• Latest News

    Selasa, 24 Juli 2018

    Ini MEDAN BUNG !!! Tanjung Gusta Punya Toko Jajanan


    BeritaGoogle.com - Satu blok di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan yang dihuni para terpidana atau tahanan kasus korupsi diduga memiliki fasiltias berlebih dibandingkan  pidana umum.
    Terdapat kasur empuk, pemanas air mandi, penanak nasi, bahkan warung atau toko jajanan untuk memenuhi kebutuhan tahanan. Pihak Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumut Priyadi masih menganggapnya sebagai hal wajar.
    "Beginilah kondisi kami, satu kamar dua orang. Saya tidur di bagian paling depan, sedangkan teman saya di belakang. Kasurnya ini (sembari memperlihatkan kasur lipat) dan mereka berpakaian tidak begitu rapi," ujar seorang narapidana tipikor asal Labuhanbatu saat diperiksa petugas di tengah penggeledahan, Minggu larut malam.
    Setelah mendengar penjelasan itu, Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com masuk ke dalam kamar yang kondisinya tidak ada berlebihan. Tak ada gorden di setiap pintu. Bahkan, pintu menuju kamar pun tidak ada gorden berwarna putih.
    Sedangkan kamar sejumlah mantan pejabat di lantai bawah terlihat gunakan gorden serta kasur springbed. Lalu, lampu kamar yang terang.
    Sementara itu, sejumlah kamar di lantai atas tidak demikian. Kamar mantan Bupati Batubara OK Zulkarnain saja yang kondisinya bagus.



    Kondisi salah satu kamar di sel tahanan kasus korupsi. (Tribun Medan/Risky Cahyadi)
    "Saya terkena kasus korupsi pengadaan kapal, yang tangani kejaksaan, dahulu jabatan sebagai kepala dinas. Sekarang ini, sudah tidak punya apa-apa," katanya.
    Senin kemarin Tribun Medan  memberitakan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kanwil Sumut mengerahkan 200 personel dari berbagai Lapas untuk menggeledah Lapas Tanjung Gusta dan Rutan Tanjung Gusta.
    Sel terpidana pejabat dan pengusaha yang terjerat asus korupsi merupakan sasaran utama, yakni mantan Wali Kota Rahudman Harahap, mantan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, dan pengusaha Sujendi Tarsono alias Ayen. Malam itu, petugas menemukan kasur empuk, springbed di kamar Ayen. Dia seorang diri menempati selnya, padahal seharusnya dua orang.
    Dalam sidak tersebut, para wartawan mendapatkan izin untuk ikut meliput ke dalam lapas maupun rutan. Ketika memasuki depan blok, wartawan Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com melihat ada toko jajanan yang bertuliskan koperasi Tipikor. Toko tutup malam itu. Padahal, ada bacaan bertuliskan toko buka hingga pukul 22.00 WIB.
    Terdapat pula kipas angin berukuran besar terlihat bergantungan di bagian atas blok, tepat di atas pintu kamar tahanan. Pada bagian sudut, atau pojok blok ada televisi berukuran besar serta tempat duduk. Bahkan, petugas yang melakukan sidak menemukan beberapa penanak nasi elekronik.



    Mantan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap tampak berdiri saat sidak Lapas Tanjunggusta.
    Temukan Kasur
    Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menggelar inspeksi dan penggeledahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas-1 Tanjunggusta Medan, dan Rumah Tahanan Klas-1 Tanjunggusta Medan, Minggu (22/7) malam.
    Penggeledahan dimulai sekitar pukul 21.04 WIB, molor dari jadwal yang beredar di kalangan wartawan sekitar pukul 19.00 WIB. Inspeksi dipimpin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumut Priyadi. Staf Ahli Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Milton Hasibuan ikut dalam penggeledahan.
    Ketika menyaksikan Ayen memiliki springbed, Milton Hasibuan tampak kesal.
    "Kasur ini, Bapak dapatkan dari mana? Bapak pakai springbed ini, kami yang di-bully. Di mana-mana enggak pakai springbed."
    Ayen tampak menunduk. Ia mundur berdiri di bagian sudut mengarah ke kamar mandi. Setelah itu, Milton menyampaikan diberbagai Lapas tak ada yang gunakan kasur empuk. "Di Simalungun sana tidak ada pakai kasur. Mau apa enggak kamu tidak gunakan kasur itu? Kita tarik besok ini. Mau? Ya, enggak apa-apa kita tarik. Tak boleh ada ini," ujar Milton.
    Usai pemeriksaan di lantai satu, Tribun Medan/Tribun-Medan.com bersama beberapa petugas naik ke lantai dua.

