728x90 AdSpace


Latest News
Kamis, 03 Agustus 2017

Gara-gara Foto S3ksi saat Menyusui, Putri Presiden Tuai Cibiran dari Orangtua dan Warganya


BERITA GOOGLEFoto anak perempuan termuda presiden Kyrgyzstan mengenakan pakaian dalam sambil menyusui bayinya memicu perdebatan mengenai masalah menyusui dan s3ksualitas.

Aliya Shagieva mengunggah foto di media sosial pada April lalu dengan keterangan 'Saya akan memberinya makan, kapanpun dan di manapun dia butuh makan'.

Dia kemudian mencabut unggahannya setelah dituding memiliki perilaku tidak bermoral.

Tetapi, dalam wawancara eksklusif dengan BBC, dia mengatakan, perdebatan itu menunjukkan adanya budaya hiperseksual terhadap tubuh perempuan.

"Saya diberi tubuh yang tidak vulgar. Ini fungsional, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan psikologi bayi saya, bukan untuk seksualitas," kata dia kepada BBC Kyrgyzstan.

Bukan hanya pengguna media sosial yang tidak setuju. Orangtuanya, Presiden Almazbek Atambayev dan istrinya Raisa, juga tidak senang.

"Mereka benar-benar tidak menyukainya. Dan ini sangat dipahami karena generasi yang lebih muda tidak terlalu konservatif seperti orangtua mereka," kata Shagiev, yang ditemui di kediamannya di pinggiran ibukota Kyrgyzstan, Bishkek.

Shagieva aktif di media sosial, termasuk mengunggah karya seni dan foto dirinya dan suami serta bayinya yang ditampilkan secara hati-hati, seringkali dengan latar belakang pemandangan.

Menyusui, merupakan tema yang berulang.

"Ketika saya menyusui anak saya, saya merasa harus memberikan yang terbaik untuk dirinya."

"Merawat bayi dan memenuhi kebutuhannya lebih penting bagi saya dibandingkan apa yang orang katakan mengenai saya," kata Shagieva.

Siapakah Aliya Shagieva?

Gulnara Kasmambetova, BBC Kyrgyz, menceritakan, dia mewawancarai Aliya Shagieva di flatnya yang terletak di distrik bergengsi di Bishkek bersama suami dan anaknya.

Gambar dan foto Shagieva digantung di dinding. Tanaman herbal tumbuh di pot-pot di kusen jendela; pasangan ini merupakan vegetarian, yang jarang dilakukan penduduk di negara pemakan daging tersebut.

Dalam konteks masyarakat tradisional Muslim pascaSoviet, Aliya Shagieva sangat berani dan berbeda.

Dia sangat terbuka, membagikan pengalamannya dimasa kecil yang kesepian karena orangtua yang sibuk.

Dia berbicara mengenai kesenjangan generasi dan upayanya untuk memahami dan berkompromi dengan orangtuanya, paling tidak mengenai aktivitasnya di media sosial.

"Ibu saya menerima pesan dari teman-temannya mengenai saya," kata dia. "Sekarang, saya sendiri merupakan seorang ibu, saya mengetahui apa yang ibu saya alami dalam membesarkan saya".

Aliya merupakan pendukung aktif anak-anak penyandang downs syndrome dan hak binatang, tetapi jelas tidak memiliki ambisi politik.

Orang-orang di Kyrgyzstan memiliki ingatan mengenai anak-anak dua presiden sebelumnya yang terlibat dalam politik dan bisnis - kedua pemimpin itu digulingkan.

Tetapi, pemimpin yang sekarang telah berjanji anak-anaknya tidak akan terjun ke politik.

Kyrgyzstan merupakan republik eks-Soviet yang berpenduduk mayoritas Muslim.

Secara sosial merupakan konservatif tetapi dapat menerima perempuan yang menyusui di depan publik.

Perempuan tampak di taman-taman atau tempat publik lain tengah menyusui bayi-bayi mereka tetapi biasanya berupaya dan menutup payudaranya menggunakan sepotong kain.

Ketika foto Shagieva diunggah, sejumlah pengguna media sosial berpikir tak perlu mengunggah sebuah foto momen yang intim; yang lainnya mencelanya karena tidak sopan.


Dan fotonya yang tengah menyusui menarik perhatian sampai di luar Kyrgyzstan - dipublikasikan oleh koran dan situs di sejumlah negara termasuk di Eropa.

Banyak pengguna media sosial memujinya karena mendobrak hal yang tabu seputar tubuh perempuan.

Pertanyaan mengenai menyusui di ruang publik menjadi debat di banyak negara, termasuk Inggris - di mana seorang perempuan diminta menutup payudaranya ketika menyusui bayinya di restoran terkenal di London Claridges Hotel pada tiga tahun lalu. Kasus itu memicu kemarahan.

Ketika BBC dalam berbagai bahasa menyiarkan wawancara dengan Aliya Shagieva, memicu perbincangan online.

Hasilnya menunjukkan, adanya perbedaan budaya dan praktik menyusui di negara-negara Muslim.
Perempuan dari Iran membagikan pengalaman mereka mengenai tekanan yang mereka rasakan ketika menyusui di ruang publik.

"Orang-orang menatap saya dari dekat, saya harus menutupi diri saya dan bayi atau membiarkannya lapar," kata seorang ibu di Teheran.

Perempuan lainnya memuji dibangunnya ruang ibu dan anak di Stasiun MetroTeheran.

Seorang perempuan dari Kabul, Afghanistan, Zarifa Ghafari, membagikan kisah dari keluarga besarnya, yang mengatakan, ibu-ibu harus pergi ke ruangan tersendiri untuk menyusui.

"Dia tidak dapat melakukannya di depan yang lain. Jika dia melakukan, dia akan menghadapi reaksi keras dari anggota keluarga yang lebih tua. Ini merupakan sebuah isu yang besar, tetapi secara perlahan ada perubahan budaya".

Perempuan Afghan lain, Nageen bercerita tentang pengalamannya belanja bersama dengan ipar perempuannya.

"Kami terpaksa membeli sejumlah hadiah jadi dia dapat menyusui bayinya di sebuah toko. Dia duduk di sana dan menutupi dirinya dengan sebuah selendang yang besar".


Seorang pengguna Facebook di Turki mengatakan, dia sendiri memilih menutupi payudaranya ketika menyusui bayinya.

"Saya tidak melakukannya di depan orang. Saya menggunakan penutup. Banyak orang yang masih terangsang dengan payudara".

Victoria Tahmasebi, seorang perempuan dan ahli studi gender di Universitas Toronto menulis cuitan:
"Dari sudut pandang kapitalis, payudara perempuan dapat menghasilkan keuntungan sepanjang mereka diseksualisasi."

"Menyusui di depan publik membuat payudara perempuan kurang seksi karena itu tidak dapat diterima".

Ketika foto Aliya Shagieva memicu debat - dia akhirnya mencabutnya karena orangtuanya khawatir terhadap sorotan "yang dapat membahayakan keluarga muda itu."

Tetapi itu tidak menghentikannya untuk berbicara, dan itu tidak menghentikan perdebatan.



BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional, Olahraga Hingga Gosip Artis


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Gara-gara Foto S3ksi saat Menyusui, Putri Presiden Tuai Cibiran dari Orangtua dan Warganya Rating: 5 Reviewed By: BG