Uji Coba & Transplantasi Kepala" Telah Berhasil Dilakukan dan & Menggemparkan Dunia Kedokteran Modern.& Dokter, Saatnya Manusia yang Memegang Takdir


BERITA GOOGLE - Dunia kedokteran sekarang semakin maju, tingkat perkembangannya benar-benar melampaui perkiraan banyak orang! Sergio Canavero adalah seorang ahli bedah saraf dari Italia, baru-baru ini mengumumkan telah berhasil menyelesaikan transplantasi kepala pertama dalam sejarah manusia.

Sergio mengatakan pada sebuah konferensi pers pada tanggal 17 di Wina, Swiss bahwa operasi tersebut memakan waktu 18 jam dan operasi transplantasi kepala dilakukan pada dua badan yang berbeda. Setelah berhasil melakukan uji coba transplantasi kepala pada mayat, Sergio juga mempertimbangkan untuk ke depannya, operasi semacam ini juga besar kemungkinannya dilakukan pada orang-orang yang masih hidup.

Sergio mengatakan kalau manusia lahir, tumbuh, menjadi tua dan mati. Selama jutaan tahun, umat manusia telah berevolusi, dengan 110 miliar orang terbunuh dalam prosesnya. Menurut Sergio, proses evolusi sama dengan genosida massal. Namun, sekarang manusia sudah berada pada zaman dimana kita bisa menentukan takdir sendiri. Sergio berhasil melakukan operasi ini juga dibantu oleh tim medis yang dipimpin oleh ahli bedah tulang dari Harbin, Tiongkok yang bernama Ren Xiaoping. Tim Universitas Kedokteran Harbin kemudian akan membuka jadwal operasi transplantasi kepala dalam beberapa hari.

Hal yang paling penting dari operasi ini adalah memotong sumsum tulang belakang dengan pisau bedah yang tajam, kemudian mengeluarkan darah dari kepala orang yang melakukan transplantasi. Dengan hati-hati memotong kepala dari tubuh donator, dan dengan menggunakan sejenis plastik yang disebut polyethylene glycol (PEG) untuk menyambungkan sumsum tulang belakang pada penerima. Selain itu, perlu diketahui kalau suhu tubuh penerima dan donor harus diturunkan sampai antara 12 dan 15 derajat celcius untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil dalam keadaan tanpa sirkulasi darah.

Pasien kemungkinan besar akan mengalami koma selama berminggu-minggu setelah operasi, di mana sumsum tulang belakang juga perlu dirangsang oleh sengatan listrik untuk memperkuat hubungan antara kepala dan tubuh. Saat pasien sadar dari koma, dia akan bisa menyentuh wajahnya dan berbicara dengan suaranya sendiri, bahkan setelah melalui terapi fisik satu tahun akan bisa berjalan.

Walaupun semua orang mengatakan transplantasi kepala itu hal yang tidak mungkin, tapi operasi itu ternyata berhasil dilakukan. Tetapi, walaupun Sergio sudah mengklaim operasi itu berhasil, ahli medis lainnya masih mempertanyakan bagaimana pasien bisa bertahan hidup. Lagipula, kegagalan menyambungkan sumsum tulang belakang malah akan membuat pasien hidup dalam kelumpuhan.

Banyak ahli saraf lain menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa memperbaiki saraf tulang belakang yang terputus, bahkan jika memang operasi ini berhasil, tidak mungkin kepala yang ditransplantasi memiliki ingatan atau kepribadian yang sama seperti tubuh penerima. Salah satu dokter di Beijing bahkan berpikir bahwa memamerkan kesuksesan transplantasi kepala sama dengan menguatkan pernyataan bahwa Tiongkok adalah negara yang memiliki tingkat moral sangat rendah.

Tidak peduli pada kritikan banyak orang, Sergio sempat mengajukan rencana untuk melakukan uji coba pada manusia yang masih hidup di tahun 2013. Kemudian, seorang pria Rusia bernama Valery Spiridonov, seorang penderita penyakit saraf otot tulang belakang setuju pada tahun 2015 untuk menjadi orang pertama yang melakukan operasi transplantasi kepala. Tapi, karena lembaga ilmiah Eropa dan Amerika, serta pihak berwenang A.S. enggan mendukung operasi yang sangat berbahaya dan kontroversial ini, akhirnya Sergio pun memilih pergi ke Tiongkok untuk melakukan uji coba lainnya, dan Spiridonov pun gagal menjadi orang pertama yang menjalani transplantasi kepala.

Sebelum melakukan uji coba pada manusia, Sergio dan Ren Xiaoping sebelumnya melakukan uji coba pada monyet dan tikus, namun keduanya hanya bisa bertahan hidup beberapa waktu saja. Hasil uji coba lainnya, tikus yang dijadikan bahan uji coba memiliki waktu bertahan hidup rata-rata 36 jam, bisa mengedipkan mata, dan merasakan sakit.

Namun, tetap saja operasi semacam itu mendapat banyak kritik dari dunia luar dan mengatakan bahwa hal ini pada dasarnya adalah sebuah pelanggaran. Seorang ahli bedah saraf di Inggris bahkan mempertimbangkan kalau mengganti kepala hewan dengan kepala manusia bukanlah sebuah terobosan baru dan juga tidak mempunyai nilai ilmiah sama sekali.

Banyak orang merasa terkejut dengan penemuan baru di dunia kedokteran ini, ada pula yang merasa takut jika benar operasi semacam ini bisa dilakukan. Lalu, bagaimana dengan kalian? Apakah kalian setuju dengan operasi transplantasi kepala seperti ini?


BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Gosip Artis


Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
Labels: Berita Heboh, Berita International, Slider

Thanks for reading Uji Coba & Transplantasi Kepala" Telah Berhasil Dilakukan dan & Menggemparkan Dunia Kedokteran Modern.& Dokter, Saatnya Manusia yang Memegang Takdir. Please share...!

Sports

S

Sejarah

Kesehatan

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top