• Latest News

    Rabu, 31 Januari 2018

    Ternyata Orang yang Tega Mendorong Pacarnya yang Lagi Hamil ke Sungai Opak Guru Agama SD


    BeritaGoogle.com -  AS (20) satu diantara dua pelaku pembuangan perempuan di jembatan Kretek mengaku dirinya belum siap untuk bertanggung jawab atas janin yang dikandung korban, Septiana.

    Sehingga mengupayakan percobaan pembunuhan, dengan cara mendorong tubuh korban ke sungai Opak dari atas jembatan Kretek, Bantul.

    "Saya belum siap tanggung jawab," ujar AS sembari tertunduk, saat dimintai keterangan di Mapolres Bantul, Selasa (30/01/2018)


    Menurutnya, dirinya mengetahui bahwa korban tengah mengandung sejak usia kandungan berumur 3 bulan.

    Sejak itu, ia mengaku sudah berulang kali untuk berusaha menggugurkan janin yang dikandung korban.

    "Saya sudah tau (korban) hamil sejak usia (Kandungan) tiga bulan. Mau digugurkan tidak bisa. Percobaan pengguguran 4 kali," terang dia.

    Percobaan pengguguran yang dilakukan dirinya dengan cara meminumkan obat menstruasi yang di dapat dari seorang teman, namun selalu gagal.

    "Saya kasih obat menstruasi. Dapat dari teman," bebernya.

    Diketahui, antara korban dan pelaku, keduanya menjalin hubungan asmara hingga korban saat ini hamil 30 minggu atau setara 7 bulan kandungan.

    Sebelumnya, AS dan YR diduga menjadi dalang dalam upaya percobaan pembunuhan terhadap Septiana (20), dengan cara mendorong tubuh korban ke dasar sungai Opak dari atas jembatan kretek, pada Senin (29/01/2018) dini hari.

    Beruntung, saat kejadian tersebut, mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kota Surakarta tersebut bisa selamat dari maut dengan cara memeluk tiang penyangga Jembatan.

    Saat ini kondisi tubuhnya dan janin yang dikandung sudah membaik dan tengah menjalani perawatan medis.

    Guru SD

    AS (20) dan YR (20), kedua pelaku pembuangan perempuan di sungai Opak, tepatnya dari atas jembatan Kretek ternyata masih berstatus Mahasiswa.

    Bahkan, pelaku AS (20) yang merupakan kekasih korban, tercatat sebagai guru di salah satu sekolah Dasar di Klaten.

    "Untuk korban memang statusnya mahasiswi, para pelaku juga mahasiswa. AS pacar korban ini juga guru di SD, ia ngajar (mata pelajaran) agama," ujar Waka Polres Bantul, Kompol Mariska Fendi Susanto ketika memberikan keterangan di Mapolres Bantul, Selasa (30/01/2018)

    Dijelaskan Mariska, motif pemeriksaan awal terhadap pelaku, dugaan kuat percobaan pembunuhan dengan cara di buang di sungai Opak dipicu masalah asmara.

    Diketahui, korban saat ini tengah mengandung usia 30 minggu atau 7 bulan. Sehingga korban meminta pertanggungjawaban kepada pelaku.

    Namun, pelaku menolak dan rencananya hendak menggugurkan kandungan tetapi tidak bisa dan belum ada kata sepakat.

    "Oleh tersangka, korban kemudian direncanakan untuk dibunuh. Mereka (korban dan pelaku) sebelumnya juga sempat muter-muter kota Yogyakarta nyampe jembatan Kretek, dirasa pas, korban didorong ke sungai," terang Mariska.

    Dalam melancarkan aksinya, pelaku AS dibantu oleh seorang rekannya berinisial YR.

    Menuju lokasi kejadian, pelaku AS awalnya berboncengan dengan korban Septiana, kemudian YR mengendarai sepeda motor seorang diri.

    "Pelaku YR ini juga dekat dengan korban, dan pernah menjalin hubungan dekat, apakah mantan, masih kita dalami itu," bebernya.

    Sebelum mendorong korban ke dasar sungai, pelaku diketahui juga sempat merampas Handphone, power bank dan dompet milik korban.

    Setelah melancarkan aksinya, kedua pelaku kemudian membuang motor korban jenis supra nopol AD 3389 Es di sungai kecil sekitar lokasi kejadian.

    "Apakah ini percobaan pembunuhan, pembunuhan direncanakan atau tidak masih terus kita dalami," tuturnya.

    Setelah membuang pelaku dan motor korban dianggapnya selesai, kedua pelaku kemudian mencoba melarikan diri menuju kota Jakarta.

    "Awalnya pelaku ke Jakarta hendak menggunakan Kereta Api, mereka sudah pesan tiket, namun dibatalkan. Hingga akhirnya mereka menuju Jakarta menggunakan moda transportasi bus," terang perwira polisi berpangkat Melati ini.

    Sebelumnya diceritakan, setelah mengetahui adanya indikasi percobaan pembunuhan terhadap korban, petugas segera melakukan pengajaran terhadap pelaku ke rumahnya di Klaten, ternyata nihil karena kedua pelaku sudah terlebih dahulu kabur ke Jakarta.

    Petugas kepolisian kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk menghubungi pelaku dan segera menyerahkan diri.

    "Pelaku ini dihubungi keluarga, dan tersambung. Akhirnya ditengah jalan menuju Jakarta, pelaku menyerahkan diri di Mapolsek Ajibarang," ujar Kompol Mariska.

    Mendapati laporan kedua pelaku telah menyerahkan diri, petugas polres Bantul kemudian segera melakukan penjemputan di Mapolsek Ajibarang, Banyumas dan dibawa ke Mako polres Bantul.

    Saat ini kedua pelaku masih diamankan di Mapolres Bantul, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

    Dapatkan Info BERITA GOOGLE Setiap Hari Dengan LIKE PAGE FACEBOOK BERITAGOOGLE



    BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Gosip Artis


    Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Ternyata Orang yang Tega Mendorong Pacarnya yang Lagi Hamil ke Sungai Opak Guru Agama SD Rating: 5 Reviewed By: BG
    Scroll to Top