Setelah "Merantau ke Kota" Untuk Bekerja Selama 10 Tahun, Aku Kembali Ke Rumah. Namun, Aku Langsung Diusir Ketika Mereka Melihat "Penampilanku"!


BERITA GOOGLE - Namaku Yanti. Kedua orangtuaku meninggal sejak aku masih kecil sehingga aku tinggal bersama kakek, bibi dan kakak sepupuku. Namun, bibi dan kakak sepupuku suka mengerjai aku. Sering tidak memberiku makan, hanya kakek paling menyayangiku, ia akan membawakan makanan enak untukku. Mungkin karena hal ini, hubungan aku dan kakekku sangat baik.

Pada usiaku yang ke 16, aku sedang membuat keputusan antara sekolah atau bekerja. Meskipun aku ingin melanjutkan sekolah, namun kesehatan kakek semakin hari semakin menurun. Hanya mengandalkan kakek mengambil sampah juga tidak akan cukup membayar uang sekolahku.


Beberapa hari kemudian, aku telah membuat keputusan. Aku pun memberitahu kakek akan keputusanku. Ia sangat tidak setuju dan berkata, "Yanti, walaupun keluarga kita miskin, tapi pendidikan sangat penting."

"Tapi aku tidak ingin melihat kakek susah seperti ini. Aku ingin hidup kita lebih baik. Tenang saja, meski aku sudah kerja, aku akan terus belajar."

Kakekku tahu keputusanku tak akan berubah, mau tidak mau ia pun hanya bisa setuju.

Keesokan harinya, aku siap-siap mengemasi barangku. Kakek masuk ke kamar dan berkata dengan sedih, "Yanti, maafkan kakek. Bikin kamu jadi begini. Janji kepada kakek bahwa kamu akan menjaga dirimu baik-baik. Kalau tidak tahan, kamu bisa kembali, kakek akan tetap disini."

Aku juga tidak tega meninggalkan kakek. Apalagi melihat kakek sudah tua seperti itu. Namun, semua ini aku lakukan juga demi kakek. "Kek, tenang aja. Aku akan bikin kamu hidup lebih baik." Setelah itu, aku pun berangkat dan pergi ke kota.

Aku mendapat pekerjaan yang lumayan. Aku bekerja sangat keras dan sangat rajin. Tidak lama kemudian, aku mendapat rekomendasi dari atasan. Katanya jika aku diasah, aku akan mempunyai masa depan yang cerah.

Aku pun mengikuti bos kemana-mana dan belajar sangat banyak. Dalam masa-masa ini, aku juga perlahan mengenal banyak koneksi. Setelah terkumpul uang yang agak banyak, aku memutuskan untuk memulai bisnis sendiri.

Bertahun-tahun kemudian, akhirnya aku berhasil. Aku berusia 26 tahun dan sudah mempunyai pabrik sendiri. Meski tidak besar, namun aku menjalani kehidupan yang baik. Aku berpikir sudah saatnya kembali mencari kakek dan memberi kakek hidup yang layak.

"Bos, mau ganti baju dulu gak?" tanya supirku melihat bajuku kumel sehabis keluar dari pabrik. "Gak usah, langsung aja ke desa." kataku.

Aku menyuruh supirku untuk berhenti agak belakangan supaya tidak terlalu mencolok. Aku segera lari ke rumah dan berteriak, "Bibi, aku sudah kembali! Mana kakek?"
Sponsored Ad
Melihat aku memakai baju seperti itu, bibi berkata, "Kamu lihat kamu pakai baju apa. Sudah bertahun-tahun masih aja miskin. Malu-maluin aja!"

"Bi, kamu kok masih aja sama?" kataku kesal.

"Dasar miskin! Miskin! Miskin! Udah sono pergi, kami gak mengundang orang seperti kamu" kata saudara sepupuku.

"Aku datang untuk menjemput kakek. Kalian begini terhadapku, pasti menyesal." emosiku mulai naik. Apa-apaan mereka?

"Iya… kita bakal menyesal kok." tawa saudara sepupuku.

Saat ini, kakekku berjalan pelan keluar dan berkata gembira, "Yanti oh Yantiku telah kembali!"

Aku segera memeluk kakek melepas rasa rindu. "Tuh cucumu kembali. Udah pergi aja sono sama dia." kata saudara sepupuku sinis.

"Walaupun aku bersama Yanti hidup memungut sampah juga lebih bahagia daripada hidup sama anak tidak berbakti seperti kalian." Kakek juga ikut-ikutan marah.

Aku menelepon supirku untuk datang menjemputku. Supirku pun datang dengan mobil Mercedez Benz yang mengkilap. Ia turun dan memberi hormat kepadaku, lalu membukakan pintu mobil untuk aku dan kakek.

"Mulai dari hari ini, aku tidak ada hubungan apapun dengan kalian." kataku. Aku membantu kakek naik mobil dan langsung menyuruh supirku pergi, meninggalkan mereka berdua terkejut.

Hidup adalah sebuah perjalanan. Ia tak pernah lepas dari 2 kondisi, apakah angin sedang berpihak kepada kita atau angin sedang berpihak kepada orang lain. Roda nasib selalu berputar, tidak ada yang selalu diatas dan tiada pula yang selalu dibawah. Jangan pernah meremehkan orang lain. Kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok harinya.

Yuk, SHARE cerita ini kepada teman-temanmu!


Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang- undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id


BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Gosip Artis


Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
Labels: Cerita Mengharukan, Slider

Thanks for reading Setelah "Merantau ke Kota" Untuk Bekerja Selama 10 Tahun, Aku Kembali Ke Rumah. Namun, Aku Langsung Diusir Ketika Mereka Melihat "Penampilanku"!. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top