728x90 AdSpace


Latest News
Kamis, 03 Agustus 2017

Di Dusun Ini Penculikan Anak Gadis Jadi Suatu Hal yang Wajar, Kok Bisa?


BERITA GOOGLEApa yang muncul di benak Anda bila mendengar kata "penculikan"?
Pada umumnya, setiap orang akan langsung berpikir tentang suatu tindakan kriminal bila mendengar kata tersebut.

Apalagi penculikan ini dilakukan terhadap seorang perempuan. Tentunya si pelaku akan berhadapan dengan hukum negara.

Namun, "penculikan" yang satu ini memiliki makna berbeda bagi masyarakat Suku Sasak. "Penculikan" ini tidak diartikan sebagai tindak kriminal.

Menurut seorang pemandu wisata budaya di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat bernama Talim, "penculikan anak gadis" merupakan bagian dari budaya Suku Sasak.

Kata Talim, "penculikan anak gadis" dalam budaya Suku Sasak tidak jauh berbeda dengan penculikan-penculikan pada umumnya.

Penculikan dilakukan oleh seorang lelaki terhadap seorang perempuan yang disukai dan hendak dinikahinya. Perempuan itu "diculik" dan dibawa ke luar desa hingga malam hari. Bahkan, ada juga yang "diculik" hingga keesokan harinya.

Penculikan ini merupakan tahap awal untuk mewujudkan pernikahan yang sah secara adat maupun agama. Sebab, setelah seorang anak perempuan berhasil diculik, maka orang tua perempuan tersebut harus segera menikahkannya dengan lelaki itu. Hal ini juga dikenal dengan istilah "kawin culik".

"Jadi kalau ada laki-laki yang suka sama perempuan, dia menculik perempuan itu untuk dibawa ke luar kampung sampai lewat semalam. Setelah orang tua si perempuan tahu anaknya diculik, maka keluarga akan melapor ke kepala dusun untuk dilanjutkan ke proses adat," kata Talim, Kamis (3/8/2017).

Talim mengatakan, penculikan ini merupakan bentuk perjuangan seorang lelaki terhadap seorang perempuan yang diidamkan menjadi istrinya. Budaya ini, katanya, masih dianut sampai sekarang.

"Seperti saya. Saya punya anak perempuan, nantinya ya anak saya itu juga akan diculik," katanya.

Menurut Talim, terdapat perbedaan antara kawin lari dengan kawin culik. Bila kawin lari didasari atas perasaan suka sama suka, kawin culik justru membolehkan adanya unsur pemaksaan terhadap seorang perempuan yang disukai.

Talim menambahkan, masyarakat di Dusun Sade tidak mengenal istilah lamaran atau tunangan.
"Tidak boleh melamar atau tunangan, karena melanggar adat," katanya mengakhiri.



BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional, Olahraga Hingga Gosip Artis


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Di Dusun Ini Penculikan Anak Gadis Jadi Suatu Hal yang Wajar, Kok Bisa? Rating: 5 Reviewed By: BG