Duterte: Jika Polisi Tak Berani, Saya yang Akan Tembak Penjahat!


BERITA GOOGLEPresiden Filipina Rodrigo Duterte mengaku bersedia untuk menembak penjahat dengan tangannya sendiri jika polisi tidak berani menjalankan tugasnya. Ancaman Duterte ini muncul setelah dia menghentikan peran polisi dalam perang anti-narkoba.

Pada bulan ini, Duterte resmi menghentikan peran Kepolisian Nasional Filipina (PNP) dari perang melawan narkoba yang telah memicu kritikan karena banyaknya orang yang terbunuh. Peran untuk memerangi narkoba di negara itu kini di tangan Badan Pemberantasan Narkoba Filipina (PDEA). 

Meski demikian, Duterte terkesan mempertanyakan kemampuan PDEA untuk menjalankan misinya.

”Mereka yang memperkosa anak-anak, yang memperkosa wanita, jika Anda tidak menginginkan polisi (bertindak), saya di sini sekarang. Saya akan menembak mereka. Itu benar! Jika tidak ada yang berani melakukannya, saya akan menarik pelatuknya,” kata Duterte seperti dikutip dari AFP, Minggu (22/10/2017).

Pemimpin Filipina yang dijuluki “The Punisher” atau “Penghukum” ini dia mempertimbangkan untuk membawa polisi kembali ke perang anti-narkoba dengan nama Oplan Double Barrel dan Oplan Tokhang. 

”Oke, mari kita lihat, enam bulan dari sekarang. Jika keadaan semakin memburuk lagi, saya akan mengatakan kepada kera ini: 'Kembalilah ke pekerjaan ini. Anda pecahkan masalah ini’," ujar Duterte yang menggunakan idiom kasar untuk para petugas polisi.

Sikap keras Presiden Duterte atas kejahatan telah meraih simpati dari banyak pendukungnya. Dia dianggap berhasil menepati janjinya saat kampanye pemilu bahwa dia akan melakukan tindakan keras terhadap kejahatan dan narkoba. Saat kampanye, Duterte sesumbar akan memberi makan ikan di Teluk Manila dengan 100.000 penjahat.

Pada bulan Januari lalu, perang anti-narkoba sempat dihentikan sementara setelah penculikan dan pembunuhan terhadap seorang pengusaha Korea Selatan oleh polisi “nakal” Filipina. Pengusaha Korea Selatan itu diculik dengan dalih operasi anti-narkoba.

Namun, tak lama kemudian, operasi anti-narkoba dijalankan lagi oleh pemerintah Duterte. Menurut Badan Informasi Filipina, hampir 4.000 orang yang otoritasnya disebut sebagai “pentolan” penjahat telah kehilangan nyawa mereka dalam perang yang dikobarkan Duterte. Kendati demikian, kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa jumlah korban yang sebenarnya jauh lebih besar.




BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional, Olahraga Hingga Gosip Artis


Labels: Berita International, Slider

Thanks for reading Duterte: Jika Polisi Tak Berani, Saya yang Akan Tembak Penjahat!. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top