Jenderal AS: ISIS Runtuh, Baghdadi Lolos karena Informasi Bocor


BERITA GOOGLEKelompok ISIS di Irak dan Suriah telah runtuh dibongkar dengan puluhan ribu anggotanya tewas. Namun, pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi, lolos dari maut setelah informasi penting dibocorkan media.

Hal itu diungkap pejabat utama Pentagon, Jenderal Tony Thomas, dalam Forum Keamanan Aspen di Colorado, Amerika Serikat (AS).

”Kami benar-benar telah membongkar jaringannya,” kata Jenderal Thomas, yang berbicara tentang al-Baghdadi.

“Maksud saya setiap orang yang bekerja untuknya pada awalnya sudah tewas atau hilang. Semua orang yang melangkah ke ‘piring’ berikutnya sudah tewas atau hilang,” lanjut Thomas.

”Kita telah membunuh, dengan perkiraan konservatif, 60.000 sampai 70.000 pengikutnya, tentaranya.”

Dalam sebuah wawancara luas yang dimoderatori Catherine Herridge dari Fox News, Thomas, yang memimpin Komando Operasi Khusus, mengatakan bahwa timnya "sangat dekat" dengan Baghdadi setelah serangan tahun 2015 yang menewaskan menteri minyak ISIS, Abu Sayyaf. 

Penggerebekan saat itu juga menjaring istri Baghdadi, yang memberikan banyak informasi yang bisa ditindaklanjuti.

”Itu adalah keunggulan yang sangat bagus. Sayangnya, itu bocor di sebuah surat kabar nasional terkemuka sekitar seminggu kemudian dan pemimpin tersebut lolos dari maut,” papar Thomas, yang dilansir Sabtu (22/7/2017).

“Tantangan yang kita hadapi dalam hal di mana dan bagaimana taktik serta prosedur kita didiskusikan secara terbuka. Ada kebutuhan besar untuk menginformasikan publik Amerika tentang apa yang kita lakukan. Ada juga kebutuhan besar untuk mengenali hal-hal yang benar-benar akan melemahkan kemampuan kita untuk melakukan pekerjaan kita,” imbuh Thomas.

Bocoran media yang dimaksud Thomas diduga adalah laporan New York Times pada bulan Juni 2015 yang merinci bagaimana badan intelijen Amerika telah mengambil informasi berharga.

”Wawasan baru dihasilkan oleh hasil tangkapan—empat sampai tujuh terabyte data, menurut seorang pejabat—termasuk bagaimana pemimpin bayangan organisasi Abu Bakr al-Baghdadi, beroperasi dan mencoba untuk menghindari pelacakan pasukan koalisi,” tulis New York Times dalam laporannya saat itu.

Thomas juga memberikan rincian baru tentang kampanye militer di Libya. Fox News melaporkan pada tahun 2015 bahwa setengah lusin operator senior ISIS pergi ke Afrika Utara untuk mendirikan “satelit” ISIS.

”Mereka merebut Libya sebagai negara gagal. Mereka menyatakannya sebagai provinsi. Perkiraan kami adalah bahwa pada satu titik, mereka memiliki 1.500 sampai 2.000 orang yang terletak di kota tepi pantai bernama Sirte. Mereka tidak ada lagi,” kata Thomas.

Mengomentari laporan media bahwa CIA mengakhiri sebuah program rahasia untuk mempersenjatai pemberontak anti-Assad di Suriah, Thomas mengatakan bahwa  laporan yang pertama kali diterbitkan Washington Post itu adalah salah. Laporan itu menyebut, langkah CIA itu untuk menenangkan Moskow.

Thomas mengatakan bahwa arahan dari atasannya, Menteri Pertahanan James Mattis, sangat jelas.

”(Arahan) itu; 'kalahkan ISIS’,” kata Thomas mengutip arahan Mattis. ”Sekarang (arahannya); 'musnahkan ISIS’. Saya pikir dia meletakkan istilah non-doktrinal di luar sana untuk sedikit dikompresi. Kita semua mendapat pesannya,” imbuh Thomas. 




BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional, Olahraga Hingga Gosip Artis


Labels: Berita International, Slider

Thanks for reading Jenderal AS: ISIS Runtuh, Baghdadi Lolos karena Informasi Bocor. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top