Perjudian Rossi Berakhir Menyedihkan


BERITA GOOGLEPerjudian Valentino Rossi yang menggunakan kompon ban kering pada kualifikasi di Sirkuti Twin Ring Motegi telah menyebabkannya kehilangan tempat ideal di Grand Prix Jepang, Minggu (15/10/2017). Pasalnya, juara dunia tujuh kali di kelas utama MotoGP hanya mampu menempati posisi 12 dengan catatan waktu 1 menit 57.786 detik.

Rossi lebih lambat 4.317 detik dari Johann Zarco yang mengunci posisi pertama pada balapan seri 15 MotoGP, akhir pekan ini. Pembalap yang dikenal dengan julukan The Doctor sebenarnya punya peluang bagus untuk menyelesaikan balapan di posisi ideal, hanya saja ia kurang memperhitungkan penggunaan ban saat trek berada dalam kondisi basah.

Pada sesi latihan keempat misalnya. Rossi kehilangan kendali dan terjatuh di tikungan kedelapan. Itu adalah kali pertama ia terjatuh sejak kembali dari cedera kaki kanannya. Untungnya, kecelakaan itu tak memperburuk kondisi cederanya.

"Saya memiliki lebih banyak rasa sakit sekarang, tapi tidak apa-apa, saya sama sekali tidak melukai kaki. Jari saya seperti biasa memiliki perban, tapi itu bagus karena ini bisa dikatakan kecelakaan yang cukup membahayakan," ungkap Rossi seperti dikutip dari Crash, Sabtu (14/10/2017).

Sebenarnya Rossi sempat membuat usaha untuk memperbaiki motornya dengan bantuan petugas sirkuit. Tapi usahanya itu terkesan sia-sia lantaran ada banyak kerusakan yang terjadi. 

"Itu adalah motor balap saya dengan setting terbaik, jadi penting untuk lolos ke babak kualifikasi. Tapi sayangnya ada terlalu banyak kerusakan, jadi saya berusaha keras untuk tidak melakukan apapun!," terang Rossi.



BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional, Olahraga Hingga Gosip Artis


Labels: Slider, Sports

Thanks for reading Perjudian Rossi Berakhir Menyedihkan. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top