Pasar Natal di Jerman Diteror Bom Paku, Pengunjung Dievakuasi


BERITA GOOGLE - Aparat polisi Jerman mengevakuasi seluruh pengunjung pasar Natal di Kota Potsdam, Jerman. Evakuasi dilakukan setelah pasar itu diteror perangkat bom berisi paku.

Perangkat bom yang masih lengkap dengan lilitan kabel itu berhasil dijinakkan aparat keamanan pada hari Jumat.

“Polisi dikirim ke pusat Potsdam  karena ada paket mencurigakan (ditemukan di sana),” kata Departemen Kepolisian setempat dalam sebuah posting di Twitter.

Para polisi juga mengepung area sekitar pasar Natal dan meminta bantuan petugas khusus. Paket bom paku itu bekuran panjang 50 sentimeter dan lebar 40 sentimeter.

”Kecurigaan unit polisi USBV telah terkonfirmasi,” lanjut pihak kepolisian di Twitter. Laporan awal menyatakan, sebuah bahan peledak diduga ditanam di area sekitar pasar Natal.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, polisi memperluas area yang ditutup. Petugas polisi dengan pengeras suara mendesak orang-orang untuk mengosongkan area pasar dan mendesak masyarakat kota untuk menghindari pasar Natal untuk sementara.

Paket bom tersebut telah dikirim ke laboratorium yang terletak di dekat pasar Natal. Polisi belum mengetahui siapa yang meneror pasar dengan paket bom paku tersebut.

Juru bicara polisi setempat, Peter Meyritz, seperti dikutip Potsdamer Neueste Nachrichten, Sabtu (2/12/2017) mengatakan, perangkat bom itu dipenuhi paku.

Menurutnya, petugas farmasi yang ditugaskan di laboratorium membukanya paket bom yang didalamnya berisi perangkat kabel dan paku. 

”Mungkin ada paket lain yang serupa yang dikirim ke tempat lain di dekat pasar Natal," katanya, yang menambahkan bahwa polisi telah meluncurkan penyelidikan atas kasus ini.

Pasar Natal di Jerman Diteror Bom Paku, Pengunjung Dievakuasi
POSTDAM-Aparat polisi Jerman mengevakuasi seluruh pengunjung pasar Natal di Kota Potsdam, Jerman. Evakuasi dilakukan setelah pasar itu diteror perangkat bom berisi paku.
Perangkat bom yang masih lengkap dengan lilitan kabel itu berhasil dijinakkan aparat keamanan pada hari Jumat .
“Polisi dikirim ke pusat Potsdam  karena ada paket mencurigakan (ditemukan di sana),” kata Departemen Kepolisian setempat dalam sebuah posting di Twitter.
Para polisi juga mengepung area sekitar pasar Natal dan meminta bantuan petugas  khusus. Paket bom paku itu bekuran panjang 50 sentimeter dan lebar 40 sentimeter. 
”Kecurigaan unit polisi USBV telah terkonfirmasi,” lanjut pihak kepolisian di Twitter. Laporan awal menyatakan, sebuah bahan peledak diduga ditanam di area sekitar pasar Natal.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, polisi memperluas area yang ditutup. Petugas polisi dengan pengeras suara mendesak orang-orang untuk mengosongkan area pasar dan mendesak masyarakat kota untuk menghindari pasar Natal untuk sementara.
Paket bom tersebut telah dikirim ke laboratorium yang terletak di dekat pasar Natal. Polisi belum mengetahui siapa yang meneror pasar dengan paket bom paku tersebut.
Juru bicara polisi setempat, Peter Meyritz, seperti dikutip Potsdamer Neueste Nachrichten, Sabtu (2/12/2017) mengatakan, perangkat bom itu dipenuhi paku.
Menurutnya, petugas farmasi yang ditugaskan di laboratorium membukanya paket bom yang didalamnya berisi perangkat kabel dan paku.”Mungkin ada paket lain yang serupa yang dikirim ke tempat lain di dekat pasar Natal," katanya, yang menambahkan bahwa polisi telah meluncurkan penyelidikan atas kasus ini.



BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional, Olahraga Hingga Gosip Artis

Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
Labels: Berita International, Slider

Thanks for reading Pasar Natal di Jerman Diteror Bom Paku, Pengunjung Dievakuasi. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top