• Latest News

    Senin, 30 April 2018

    Harta Kakek ini "Dirampas, lalu Diusir" oleh Putranya Sendiri. Tak Disangka Ia Mendengar "Suara di Bawah Pohon" yang Mengubah Total Hidupnya!


    BeritaGoogle.com - Arifin adalah pria miskin, saat umur hampir setengah abad, beliau baru menikah. Suami istri ini lalu membuka toko kelontong dan hidup tenteram. Namun malangnya, sang istri meninggal setelah melahirkan seorang bayi laki-laki yang dinamai Heri.

    Arifin sangat sedih, namun tetap saja harus melewati hidup dan membesarkan anaknya yang masih bayi. Setiap hari pagi-pagi buta sekali, ia akan menggendong anaknya sambil berjualan. Pelan-pelan hasil kerja kerasnya membuahkan hasil, tokonya mulai ramai pelanggan dan ada sedikit tabungan untuk mencukupi hidup.

    20 tahun berlalu begitu saja, Heri tumbuh besar menjadi pria gagah dan tampan. Ia lalu menikah. Tak disangka setelah menikah Heri berubah. Dengan alasan agar bisa hidup makmur, Heri merebut toko kelontong, lalu mengambil alih surat kepemilikan rumah dan tabungan ayah kandungnya sendiri.

    Tak sampai 6 bulan, Heri mengusir ayahnya untuk tinggal di kandang babi. Ayahnya dengan berang meninggalkan anaknya yang tidak berbakti itu. Untungnya, berkat pengalaman bertahun-tahun di toko kelontong, Arifin mengenal banyak pengusaha yang bersedia meminjamkan uang untuk menyewa rumah. Sisa uang pinjamannya kemudian dipakai membeli stok untuk dijual kembali. Begitulah, kakek Arifin mulai menjajakan dagangannya di jalanan.

    Suatu malam yang dingin, tidak banyak pejalan kaki di jalanan, kakek Arifin berpakaian tipis, menggigil kedinginan. Ia lalu putus asa dan berjalan pulang mengarah ke kediamannya.

    Tiba-tiba ia mendengar suara tangisan bayi. Ia celingak ke kiri, celinguk ke kanan, tapi tak ada satu pun bayangan orang. Semenit kemudian terdengar lagi suara tangisan bayi, makin lama makin nyaring.

    Kakek Arifin lalu mencari sumber tangisan itu, menemukan sebuah keranjang yang diletakkan di bawah pohon di tepi jalan. Saat dibuka, seorang bayi laki-laki menangis meraung-raung, nampak kedinginan.

    "Orang tua macam apa yang membuang anak ini!" ujar kakek Arifin.

    Dia mengeluarkan anak itu dari keranjang, mengendongnya dan menghiburnya agar tidak menangis lagi. Tangisan anak itu mulai melemah. Kakek Arifin dalam hatinya berpikir bahwa kini ia masih harus membayar banyak utang, bila ditambah anak ini lagi, pengeluarannya akan bertambah banyak.

    Namun saat menatap wajah bayi itu yang merah karena kedinginan, kakek Arifin lalu memutuskan untuk membawanya pulang.

    Setibanya di rumah, kakek Arifin menatap bayi itu dengan saksama. Mungkin bayi ini sudah kecapekan menangis, apalagi rumahnya hangat, kini bayi itu tertidur pulas.

    Wajah kecil itu mulai membuat kakek Arifin teringat wajah kecil anaknya, Heri.

    "Ngapain masih pikirin anak nggak berbakti itu!" pikir kakek Arifin.

    Kakek Arifin lalu mulai membuka bungkusan kain yang membungkus bayi itu, mendapati bahwa kain yang dipakai adalah kain halus yang hanya mampu dibeli keluarga berada.

    Kakek Arifin menghela nafasnya. "Sudahlah, dulu juga dilewati dengan miskin dan aku masih bisa besarkan Heri dengan baik. Kamu tenang saja, nak, asalkan masih ada aku Arifin, kamu tidak akan kelaparan."

    Ia memencet pelan hidung bayi itu, tak disangka dari wajah bayi yang sedang tertidur pulas itu muncul senyuman manis. Kakek Arifin tersenyum bahagia melihat senyuman bayi itu.

    Sejak saat itu, Kakek Arifin menggendong bayi itu sambil berjualan. Anehnya, sejak memungut anak itu, dagangannya menjadi laris manis. Anak bayi itu suka tersenyum, wajahnya juga lucu dan tampan.

    Saat berdagang, kakek Arifin meletakkan bayi itu di dalam keranjang, di atasnya digantungi krincingan, saat krincingan berbunyi, bayi kecil itu akan tertawa senang.

    Pejalan kaki pun terpincut akan kelucuan bayi itu lalu membeli barang dagangan kakek Arifin. 2 bulan berlalu, kakek Arifin berhasil melunasi utang bahkan masih ada uang lebih untuk ditabung.

