728x90 AdSpace


Latest News
Sabtu, 08 Juli 2017

Jawaban Mati Kutu Hary Tanoe Kenapa SMS Jaksa Yulianto yang Tangani Kasus Mobile 8


BERITA TERKINI - CEO MNC Group sekaligus Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, membela diri usai diperiksa delapan jam oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2017).

Hary Tanoe diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan pengancaman melalui SMS kepada jaksa Yulianto.

Yulianto merupakan kasubdit JAM Pidsus Kejaksaan Agung yang menangani kasus dugaan korupsi pembayaran restitusi pajak PT Mobile 8 Telecom 2007-2008.

Hary Tanoe yang tiba pukul 09.00 WIB, baru meninggalkan lantai 2 kantor Dittipidsiber tempat pemeriksaan pada pukul 05.10 WIB.

Ia menemui para awak media yang telah menunggu di lantai satu kantor Dittipidsiber. Lantas, Hary Tanoe menyampaikan keterangan pers perihal pemeriksaannya.

Lebih 20 orang mengerubungi Hary Tanoe saat memberikan keterangan pers ke awak media.
Sebagian merupakan wartawan dari perusahaan media MNC Group.


Selain Hotman Paris Hutapea, beberapa pemred dan direksi dari MNC Group juga berada di sekeliling Hary Tanoe.

"Jadi, kepada para media, teman-teman wartawan semua, saya baru saja diperiksa, sudah selesai," kata Hary Tanoe saat memberikan keterangan pers.

Hary Tanoe mengatakan, dari tiga SMS yang dikirimkannya, dirinya sama sekali tidak pernah bermaksud mengancam jaksa Yulianto.

Ia pun mengaku tidak punya kapasitas untuk melakukan itu karena tidak mempunyai kekuasaan.

Dan menurutnya, isi atau pesan dalam SMS yang dikirimkannya kepada jaksa Yulianto itu bersifat umum.

"Saya menyampaikan (isi SMS ke jaksa Yulianto), salah satu tujuan saya masuk politik antara lain, memberantas oknum-oknum...Saya ralat, antara lain memberantas oknum-oknum yang semena-mena dan transaksional, abuse of power," tutur Hary Tanoe.

"Jadi, itu memang sudah sering saya katakan. Ya kalau saya keliling daerah terus saya menyampaikan visi misi partai, itu sudah bisa saya sampaikan seperti itu. Karena kalimatnya itu jamak dan umum," sambungnya.

Menurut Hary Tanoe, sangkaan melakukan pelanggaran pasal 29 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektrobik (ITE) juncto pasal 45B UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan UU ITE Nomor 11/2008, kepada dirinya, adalah tidak tepat.

Sebab, delik pasal 29 itu mengatur kesengajaan seseorang mengirimkan informasi elektronik berisi ancaman kekerasan, atau menakut-nakuti yang ditujukan kepada pribadi. Sementara, pasal 45B-nya menjelaskan bahwa ancaman tersebut mengakibatkan adanya kekerasan fisik, psikis, dan kerugian materi.

Dengan begitu, Hary Tanoe merasa dirinya tidak melakukan pelanggaran atas pasal-pasal tersebut.
"Kalau di sini mengakibatkan kekerasan fisik kan tidak, kemudian kerugian materil juga tidak. Sudah jelas. Kalau misalkan kekerasan psikis, ya harus dibuktikan, apakah SMS seperti itu bisa membuat seseorang terganggu mentalnya, misalnya," papar Hary Tanoe.

Penjelasan bersifat pembelaan diri ini pernah disampaikan Hary Tanoe kepada awak media saat dirinya diperiksa sebagai saksi untuk kasus ini di Kantor Dittipidsiber, pada 12 Juni 2017.

Dan meski mengaku tidak bermaksud mengancam jaksa Yulianto, sampai saat ini Hary Tanoe tidak pernah menjelaskan latar belakang apa yang membuatnya mengirimkan SMS-SMS tersebut kepada jaksa Yulianto, yang notabene-nya adalah pimpinan tim penyidik kasus PT Mobile 8 Telecom, dan dia sebagai salah satu pihak berperkara.

Hary Tanoe sempat memberikan kesempatan wartawan yang hadir untuk bertanta. Pertanyaan wartawan yang dijawab Hary Tanoe hanya yang mengenakan seragam MNC.

Pertanyaan mereka di antaranya adalah ada atau tidaknya kriminalisasi atas penetapan tersangka Hary Tanoe, dan ada tidaknya kaitan antara kasus SMS ini dengan sikap politik Partai Perindo yang tidak mendukung Ahok saat Pilgub DKI Jakarta.

Hary Tanoe menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tapi, saat seorang wartawan mengenakan pakaian bebas menanyakan tentang praperadilan penetapan tersangka dirinya, Hary Tanoe menolak menjawab.

"Cukup ya," katanya.

"No comment," timpal Hotman Paris.

Bahkan, saat seorang wartawan yang mengenakan seragam stasiun tv bertuliskan Metro TV bertanya, Hary Tanoe bergegas memasuki mobilnya, Alphard hitam B 153 LT.




Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Jawaban Mati Kutu Hary Tanoe Kenapa SMS Jaksa Yulianto yang Tangani Kasus Mobile 8 Rating: 5 Reviewed By: BG