti dikeloni ayah. Ini ayah nggak tahu di mana. Adek rindu sama ayah," ujarnya.

Ia pun bercerita, tiap pagi ayahnya kerap membangunkannya, mengajak dia bermain sebelum berangkat sekolah dan terkadang mengantarkanya ke sekolah.

Takut ke Rumah


Yanti menceritakan, dia dan anak-anaknya saat ini masih takut kembali ke rumah mereka. Rumah mereka sudah digeledah Densus-88. Akibatnya kondisi rumah mereka di Jalan Platina II masih berantakan.

"Sudah diobrak-abrik rumah kami. Sampai sekarang kami enggak berani pulang. Anak-anak masih takut. Saya pun masih takut. Belum kami bereskan sejak mereka geledah. Saya belum tahu kapan kami kembali ke rumah kami itu," katanya.

Yanti menjelaskan, keseharian suaminya adalah pelatih karate semenjak tidak lagi menjadi anggota TNI AD.

Semasa menjadi TNI AD, Yanti mengatakan, suaminya bekerja di bagian perbekalan TNI AD di Belawan.

"Iya, dahulu tentara sebelum dipecat. Bagian perbekalan dia sebelumnya di Belawan. Setelah lepas dari penjara, dia pun mengajar karate," ujarnya.

Khawatir Diabetes Suami


Nila Wati, istri Azzam, mengaku, keluarganya tidak tahu di mana keberadaan suaminya. Yang dia tahu, suaminya ditangkap polisi bersama Reza, yang datang ke rumahnya mengantarkan obat diabetes.

"Saudara Reza datang ke rumah mengantar obat diabetes, jam delapan kalau nggak salah itu. Saya kurang tahu persis jamnya. Kemudian mereka permisi mau pergi mencari sabut kelapa. Sabut kelapa yang untuk keset kaki itu, untuk keperluan latihan karate," ujarnya.

Nila menyampaikan bahwa sejak ditangkap, dia tidak pernah mendapat kabar tentang keberadaan suaminya. Surat penangkapan atau pemberitahuan dari polisi tidak pernah ia terima.
Karena khawatir, ia mendatangi Mapolda Sumut. Apalagi suaminya mengidap penyakit diabetes, sehingga dia sangat khawatir kesehatan suaminya.

"Saya khawatir suami saya tidak makan obat diabetes. Tiap hari dia harus makan obat itu. Obat yang diabetes yang dimakannya, jenis herbal," ujar Nila. Ia menambahkan, sangat berharap segera tahu keberadaan suaminya, agar bisa memberi obat diabetes yang dibutuhkan suaminya.
"Khawatir kambuh diabetesnya. Sampai sekarang saya tidak dapat kabar suami saya ada di mana," ujarnya.

Sepengetahuannya, suaminya adalah pelatih karate dan setiap hari menghabiskan waktu melatih karete di berbagai organisasi.

Terpisah, istri Reza, yang mengenakan cadar cokelet tidak mau banyak memberi ketengan. Ia mengatakan, apa yang dijelaskan istri Azzam dan FUI Sumut sudah cukup.

"Tidak usah, tadi kan sudah dijelasakan. Tidak usah yah," ujarnya seraya menjauh dari wartawan dengan menggendong anaknya.



BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional, Olahraga Hingga Gosip Artis

Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
Labels: Berita Terkini, Slider

Thanks for reading Anak Terduga Teroris Mengigau Tiap Malam Cari Ayahnya. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top