Dipimpin Imam Perempuan, Masjid di Jerman Picu Kemarahan Muslim


BERITA TERKINI - Sebuah masjid baru telah dibuka di Berlin, Jerman akhir bulan Juni lalu. Keberadaan masjid yang dianggap paling liberal tersebut telah semakin menambah ketegangan hubungan antara Jerman dan Turki, dan memicu kemarahan dunia muslim. Bahkan otoritas agama di Mesir telah mengecam masjid yang disebutnya tidak Islami itu.

Masjid bernama Ibn-Rushd-Goethe tersebut didirikan oleh seorang wanita keturunan Turki, Seyran Ates (54), yang juga menjadi imam di masjid tersebut. Nama masjid tersebut merupakan penggabungan dua nama tokoh dari dua negara dan agama berbeda. Yang pertama adalah Ibn Rushd yang merupakan tokoh Islam yang lahir di Kordoba, Spanyol. Satunya lagi adalah penulis Jerman bernama Johanna Wolfgang Goethe.

Masjid yang menyewa sebuah ruangan di dalam Gereja Lutheran tersebut, menerima semua muslim dari berbagai sekte untuk beribadah. Ates mengatakan, dirinya ingin menciptakan sebuah tempat di mana Sunni, Syiah, Alawiyah dan bahkan para anggota komunitas LGBT bisa beribadah berdampingan. Bahkan, bila di masjid pada umumnya tempat laki-laki dan perempuan dipisah, di masjid Ibn-Rushd-Goethe, mereka boleh beribadah dengan berdampingan.

Ates yang merupakan pengacara dan aktivis HAM itu, telah sejak lama menantang interpretasi konservatif agama Islam, yang menurutnya sudah tidak lagi relevan dengan kehidupan era modern.

Keberadaan masjid ini mengundang kemarahan banyak muslim di dunia yang menyebutnya "menjijikkan dan berdosa karena tidak menghormati unsur-unsur kunci keyakinan Islam". Otoritas agama di Mesir, Dar al-Ifta al-Masriyyah telah mengeluarkan fatwa yang menyebut masjid Ibn-Rushd-Goethe sebagai "serangan terhadap Islam." Institusi Al-Azhar di Mesir juga menyebut masjid tersebut "inovasi agama yang tidak disetujui oleh syariat Islam".

Badan urusan agama Turki, Diyanet juga ikut mengomentari masjid baru tersebut. Disebutkan bahwa masjid itu tidak sejalan dengan prinsip ibadah, metodologi ataupun pengalaman selama lebih dari 14 abad. Bahkan menurut Diyanet, masjid tersebut hanyalah eksperimen yang dimaksudkan untuk merusak agama Islam.

Komentar Diyanet pun direspons tegas oleh pejabat-pejabat Jerman. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Martin Schafer menegaskan bahwa pemerintah Jerman melindungi hak-hak rakyat Jerman untuk secara bebas menjalankan agama mereka.

"Saya ingin sangat jelas dalam menolak semua komentar yang dengan jelas bermaksud mencabut hak-hak orang di Jerman untuk secara bebas menjalankan agama mereka dan membatasi kebebasan mengeluarkan pendapat," tegasnya.




Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
Labels: Berita International, Slider

Thanks for reading Dipimpin Imam Perempuan, Masjid di Jerman Picu Kemarahan Muslim. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top