    Seorang petugas sipir bermarga Purba terlihat berbincang-bincang akrab bersama terpidana kasus korupsi mantan Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain yang mendapat vonis 5 tahun 6 bulan, denda Rp 200 juta, subsider 3 bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 5,9 miliar atas kejahatan korupsi di Pemkab Batubara.
    Di Lapas yang sama, pemilik showroom mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen kasus suap berbarengan dengan Bupati OK Arya Zulkarnain, divonis 4 tahun penjara. Mereka menjalani vonis 26 April 2018.
    Tribun Medan/Tribun-Medan.com, berjalan ke arah bagian ke kamar lain, sehingga melihat perbedaan mencolok. Artinya, tidak semua tahanan tipikor tidur di kasur empuk springbed serta punya lemari gantung.
    Boleh Pakai Springbed
    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Sumut, Priyadi menyampaikan, standar Internasional diperbolehkan ada televisi besar di luar kamar. Apalagi, dalam sidak tidak ada televisi di dalam kamar, hanya terdapat di luar kamar.
    "Anda liat di blok lain? Ada pembanding di blok lain?" ujar kepada wartawan saat memberikan keterangan pers.
    "Sejumlah kamar, gunakan kasur springbed?" tanya Tribun Medan/Tribun-Medan.com. Priyadi balik mengajukan pertanyaan kepada Tribun Medan sebelum memberikan jawaban. Namun, pada intinya ia memperbolehkan adanya springbed.
    "Standar kasurnya itu segini (sembari memperlihatkan contoh ketebalan kasur melalui tangan) dan setiap narapidana wajib diberikan itu. Tetapi kita bisa memenuhi itu, silakan komplain ke negara. Saya bagian dari negara namun tidak bisa memenuhi itu," katanya.
    Priyadi menyebutkan, narapidana sekitar 3.200 orang sehingga tidak mungkin membelikan kasur untuk seluruh tahanan. Lebih lanjut, dia menjelaskan kapasitas Lapas Kelas-1 A berkisar 1.100 orang. Artinya berlebih 300 kali lipat.



    Kondisi salah satu kamar tahanan di Lapas Tanjunggusta, Medan, saat pemeriksaan mendadak, Minggu (22/7/2018) malam. (Tribun Medan/Risky Cahyadi)
    Petugas mengambil kipas angin kecil di blok pidana umum sedangkan kipas angin berukur besar ada di setiap kamar napi koruptor.

    "Sebenarnya di mana bisa ditoleransi atau tidak?" Ia memberikan penjelasan, kipas angin yang diambil di blok pidum merupakan kipas angin rusak.

    "Jadi sebenarnya begini. Kipas angin yang diambil itu barang rongsokan, standar minimal lapas, harusnya kamar satu orang. Kalau panas boleh ada kipas angin namun satu saja, cuma satu. Tadi Anda merasakan tidak sewaktu masuk? Merasakan tidak? Padahal tadi ruangan itu kalau malam dibuat shalat, seharusnya shalat ada di masjid. Inilah akibat dari over kapasitas yang kita punya," ujarnya.

    Kemudian, Priyadi memberikan penjelasan terkait lemari gantung putih yang menempel di kebanyakan kamar narapidana koruptor diperbolehkan untuk penyimpanan barang. Bahkan, standar kamar setiap orang harus punya tempat penyimpanan.
    40 Napi Biasa Berdesakan

    Suasana Blok Tipikor Lapas Klas IA Tanjunggusta tampak lebih tertata rapi dan bersih, dibandingkan dengan blok napi perkara pidana umum (pidum).
    Dari amatan Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com,  saat penggeledahan Minggu malam, cahaya lampu sudah terlihat terang begitu memasuki gerbang blok. Penerangan cahaya kamar serta lorong membuat suasana kamar yang diisi kebanyakan mantan pejabat dan pengusaha ini terlihat terang- benderang.

    Kamar di blok didesaian dua pintu dan dua ruangan. Ruang pertama terdapat tempat duduk yang dapat digunakan untuk berbaring, dan ruangan kedua digunakan sebagai tempat tidur atau meletakkan barang-barang tahanan.

