Awalnya Siswi SMA Ini Cari Pacar untuk Taruhan Saja, Selanjutnya Sangat Menyedihkan


BERITA GOOGLEMinimnya pengetahuan soal sex education membuat D, remaja dari Ciawi, Bogor, Jawa Barat, akhirnya diperkosa oleh pacarnya sendiri.

Awalnya karena kenalan sama cowok biar enggak kalah taruhan sama teman-teman. Setelah itu, D merasa seperti berada di bawah pengaruh cowok itu hingga enggak bisa lepas, sekalipun dia tahu tindakannya salah.

Yuk baca curhatannya D yang waktu berumur 18 tahun diperkosa dan merasa terintimidasi oleh pacar hingga hamil dan mengalami KDRT.

Berawal dari taruhan iseng

Waktu SMA, aku dan teman satu geng kebetulan jomblo semua. Iseng-iseng kita taruhan pas menjelang Valentine. Kalau yang enggak punya pacar, ntar harus traktir.

Sebenarnya aku enggak lagi pengin pacaran, aku jadi bimbang gitu harus deketin siapa. Trus, ada satu cowok yang nginep di rumah tetanggaku tapi aku enggak kenal.

Entah dari mana dia bisa dapat nomor hape aku. Awalnya aku enggak kepikiran mau deket sama dia. Tapi karena takut kalah taruhan, aku jadi merespons SMS dia. Palingan juga buat pacaran satu atau dua minggu gitu.

Pas SMS-an seminggu, dia sudah agresif gitu. Aku enggak pernah kepikiran punya hubungan serius dengan dia.

Sampai suatu hari, waktu itu pulang sekolah. Sebelumnya aku enggak pernah main ke rumah cowok, ini pertama kali aku main ke rumah cowok.

Di rumahnya kebetulan ada ibu sama neneknya. Pas aku ke situ, orangtuanya baik-baik aja. Trus aku dipanggil ke loteng. Kupikir ada ruangan lain, tapi ternyata itu kamar dia. Aku sempat takut sih berduaan aja sama dia.

Entah apa yang terjadi, aku enggak tahu tiba-tiba kita sudah melakukan hubungan seks. Pas aku sadar, aku merasa sakit. Aku ingat dia merangkul aku, setelah itu aku merasa gelap gitu, kayak pingsan.

Aku lupa apakah waktu itu dikasih minum atau apa. Waktu itu aku nangis, eh tapi dia malah ketawa.
Merasa di bawah pengaruh

Sejak kejadian itu, aku seperti merasa di bawah kontrol dia. Mungkin aku keburu takut orang nge-judge aku. Sejak pacaran, kita jarang jalan. Dia kayaknya cuma pengin melakukan hubungan seks aja.

Aku kayak terkontrol sama dia. Bahkan aku jadi pengin nyamperin dia terus. Aku enggak menikmatinya. Aku tahu itu salah tapi aku enggak tahu harus ngapain. Dia juga pernah merekam aku waktu berhubungan seks.

Sebenarnya orangtuaku sudah melarang, teman-temanku juga. Aku sendiri sebenarnya tahu dia sering modusin cewek lain. Tapi aku enggak bisa ngapa-ngapain.

Aku seperti kehilangan diri akulah selama beberapa saat itu. Aku sadar sama tindakanku, tapi dia kayak punya kuasa sama aku.

Aku tahu aku bahagia sama teman-temanku, tapi aku malah milih dia dan prioritasin dia. Sampai aku melupakan orangtua. Padahal kalau dipikir-pikir, enggak ada apa pun yang bisa aku dapetin dari dia. Senang-senang aja enggak, karena dia tujuannya cuma seks doang.

Dia juga pernah ngomong yang nyakitin aku. Soalnya waktu pertama kali melakukan hubungan itu, aku memang enggak keluar darah. Aku sudah yakinin kalau aku belum pernah ngelakuin ini sebelumnya, tapi dia enggak percaya.

Akhirnya aku pasrah aja. Aku tahu aku rugi, dan aku merasa aku kayak orang bodoh. Dia bahkan lebih mentingin dirinya sendiri. Teman-temanku juga sudah ngingetin kalau dia bahaya, tapi aku seperti di bawah pengaruh dia.

Akhirnya hamil

Sampai aku kuliah, aku masih pacaran sama dia. Aku enggak bisa lepas padahal tahu kalau aku dieksploitasi. Aku punya minat belajar yang tinggi dan aku enggak pengin ngecewain orangtua, tapi entah kenapa aku malah pengin hamil.

Ketika hamil, aku nyembunyiin dari orangtuaku. Kebetulan waktu itu aku kuliah di Bogor. Rasanya stres banget, dan dia juga cuek, sama sekali enggak peduliin aku.

Aku baru jujur sama orangtuaku waktu aku sudah hamil sekitar tujuh bulanan. Mamaku nangis dan papaku marah banget.

Bahkan aku sampai ditendang oleh om aku. Soalnya selama ini aku memang enggak pernah macam-macam, suka di rumah aja, dan ibuku juga guru BK, makanya aku tertekan banget. Lingkungan keluargaku memang religius, di lingkungan rumahku juga gitu, dan seks ini tuh hal yang tabu di sana.