    Suatu hari, saat mau keluar rumah, sebuah mobil mewah tiba-tiba berhenti di depan rumahnya. 2 orang pelayan keluar, lalu sepasang pria tampan dan wanita cantik turun. Dari pakaiannya, kelihatan pasangan ini bukan orang biasa.

    Seorang wanita tiba-tiba menunjuk kakek Arifin, berkata, "Itu dia. Saya melihat dia menggendong pergi tuan muda." Kakek Arifin terperanjat kaget.

    "Maaf, Pak, boleh masuk berbicara sebentar?" pria tampan itu bertanya.

    "Oh..oh..iya.." Kakek Arifin tertegun lalu mengangguk bingung.

    Ternyata sepasang suami istri ini awalnya kabur dari rumah, keluarga sang wanita merupakan keluarga berada. Sebut saja namanya Kevin dan Michelle. Tak lama setelah kabur dari rumah, Michelle mengandung.

    Saat Kevin sedang bepergian keluar kota, keluarga Michelle tiba-tiba datang mencari mendapati Kevin tidak ada disana, salah paham  mengira Kevin tidak mau bertanggung jawab akan kehamilan Michelle.

    Keluarga Michelle lalu menyuruh pelayan membuang anak itu tak lama setelah melahirkan. Setiap harinya Michelle menangis karena tidak ada orang yang percaya akan kata-katanya. Untungnya Kevin segera kembali dan menyelesaikan kesalahpahaman itu. Kini mereka mencari keberadaan anak yang dibuang itu.

    Kakek Arifin mendengarnya namun masih tidak percaya, "kalian ada bukti apa kalau anak ini anak kalian?"

    Michelle dengan terbata-bata mengatakan, "di lengan kiri anak saya ada tanda lahir bulatan hitam."

    Kakek Arifin lega lalu tertawa, "Kalau begitu saya kembalikan anak itu kepada kalian. Tapi kalian harus janji untuk menjaga dan merawat anak itu sepenuh hati. Kalau tidak, saya tidak akan tinggal diam."Sepasang suami istri itu mengangguk, berlutut berterima kasih atas pertolongan kakek Arifin merawat anak mereka.

    Kakek Arifin segera membangunkan mereka, "Jangan begini, saya sangat bahagia dan bersyukur akan saat-saat bersama tuan muda kecil."

    Beliau lalu menyerahkan anak itu kepada ibunya, namun saat terlepas dari pelukan kakek Arifin, bayi itu langsung menangis. Mau gimanapun ibunya mendiamkannya, bayi itu tetap menangis dan malah semakin menjadi. Kakek Arifin lalu membantu mendiamkannya, saat bayi itu digendong kakek, tangisannya langsung berhenti dan bayi itu tertawa senang.

    Ayah ibu bayi itu tersenyum miris, setelah berdiskusi sejenak, mereka lalu bertanya kepada kakek Arifin, "Kelihatannya anak ini sudah terbiasa tinggal dengan bapak. Kalau bisa, apa Bapak mau tinggal bersama kami?"

    Kevin dan Michelle memohon dengan tulus, akhirnya kakek Arifin pun menyetujui permohonan mereka, ikut pulang ke kediaman mereka.

    Ternyata keluarga mereka adalah keluarga Sutomo, keluarga terkaya di kota. Kakek Arifin ditempatkan di rumah besar dan tak lupa ada beberapa pelayan yang ditugaskan untuk merawat kakek. Kakek Arifin tidak terbiasa tinggal tanpa bekerja, ia lalu meminta pekerjaan ke keluarga Sutomo. Beliau lalu ditugaskan mengurus supermarket terbesar di kota.

    Sifat kakek Arifin yang jujur dan tulus membuat bisnis supermarket itu semakin membaik. Keluarga Sutomo bahkan membagikan sebagian sahamnya ke kakek Arifin. Kali ini, kakek benar-benar hidup makmur, serba berkecukupan. Anaknya Heri sempat datang mencarinya berharap kecipratan kekayaannya, namun diusir dan pulang dengan tangan hampa.

    Kabarnya, istri Heri kabur dari rumah beserta selingkuhannya, uang-uangnya juga diambil ludes. Karena Heri juga malas, tokonya bangkrut dan ia jatuh miskin. Kini ia hanya mengemis demi melangsungkan hidup.

    Anak laki-laki yang dipungut kakek itu tumbuh besar dan dekat sekali dengan kakek Arifin, menyayangi dan menganggap beliau sebagai kakek sendiri. Di usia ke 98 tahun, pada suatu hari di musim semi yang hangat, Kakek Arifin tersenyum bahagia menutup mata untuk selamanya.


    Dapatkan Info BERITA GOOGLE Setiap Hari Dengan LIKE PAGE FACEBOOK BERITAGOOGLE



    BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Gosip Artis


    Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Harta Kakek ini "Dirampas, lalu Diusir" oleh Putranya Sendiri. Tak Disangka Ia Mendengar "Suara di Bawah Pohon" yang Mengubah Total Hidupnya! Rating: 5 Reviewed By: BG
    Scroll to Top