    Kamar dapat dihuni dua warga binaan ini juga terdapat toilet di dalam kamar. Masing-masing penghuni memiliki kasur yang tebalnya sekitar lima sentimeter.
    Untuk peralatan elektronik, Rutan menyediakan televisi yang dipasang di lorong blok. Selain itu, blok yang berlantai dua terdapat beberapa kursi yang digunakan tahanan bersantai dan merokok.
    Kakanwil Kemenkumham Sumut Priyadi mengatakan, fasilitas televisi yang dipasang di lorong blok sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Televisi boleh dipasang di blok, bukan di kamar. Standar internasional boleh, sepanjang tidak di kamar dan itu hanya satu," kata Priyadi.
    Pemandangan berbeda tampak di blok yang dihuni para warga binaan pidum, yang kondisinya sangat berdesak-desakan. Satu sel tahanan diisi hingga 30-40 orang. Kebanyakan sel tahanan bahkan tidak memiliki kasur.



    Kondisi Lapas Tanjunggusta saat pemeriksaan mendadak, Minggu (22/7/2018) malam.
    Menurut Priyadi, seluruh warga binaan sebenarnya layak mendapat pelayanan yang sama dalam penjara, termasuk kasur untuk tidur. Namun, Kemenkumham tidak sanggup membeli kasur untuk setiap tahanan karena kekurangan biaya.

    "Standar kasurnya itu kurang lebih segini, ya (menunjukkan tiga ruas jari telunjuk)," ucapnya.
    Data penghuni 33 Lapas dan Rutan seluruh Sumut pada Agustus 2017 lalu, daya tampung narapidana dan warga binaan hanya 10.732 orang. Jumlah itu tak sebanding dengan jumlah yang ada saat ini, yakni  29.446 orang. Lapas Tanjunggusta sendiri tercatat dihuni sebanyak 3.211 warga binaan.  Jumlah itu tak sebanding dengan kapasitas normal yang hanya 1.200 orang.

    Hal tak jauh berbeda dialami Rutan Klas IA Tanjunggusta yang menampung narapidana sebanyak 3.459 orang. Daya tampung normal Rutan ini semestinya hanya 1.250 orang saja.

    Selanjutnya, Priyadi berujar sengaja mengundang wartawan meliput ke supaya masyarakat punya gambaran tentang kondisi Lapas dan Rutan Kelas-1 Medan. Dari hasil, penggeledahan ditemukan berbagai barang seperti handphone.
    "Dari Lapas Klas 1-Medan ada 13 unit sedangkan dari Rutan ada 18 unit. Sebagian nanti yang bisa saya ambil untuk disadap datanya. Pada saatnya akan diumumkan handphone isinya apa. Apalagi, kami sudah mempunyai alat untuk mendeteksi itu," katanya.

    Adapun barang lain yang ditemukan, ada uang berkisar Rp 37 juta di lapas dan Rp 6 jutaan dari rutan. Selanjutnya, ditemukan tempat penanak nasi, carger handphone, serta loudspeaker serta lampu disko.
    Apakah pejabat di Lapas akan mendapatkan sanksi ? Ia menyatakan pejabat tidak akan mendapatkan sanksi. Semua bekerja untuk memastikan langkah-langkah penertiban ke depannya. Karena itu, ia meminta dukungan supaya bisa bekerja lebih baik.

    "Bukan kepada pejabat, kita bekerja untuk memastikan sedang melakukan langkah-langkah penertiban. Saya meminta dukungan dari teman-teman semua, sudah tahu larangan tidak boleh ada handphone maka dilakukan pemeriksaan, dibuat berita acaranya. Ketika terbukti melanggar dijatuhkan hukuman disiplin, seperti pencabutan hak-hak tertentu. Supaya apa ? Supaya bisa bersama-sama untuk melakukan pembinaan," ujarnya.

    Sumber : http://medan.tribunnews.com

    Dapatkan Info BERITA GOOGLE Setiap Hari Dengan LIKE PAGE FACEBOOK BERITAGOOGLE



    BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Gosip Artis


    Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, Zodiak
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Ini MEDAN BUNG !!! Tanjung Gusta Punya Toko Jajanan Rating: 5 Reviewed By: BG
    Scroll to Top