Akhirnya, bareng nenekku, kita nyamperin rumah dia. Di depan aku sih orangtuanya kaget dan marah sama anaknya. Tapi aku bisa ngelihat kalau ibu dia tuh jijik sama aku.

Soalnya dia memang sering lihat aku main ke rumah. Tapi dia enggak tahu gimana perlakuan anaknya yang sebenarnya, bahkan sampai nanya ‘kamu yakin mau tanggung jawab?’ Itu enggak adil banget.

Aku pengin ngomong tapi bisanya cuma diam. Kalau saja saat itu aku udah ngerti, pas yang pertama mungkin aku sudah visum ke rumah sakit.

Setelah nikah dan menunggu aku melahirkan, aku dititipin ke rumah saudaraku di daerah Cisarua. Di desa gitu. Aku agak sedih sih di situ. Sampai akhirnya aku melahirkan. Ketika pulang lagi ke rumah, aku enggak nyaman karena di-judge sama lingkunganku. Akhirnya, sih, aku tinggal sama dia.”

Kesulitan ekonomi & KDRT

Kita akhirnya tinggal bareng, tapi dia masih enggak berubah. Aku yang awalnya di rumah enggak kerja apa-apa, sekarang semuanya harus urus sendiri. Aku kan pemalu, jadi buat berbaur sama tetangga gitu merasa canggung.

Tapi akhirnya aku coba usaha sendiri, apalagi dia sempat enggak kerja setahun. Aku bahkan sampai menjual kalung hadiah ulang tahun dari orangtuaku. Kalau aku ada uang, suka diambil sama dia, padahal niatnya untuk anakku. Pokoknya bener-bener susah, deh. Saking stresnya, berat badanku sampai 39 kg aja.

Aku juga mengalami KDRT. Aku pernah melawan sekali, tapi dia malah ngadu ke orangtuanya. Orangtuanya ngomong ke orangtuaku dan aku yang kena jadinya. Trus, dia kembali mukul aku, nendang juga.

Anakku juga pernah jatuh. Aku diam aja karena pengalaman sekali itu. Akhirnya aku enggak tahan dan pulang ke rumah. Eh dia enggak jemput aku. Akhirnya kita mutusin untuk cerai.

Setelah itu, aku mencoba buat menata hidupku lagi. Aku kembali kuliah dan sekarang aku bekerja sebagai guru. Aku masih sedikit trauma, gimana kalau murid-muridku tahu?

Aku juga mempersempit pergaulan karena malu kalau ketemu orang, termasuk sama saudara yang kecewa sama aku. Namun, setelah pisah aku enggak pernah sedih sudah kehilangan dia.

Aku harus survive, karena jadi single parent itu tabu di sini. Orang-orang di sini mendesakku buat menikah lagi, tapi untungnya ibuku mendukungku untuk kuliah lagi.”

Pentingnya sex education

Sex education, terutama di usia remaja, itu memang penting banget. Karena dengan demikian, kita jadi tahu mana yang benar dan boleh untuk dilakukan, juga sebaliknya.

Kita bisa membentengi diri dengan ilmu dan pengetahuan, sehingga enggak tertipu.

Aku merasa tertipu karena enggak tahu apa-apa. Karena itu, aku merasa penting banget kita paham soal sex education, setidaknya untuk melindungi diri kitalah. Jangan sampai deh kejadian kayak aku.

Dengan mendapatkan sex education, kita jadi lebih paham soal kekerasan seksual. Karena mungkin saja apa yang terjadi pada D akan terjadi pada kita, dikarenakan minimnya pemahaman akan hal ini.

Sedihnya, pelaku kekerasan seksual enggak hanya melibatkan orang asing, karena kadang pelakunya mungkin saja orang terdekat dengan kita, yaitu pacar.

Komnas Perempuan di tahun 2011 dulu mencatat sebanyak 1405 kasus kekerasan seksual dalam pacaran.

Sayangnya, jumlah ini meningkat. Di tahun 2014, tercatat ada 1748 kasus kekerasan seksual dalam pacaran. Sedangkan Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan UNICEF, 1,5 juta remaja Indonesia mengalami kekerasan seksual dalam waktu satu tahun terakhir. Untuk melihat fakta-fakta menyedihkan soal pelecehan dan kekerasan seksual di usia remaja, bisa dilihat di sini.

Dampak kekerasan seksual seperti pemerkosaan sangatlah mengerikan dan mengancam masa depan korban. Sebab, kekerasan seksual merusak fisik (cacat, kematian), psikis (depresi, trauma), seksual (rusaknya organ seksual) dan relasi sosial (pengucilan, dampak dari stigamtisasi).

Selain itu, juga mempengaruhi pendapatan ekonomi dan pendidikan korban kekerasan seksual. Lihat di sini untuk membaca fakta menyedihkan soal kekerasan seksual dalam pacaran.




BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional, Olahraga Hingga Gosip Artis


Labels: Cerita Mengharukan, Slider

Thanks for reading Awalnya Siswi SMA Ini Cari Pacar untuk Taruhan Saja, Selanjutnya Sangat Menyedihkan. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top