728x90 AdSpace

Latest News
Rabu, 02 Agustus 2017

Teriakan Prabowo Saat Dipecat Habibie : “Presiden Apa Anda? Anda Naif!”


BERITA GOOGLE - Polemik pemecatan Prabowo kembali muncul. Kubu Prabowo bersikeras bahwa Prabowo itu tidak dipecat tapi diberhentikan secara hormat.

“Kok dipecat? Prabowo nggak pernah dipecat. Dia diberhentikan dengan hormat dari dinas militer,” kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad

Pemberhentian dalam militer hanya dikenal dua cara yaitu pensiun atau pemecatan. Pemecatan juga dibagi dua jenis yaitu pemecatan secara hormat dan pemecatan secara tidak terhormat. Jadi mau ngeles bagaimanapun, Prabowo tetap saja dipecat. Itu adalah fakta, bukan black campaign.



Ada beberapa fakta menarik soal pemecatan Prabowo. Presiden saat itu, Habibie yang mencopot Prabowo Subianto kala itu dari jabatan Panglima Kostrad. Cerita itu ditulis Habibie dalam Buku berjudul, Detik-detik yang Menentukan. Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi (2006).

Di halaman 111 buku tersebut terdapat cerita dialog Presiden BJ Habibie dengan Prabowo saat dilakukan pergantian Panglima Kostrad pada 23 Mei 1998. Prabowo menghadap BJ Habibie di Istana Merdeka untuk mempertanyakan pencopotan dirinya dari jabatan Pangkostrad.

“Ini suatu pengghinaan bagi keluarga saya dan keluarga mertua saya Presiden Soeharto, Anda telah memecat saya sebagai Pangkostrad,” kata Prabowo seperti dituturkan Habibie dalam buku

Ini sebenarnya cara berbicara yang sangat tidak sopan kepada Presiden. Apakah anda berani berbicara ke bos anda dengan pilihan kata-kata yang menantang seperti ini? Mungkin saja Habibie tidak sesangar Prabowo, tapi tetap saja, Habibie itu Presiden dan tetap harus dihormati. Kelanjutan percakapannya adalah :

“Anda tidak dipecat, tetapi jabatan Anda diganti,” jawab Habibie.

“Mengapa?” tanya Prabowo.

Habibie menjawab bahwa itu dilakukan karena dia mendapat laporan dari Panglima ABRI tentang adanya gerakan pasukan Kostrad menuju Jakarta, Kuningan dan Istana Merdeka.

“Saya bermaksud untuk mengamankan Presiden,” kata Prabowo.

“Itu adalah tugas Pasukan Pengamanan Presiden yang bertanggung jawab langsung pada Pangab dan bukan tugas Anda,” jawab Habibie kepada Prabowo.



“Presiden apa Anda? Anda naif!” jawab Prabowo dengan nada marah.

“Masa bodoh, saya Presiden dan harus membereskan keadaan bangsa dan negara yang sangat memprihatinkan,” jawab Habibie.

Lihat kan betapa ‘santunnya’ Prabowo? Presiden saja bisa sampai dibentak. Apalagi tindakan menggerakkan pasukan tanpa izin panglima saat negara sedang keadaan genting merupakan tindakan yang patut dicurigai. Untuk apa menggerakkan pasukan ke Jakarta?

Yang ingin dilengserkan rakyat adalah Soeharto, bukan Habibie. Selain itu Presiden juga dijaga oleh pasukan bersenjata, dan mereka memakai peluru tajam bukan sekedar gas air mata saja. Tidak ada alasan logis untuk menggerakkan pasukan dari luar Jakarta ke dalam Jakarta.

Teriakan Prabowo ‘Presiden apa anda? Anda naif!’ juga menunjukan bahwa diri Prabowo menyimpan amarah yang meledak-ledak. Mana mungkin orang sabar akan berani membentak panglima tertingginya.

Percakapan Habibie dengan Prabowo terus berlangsung memanas. Sampai akhirnya salah satu staf khusus Presiden Sintong Pandjaitan meminta, Prabowo meninggalkan ruangan karena Presiden Habibie akan menerima tamu berikutnya.

Tak lama setelah itu Dewan Kehormatan Perwira dibentuk dan menginvestigasi Prabowo tentang pelanggaran yang dilakukannya. Dewan Kehormatan Perwira pada akhirnya mengeluarkan surat keputusan Nomor KEP/03/VIII/1998/DKP. Isinya adalah sederet pelanggaran Prabowo dan menutup dengan rekomendasi pemecatan dari TNI.

Fakta diatas berdasarkan kepada buku yang ditulis oleh Habibie. Habibie tidak memiliki kepentingan apapun untuk menjatuhkan Prabowo melalui buku tersebut. Bahkan pokok pembahasan buku tersebut bukanlah pemecatan Prabowo, tapi tentang Reformasi.

Fakta pemecatan Prabowo yang paling tidak bisa dibantah adalah Prabowo berhenti dari militer karena rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira. Surat keputusannya ada, catatannya ada, hal ini tidak akan pernah bisa dibantah siapapun.

Prabowo memang sudah mulai mencari kawan untuk Pilpres 2019. Pertarungan memang belum mulai, tapi para partai sudah mulai melirik satu sama lain. Isu pemecatan Prabowo pun selalu ingin dipadamkan oleh kubu Prabowo. Pemecatan terdengar lebih buruk dibandingkan pemberhentian padahal kedua hal tersebut artinya sama.

Apalagi jika kita melihat kembali pernyataan Prabowo ke Habibie, apakah orang seperti ini pantas menjadi Presiden? Kepada Panglima tertingginya saja bisa kurang ajar, apalagi ke orang lain?

Akhir kata, mau mengelak seperti apapun, yang penting faktanya sudah jelas : Prabowo itu dipecat.



BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional, Olahraga Hingga Gosip Artis

Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Teriakan Prabowo Saat Dipecat Habibie : “Presiden Apa Anda? Anda Naif!” Rating: 5 Reviewed By: BG