Ini Dasar Hotel Le Grandeur Mangga Dua Larang Bajaj Sampai ke Lobi


BERITA GOOGLE - Manajemen Hotel Le Grandeur menegaskan bajaj secara aturan memang dilarang masuk sampai ke depan lobi. Hal ini disampaikan menanggapi protes tamu hotel, Jericho Firman Prasetyo lewat media sosial yang menjadi viral.

"Untuk sekarang aturannya tidak bisa, private space ada aturan yang berlaku," ungkap Direktur Komunikasi Marketing Hotel Le Grandeur, Erwina Lemuel saat berbincang dengan detikcom, Minggu (2/7/2017).

Diakui Erwina, aturan tersebut memang bukan dalam bentuk perda. Dia menyatakan, pelarangan bajaj masuk ke dalam kompleks hotel merupakan norma kewajaran yang ada di ibu kota.

"Kita ke mal, gedung besar, ke Istana Negara, hotel bintang 5, bahkan motor pun tidak diperkenankan masuk ke lobi. Aturan itu norma yang berlaku, ada tertulis dan tidak tertulis. Saya akui ini tidak ditulis seperti itu," ucapnya.

Erwina menerangkan soal aturan yang dimaksud. Isinya adalah hanya roda empat pengangkut tamu yang diperkenankan menurunkan penumpang di depan lobi hotel, seperti mobil pribadi atau taksi.

"Hanya menurunkan dan tidak boleh berhenti. Tidak boleh menunggu tamu. betul-betul hanya drop off," kata Erwina.

Manajemen Hotel Le Grandeur mengingatkan, ada tamu-tamu lain yang juga perlu diperhatikan. Sehingga apabila ada permintaan dari salah seorang tamu, hal tersebut jangan sampai membuat tamu lainnya menjadi dirugikan.

"Ada tamu-tamu lain yang perlu dijaga. Apakah dia tamu minta A tapi melanggar B. Aturan kan dibuat agar sama-sama nyaman. Tolong jangan dipikir bajaj dilarang ada kaitannya dengan diskriminasi sosial," jelas dia.

Erwina menegaskan, melihat pelarangan bajaj masuk hotel tidak bisa hanya dari satu perspektif belaka. Dia memastikan, aturan manajemen Hotel Le Grandeur yang berada di kawasan Mangga Dua, Jakarta itu bukan karena bajaj identik dengan kaum kecil.

"Banyak komentar bajaj identik dengan orang miskin. Ini dilarang bukan karena kelas sosial. Kita atau hotel, kami tahu betul tamu apa pun latar belakangnya dilayani dengan baik. Tapi kita ada aturan, untuk tamu sesama hotel juga," ucap Erwina.

Ada beberapa pertimbangan pelarangan bajaj masuk ke hotel dilakukan. Erwina menegaskan, sebagai manajemen pihaknya harus menjaga tempatnya sebaik mungkin. Alasan pertama dasar pelarangan bajaj masuk hingga depan lobi hotel karena dianggap akan mengganggu tamu.

"Hotel mana pun, mal mana pun sama. Kalau ada orang naik taksi juga turun, jalan kaki. Saya tanggung jawab menjaga. Kemudian dulu identik bajaj suara berisik, itu kan mengganggu tamu," tuturnya.

Foto: Jericho dan anak-anaknya di dalam bajaj Jakarta (Facebook Jericho Prasetyo)

"Ketiga mohon maaf, tidak semua pengendara bajaj taat aturan. Kita bahkan mobil dilarang menunggu di lobi, kecuali ada kesepakatan khusus contohnya ada wedding, kita tidak se-kaku itu," imbuh Erwina.

Dia juga menegaskan masalah antara pihak hotel dan Jericho sudah diselesaikan langsung saat peristiwa terjadi yakni pada 27 Juni lalu. Erwina menyayangkan tetap memposting dokumentasi peristiwa itu melalui Facebooknya.

"Sayangnya pada post beliau yang bersangkutan tidak klarifikasi kalau masalah sudah selesai," tukas dia.

Baca juga: Penjelasan Hotel Le Grandeur Soal Bajaj Dilarang Sampai ke Lobi

Sementara itu Jericho saat dikonfirmasi detikcom mengaku, sebenarnya dia tidak mau memperpanjang masalah. Hanya saja salah seorang anaknya mengingatkan tidak ada rambu atau keterangan larangan bajaj masuk ke kompleks hotel.

"Artinya jika saya mau counter balik, bahwa tanda larangan harus dipasang seperti di Markas TNI, selalu ada tanda lepas kacamata hitam atau (tanda) kacamata dicoret," ujar Jericho terpisah, Minggu (2/7).

Jericho sendiri menuliskan protesnnya di akun Facebook miliknya, Jericho Prasetyo pada 29 Juni 2017. Ada dua video peristiwa yang dia cantumkan beserta tulisan itu. Unggahannya menjadi viral di jejaring Facebook. 

Namun kemudian dia menghapus postingannya tersebut. Hanya saja tulisan dan video unggahannya itu sudah kadung viral disebar ke mana-mana. Tulisan itu diberi tanda #DISKRIMINASI #BAJAJ.

Dalam video pertama, nampak bajaj biru itu dikemudikan oleh sopir berbaju putih dan bertopi. Jericho dan ketiga anaknya duduk di kursi belakang. Jericho berkaus kuning, dua anak perempuannya berkaus hijau, dan satu anak laki-lakinya berkaus hitam. Mereka melambaikan tangan ke kamera yang dipegang Jericho. 

Sesampai di area hotel di bilangan Mangga Dua Jakarta itu, Jericho mengajak sopir bajaj untuk tak ragu masuk saja sampai depan pintu lobi hotel. Pertama-tama, si sopir dipersilakan untuk memencet mesin karcis.

"Ndak apa-apa, terus aja," kata Jericho kepada sopir untuk terus melajukan bajaj sampai depan pintu lobi hotel itu.

Namun ada satpam berbaju setelah biru tua menyergah bajaj berisi Jericho dan anak-anaknya ini untuk menurunkan penumpang di depan lobi. "Nggak boleh, Pak. Nggak boleh masuk," kata satpam.

"Loh, kok nggak boleh? Tahunya dari mana? Wong saya tamu," kata Jericho.

Satpam kemudian menjawab, "Iya, iya. Bapak tamu. Ini khusus kendaraan, Pak. Bukan bajaj," kata satpam. 



BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional, Olahraga Hingga Gosip Artis

Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
Labels: Berita Terkini, Slider

Thanks for reading Ini Dasar Hotel Le Grandeur Mangga Dua Larang Bajaj Sampai ke Lobi. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top