Ini Bar Pertama yang Buka di Mosul usai Bebas dari ISIS


BERITA GOOGLE Lampu berkedip-kedip di atas pintu masuk bangunan di Kota Qaraqosh, Mosul, Irak utara. Tepat di bawah lampu yang berkedip itu terpajang tulisan Arab yang bermakna “Selamat datang”.

Di dalam bangunan tersebut, lantai-lantainya berkarpet. Lampu-lampu dipajang rendah. Suara gemerisik pipa air menyertai percakapan sunyi di antara pria yang minum bir dalam kelompok kecil.

Bangunan itu adalah bar pertama yang buka di Mosul setelah kota itu terbebas dari kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Sembilan bulan yang lalu, Kota Qaraqosh jadi medan perang antara pasukan Irak dan ISIS.

Pelanggan bar rata-rata warga non-muslim setempat yang pulang setelah tiga tahun melarikan diri secara massal saat para militan ISIS menguasai kota mereka dan mengeluarkan ultimatum; membayar pajak, masuk Islam, atau mati.

Ada juga beberapa warga muslim yang jadi pengunjung bar. Mereka menikmati kebebasan untuk minum dan merokok, yang sebelumnya dilarang ketika kota mereka dikuasai ISIS.

Mereka datang ke bar itu untuk beristirahat dari konflik nyata yang suram. Di antara pelanggan, ada pelanggan muslim dan Kristen yang melakukan percakapan.

”Sulit untuk melupakan bahwa sampai sekarang ada orang-orang di bawah reruntuhan,” kata Abu Khalid, 45, seorang warga muslim dari Mosul, yang berbagi sebotol vodka rasa lemon dengan dua orang temannya pada siang hari.

”Kenapa kita minum? Jadi, kita bisa melepaskan masalah kita,” lanjut Khalid yang mengenakan busana tradisional Arab, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/7/2017). ”Alkohol melonggarkan lidah.”

Pemerintah Irak mengumumkan kemenangan atas ISIS di Mosul beberapa pekan lalu. Namunm, butuh waktu lebih lama bagi orang-orang Mosul untuk pulih dari pendudukan ISIS.

Banyak kerabat, rumah dan mata pencaharian yang hilang. Selain itu juga dibutuhkan rekonsiliasi di antara komunitas yang berbeda yang jadi tantangan besar bagi warga Mosul.

Pemilik bar, Abu Firas, berharap agar pembukaan usahanya itu kembali menghidupkan kota dan membantu membalikkan eksodus populasi non-muslim.

Dia telah menutupi bekas-bekas peluru di dinding dengan poster yang mengiklankan bir. Menurutnya, ada lubang besar yang dibuat militan ISIS di belakang wastafel dapur bar-nya. Lubang besar itu memungkinkan orang-orang bergerak tanpa terdeteksi ke dalam toko di sebelahnya.

”Hari demi hari itu (bisnis) semakin membaik,” katanya optimistis. Meski demikian, ISIS masih berpotensi kembali ke kota itu dengan taktik pemberontakan seperti pengeboman karena "kekhalifahannya" telah berantakan. Abu Firas tidak gentar menghadapi kemungkinan itu.”Kami tidak takut,” katanya.

Sekitar 400 keluarga kini telah kembali ke Qaraqosh—juga dikenal sebagai Hamdaniya—yang merupakan pemukiman Kristen terbesar di Irak. Sebelum kota itu diambil alih ISIS jumlah populasi warga Kristen lebih dari 50.000 orang.

“Saya mencintai kota saya. Saya ingin kembali,” kata seorang pelanggan bar yang duduk dengan tiga temannya saat beristirahat untuk memperbaiki rumah yang dibakar oleh militan ISIS.

Pelanggan baru berusia 49 tahun itu kembali ke Irak 15 hari yang lalu dari Eropa, di mana dia melarikan diri dari invasi ISIS. ”Saya belum memutuskan apakah akan kembali ke Prancis atau tinggal di sini,” kata pria yang meminta untuk tetap tidak disebutkan namanya.

Perhatian utamanya adalah keamanan. Menurutnya, bukan ISIS lagi yang membuatnya khawatir. Bahayanya, kata dia, adalah kekerasan antara kelompok paramiliter yang bersaing yang sekarang berpatroli di jalan-jalan Qaraqosh dan daerah sekitarnya. Pekan lalu, dua milisi Kristen bentrok di kota tersebut.

Pada catatan yang lebih positif, pelanggan mengatakan bahwa kehadiran warga muslim di bar itu menunjukkan bahwa koeksistensi damai dengan orang-orang Kristen masih dimungkinkan.

Dia kemudian mengakui, bagaimanapun, bahwa kepercayaan antara kedua komunitas itu rusak karena tak sedikit warga muslim di desa-desa di kota itu terpaksa mendukung ISIS.

Bar itu terbuka untuk orang luar hanya sampai pukul 20.00 malam. Setelah itu, hanya pelanggan Kristen yang diterima. 



BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional, Olahraga Hingga Gosip Artis


Labels: Berita International, Slider

Thanks for reading Ini Bar Pertama yang Buka di Mosul usai Bebas dari ISIS. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top