728x90 AdSpace


Latest News
Sabtu, 08 Juli 2017

Duh, Wakil Bupati Sanksi Tegas dr Riris yang Asyik Main Ponsel saat Pasien Mau Berobat


BERITA TERKINI - Dokter jaga Pusat Kesehatan Masyarakat (Pukesmas) Berastagi, Kabupaten Karo, Riris Magdalena, Tanah Karo dibebastugaskan.

Pembebastugasan dr Riris terkait paut dengan tindakannya yang asyik bermain telepon seluler (ponsel) saat pasien butuh pertolongan.

"Saya minta ditangani kepala puskesmas dulu, karena saya masih di Jakarta. Nanti pulang dari Jakarta akan saya panggil dr Riris Magdalena. Dan mungkin saat ini kami istirahatkan dulu dari tugasnya," kata Wakil Bupati Karo, Corry Sebayang, Jumat (7/7/2017).

Tindakan Riris yang tak acuh tersebut, menuai amarah dari anak pasien, Martalena boru Girsang.

Martalena, yang mengaku tak bisa menahan marah, menggebrak meja Riris.

Ia kemudian memposting tindak dokter Riris di Facebook.

Hanya dalam hitungan jam, postingan Martalena jadi viral.

Status pemilik akun Facebook Martalena Girsang memprotes sikap dokter di Puskesmas Berastagi yang cuek atau tidak acuh pada pasien kritis. Status diunggah, Rabu (5/7/2017) puklul 13.11 WIB, dan menjadi viral yang menghebohkan kalangan warga net. (Facebook/Martalena Girsang)

Dan, Riris sempat meminta maaf di kolom komentar status Martalena.

Tindakan tak etis yang dilakukan Riris tenyata sampai ke telinga Wakil Bupati Karo, Corry Sebayang.

Ia kemudian berkomunikasi dengan Kepala Puskesmas Berastagi dr Aminah.

Corry meminta ada kebijakan terbaik terkait tindakan Riris.

"Mungkin nanti kami pindahkan ke polikninik lain. Artinya, saya tidak dapat menjawab secara keseluruhan tentang tindakan Pemerintah Kabupaten Tanah Karo secara benar. Apalagi, saya belum ketemu dokter Riris Magdalena," ujarnya saat dihubungi, Jumat (7/7/2017).

Sebelumnya, warganet heboh, karena Riris cuek dan sibuk main ponsel saat pasien membutuhkan perawatan medis.

Informasi perilaku Riris tersebut diunggah pemilik akun Facebook Martalena Girsang.

Martalena menyampaikan, saat ayahnya, BDJ Girsang, mengeluh sesak napas tidak mendapat pelayanan medis yang ramah di Puskesmas Berastagi.

"Saya spontan mengebrak meja dokter Riris Magdalena. Kekesalan saya tidak bisa tertahan saat dokter asyik main handphone dan cuek sama pasien," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jalan Udara, Gang Tambah, Berastagi, Kamis (6/7/2017).

Usai membaca pemberitaan media online dan membaca status Facebook Martalena, Corry menghubungi Aminah.

Corry mengaku, memberikan amanat supaya menangani kasus tersebut.

Menurutnya, permasalahan itu meluas, karena keluarga pasien panik orangtuanya sesak napas. Apalagi, saat itu, Riris bermain ponsel.

Tapi sebenarnya, dokter memang duduk karena tidak mungkin angkat pasien.

Selain itu, katanya, ada dugaan saat keluarga pasien menyapa, Riris sedang pegang handphone sembari menunggu pasien diangkat.

"Saya belum ketemu dengan dokter Riris dan pihak pukesmas. Sebenarnya saya kurang tahu dokter Riris Magdalena ngomong apa saja kepada pasien. Tapi, sebenarnya Pukesmas Berastagi terbaik di Tanah Karo, dokternya begitu aktif dan pimpinannya juga bermasyarakat," ujarnya.

Ia juga sudah melihat pembicaraan, antara dokter Riris dengan Martalena di Facebook.

"Tadi sudah berteleponan dengan kepala pukesmas. Saya tanya memangnya sudah kamu tanya anak buah kamu bagaimana? Jadi, memang dokter Riris ada bilang kepada keluarga pasien, kenapa enggak dibawa ke rumah sakit bila seperti ini keadaannya?" katanya.

Ia menjelaskan, sebenarnya niat Riris baik, saat mempertanyakan kepada keluarga pasien agar membawa ke rumah sakit baik.

Apalagi, peralatan medis di pukesmas terbatas alias tidak lengkap.

Ia mengungkapkan, pasien yang menderita sesak napas akan cepat mendapat oksigen bila dibawa ke rumah sakit.

Karena itu, dokter menyarankan keluarga pasien supaya mebawa pasien ke rumah sakit, agar dapat penanganan medis secara bagus.

Rapat

Sedangkan, Aminah mengatakan, rapat bersama seluruh staf Pukesmas Berastagi, kemarin.
"Seluruh petugas yang bekerja pada saat itu sudah dimintai keterangan. Dalam rapat itu, benar dr Riris Magdalena mengakui ada mengucapkan kata-kata yang mengecewakan keluarga pasien," katanya.

Dalam rapat itu, lanjutnya, Riris menyatakan sudah mohon maaf lewat media sosial Facebook. Jadi, sementara waktu, Riris tidak melayani pasien di Pukesmas Berastagi.

"Keputusan ini diambil mengindari kesalahan serupa. Ke depan, saya sebagai Kepala Pukesmas, akan berjuang mengembalikan image supaya masyarakat percaya lagi pada pelayanan Pukesmas Berastagi," ujarnya.

Dia bertekad, seluruh petugas Pukesmas Berastagi tidak akan pernah mengabaikan pasien. Pukesmas akan tetap memberikan pelayanan secara bagus dan profesional. Tapi, ia tidak bisa memastikan berapa lama Riris dibebastugaskan.

"Tapi pada intinya, dokter Riris dibebaskantugaskan sampai ada keputusan lanjutan dan suasana dingin. Artinya, mengindari, kemarahan masyarakat atau memperparah kondisi," katanya.

Ia mengklaim, keputusan pembebastugasan tersebut demi kebaikan Riris, supaya dapat menenangkan diri usai dirisak ribuan netizen.

Apalagi, Riris mengalami trauma.

Namun, ia menolak permintaan Beritagoogle.com, yang ingin melakukan wawancara dengan Riris.

Ia juga tidak berkenan memberikan nomor ponsel Riris, karena khawatir menimbulkan konflik.



Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Duh, Wakil Bupati Sanksi Tegas dr Riris yang Asyik Main Ponsel saat Pasien Mau Berobat Rating: 5 Reviewed By: BG