Tempat Sampah Jadi Incaran Pencuri, Pemko Meniru Warga Pakai Keranjang Bambu


BERITA GOOGLE - Anyaman bambu yang biasanya jadi tempat buah atau sayur dimanfaatkan warga menjadi tempat sampah.

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution pun mengaku telah mengetahui hal tersebut sejak lama. Ia mengaku swadaya masyarakat menyediakan tempat sampah tersebut bukan karena Pemko Medan tak menyediakan tempat sampah. Menurutnya, tempat sampah yang disiapkan Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan kerap hilang dicuri oknum masyarakat.

"Selesai melayat, kalau tak salah April, saya keliling lihat banyak keranjang sayur. Ini bagus, tahan lama dan dari segi ekonomis sangat murah," kata Akhyar di ruang kerjanya, Selasa (6/6).

Akhyar lantas mencari tahu harga keranjang tersebut. Menurut dia soal harga sebetulnya tak jauh berbeda dari tempat sampah umumnya, yakni harga baru di kisaran Rp 15 ribu dan bekas Rp 6.000.
Saat ini, keberadaan keranjang sampah tersebut sudah menjadi perbincangan di para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Pemko, kata dia, berencana menambahnya di masing-masing kecamatan.

"Kami bukan tak punya uang, tapi efektivitas. Ini sudah dibicarakan di pimpinan SKPD. Masyarakat berkorbanlah (beli sendiri), tak sampai satu bungkus rokok, kok," sambungnya.

Sekadar informasi, tempat sampah yang kerap hilang dicuri terbuat dari atom dan plastik. Tak hanya masalah rawan kehilangan tempat sampah, Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga sedang fokus dalam kepemilikan tempat penampungan sampah sementara (TPS) sampah.

Pemko juga baru saja membebaskan lahan di sekitar pemakaman umum Jalan Jamin Ginting sebagai lokasi TPS.

"Kami baru punya satu. Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang masih mencari tiga lahan untuk TPS," kata Kadis Kebersihan dan Pertamanan Muhammad Husni.

Dalam 2017, Dinas Kebersihan dan Pertamanan menargetkan ada tujuh lokasi TPS. Dengan jumlah tersebut Husni berjanji sampah tak akan berserakan di berbagai kawasan Kota Medan.
Tanpa Ada Sosialisasi

Warga Jalan Letda Sujono mengaku tak pernah memperoleh penyuluhan atau sosialisasi agar menyediakan tempat sampah secara swadaya. Tempat-tempat sampah yang berbahan dasar anyaman bambu mereka beli sendiri.

"Tidak ada sosialisasi-sosialisasi. Tempat sampah saya beli, ya, karena memang tidak disediakan," ujar Farida Hanum, pedagang makanan di sekitar Jalan Letda Sujono.
Farida menjelaskan tempat sampah itu ia beli Rp 8.000. Sedangkan setiap bulan ia membayar uang kepada petugas pemungut sampah sebesar Rp 10 ribu.

Wakil Wali Kota Akhyar Nasution mengatakan, Pemko Medan bukan tak memiliki anggaran menyediakan tempat sampah bagi warga. Namun, tempat sampah yang disediakan kerap hilang.


BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional, Olahraga Hingga Gosip Artis

Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
Labels: Berita Terkini, Slider

Thanks for reading Tempat Sampah Jadi Incaran Pencuri, Pemko Meniru Warga Pakai Keranjang Bambu. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top