Video Bayi Ditato di Bagian Dada Dikecam, Sempat Meronta dan Menendangkan Kaki


BeritaGoogle.com - Sebuah video seorang bayi ditato menjadi viral di media sosial.

Melansir Daily Mirror pada Jumat (30/3/2018) video tersebut diambil di Vietnam.

Dalam video itu terlihat seorang bayi di tato di bagian dadanya.

Bayi tersebut sempat meronta, tetapi terlihat tangan wanita memegangi bayi tersebut.

Dalam video yang berdurasi 2,5 menit tersebut tampak bayi itu tidak menangis.

Namun, hanya menendangkan kakinya.

Melihat video itu, ratusan penggunakan Facebook di Vietnam marah.

Mereka mengecam tindakan tersebut sebagai kekerasan.

Chau Tran: Ini menjijikkan, orang tuanya harus ditemukan dan dimasukkan ke penjara.

Trần Ngân: Polisi Vietnam harus memburu orang tua bayi tersebut.

Tran Trang: Tuhan, ini sangat kejam. mengapa kamu melakukan ini?

Meski demikian, tidak semua orang percaya, video tersebut asli.

Nh Ng Nguyen: Tidak mungkin ini nyata. Itu adalah jarum yang menusuk kulit, anak itu akan menjerit.

Menurutnya, jika benar bayi tersebut ditato, bayi itu akan merasa kesakitan dan menangis.

Dapatkan Info BERITA GOOGLE Setiap Hari Dengan LIKE PAGE FACEBOOK BERITAGOOGLE



BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Gosip Artis


Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
Labels: Berita International, Berita Terkini, Video

Thanks for reading Video Bayi Ditato di Bagian Dada Dikecam, Sempat Meronta dan Menendangkan Kaki. Please share...!

Adv

 Kumpulan Daftar situs Website Poker Online Terpercaya Indonesia | SitusWebsitePoker.com

Berita Indonesia

Berita Heboh

Sejarah

Kesehatan

Entertainment

Sports

S
Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms
Back To Top