Begini Asal-usul Lomba Balap Karung Hingga Bisa Populer Sebagai Lomba 17-an


BERITA GOOGLESemarak memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus, kita biasa disuguhkan dengan aneka ragam perlombaan yang memicu kreatifivitas maupun solidaritas.

Salah satu lomba 17an yang biasanya kita jumpai misalnya lomba balap karung.

Dilansir dari laman Wikpedia, balap karung merupakan salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia.

Dalam lomba balap karung ini, sejumlah peserta diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlomba siapa yang paling cepat sampai ke garis akhir.

Meskipun sering mendapat kritikan karena dianggap memacu semangat persaingan yang tidak sehat dan sebagai kegiatan hura-hura, balap karung tetap banyak ditemui di setiap event tak hanya lomba 17-an saja.

Lomba balap karung juga diapresiasi oleh pendatang dari luar negeri dengan langsung terlibat dalam perlombaan ini.

Menilik sejarahnya bagaimana lomba ini bisa populer, berdasarkan berbagai literatur yang BeritaGoogle.com temukan ternyata adalah pengaruh dari Belanda.

Pada sekolah-sekolah yang didirkan misionaris Belanda, mereka biasa mengadakan lomba balap karung di setiap perayaan negeri kincir angin.

Biasanya lomba ini menyasar anak-anak dengan usia 6-12 tahun.

Alhasil lomba balap karung kemudian populer bahkan hingga ke kampung-kampung.

Seiring perkembangan zaman dan diusirnya Belanda dari Indonesia, tradisi lomba balap karung ini tetap dipertahankan.

Bedanya lomba ini tidak digelar untuk perayaan negara Belanda melainkan perayaan kemerdekaan RI.

Begitupun, lomba ini tak hanya diikuti oleh anak-anak semata melainkan juga menyasar remaja atau orang dewasa.

Persyaratan untuk lomba balap karung sebenarnya tak begitu mengikat, namun biasanya beberapa syarat berikut ini harus dipenuhi:

1. Karung yang disediakan biasanya berupa karung ebras atau terigu (yang lebih lazim) dengan kapasitas 50 kilogram.

2. Pekarangan harus memenuhi sayarat dengan paling tidak berpanjang 16-20 meter dan lebar 3-4 meter.

3. Untuk lomba balap karung harus menggunakan sebidang tanah dengan garis sebanyak empat atau lima marka.

4. Biasanya peserta lomba balap karung bisa diisi oleh 4 atau 6 orang, namun hal ini tidak mesti berlaku tergantung jumlah peserta dan kebijakan panitia.

Aturan Main:

Lomba balap karung bisa dilakukan dengan sistem estafet ataupun individu.

Lantas, peserta mengikuti instruksi panitia lalu meloncat sekuat tenaga untuk mencapai finish terlebih dahulu dengan memegang sisi karung.

Mengapa lomba ini cukup populer?

Tak lain karena lomba balap karung menawarkan keseruan atau kelucuan dari peserta lombanya.

Begitupun lomba balap karung banyak dipercaya bisa menumbuhkan nilai sportivitas, kerja sama, kekeluargaan, dan kebersamaan.

Di mana nilai-nilai tersebut juga memiliki hubungan kuat dengan nilai kemerdekaan bangsa Indonesia.



BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional, Olahraga Hingga Gosip Artis


Labels: Sejarah, Slider

Thanks for reading Begini Asal-usul Lomba Balap Karung Hingga Bisa Populer Sebagai Lomba 17-an. Please share...!

Back To Top