• Latest News

    Jumat, 24 Agustus 2018

    Ini Pengusaha yang Tabrak Pemotor setelah Cekcok di Jalan, tapi Orangtua Korban Bikin Adem


    BeritaGoogle.com - erungkap sosok pengusaha ternama yang disangkakan sengaja menabrak Eko Prasetio (28), pengendara motor Honda Beat AD 5435 OH  di Jl KS Tubun, timur Mapolresta Solo, Rabu (22/8/2018) siang.

    Eko, warga Manahan, Banjarsari, Solo, meninggal di tempat setelah ditabrak IA (40), Iwan Adranacus (40), warga Jaten, Karanganyar yang mengemudikan mobil Mercedes-Benz AD 888 QQ.


    Polresta Solo merilis kasus dugaan pembunuhan (awalnya dikira kasus kecelakaan lalu lintas) di ruang Satreskrim Polresra Solo pada Kamis (23/8/2018) malam dan menghadirkan tersangka Iwan Adranacus.

    Tersangka mengenakan baju tahanan warna biru dengan tangan diborgol digiring di ruang Satreskrim.
    Iwan Adranacus adalah presiden direktur perusahaan cat ternama yang berkantor pusat di Karanganyar, Jawa Tengah. 
    Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, hadir memimpin jalannya rilis.

    Dikatakannya, kejadian yang ditangani Polresta Solo kali ini adalah perkara pembunuhan.

    "Awalnya korban dan tersangka terlibat cekcok di jalan, setelah itu dikejar korban sambil meminta diselesaikan di Polresta Solo," katanya.


    Penyebab cekcok adu mulut adalah diduga karena korban, yang notabene menantu Aiptu Sutardi, anggota Polresta Surakarta, menghalangi laju mobil tersangka.

    "Di situ korban ditabrak dari belakang oleh tersangka dengan mobil sehingga menyebabkan korban meninggal dunia di tempat," imbuhnya.

    Ribut menuturkan, tersangka melarikan diri namun kemudian ditangkap jajarannya tak jauh dari lokasi kejadian.

    Ditegaskannya, kasus sudah ditangani secara profesional, transparan, dan akuntabel.


    Yakni dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, subsider Pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman 15 tahun penjara.
    Selanjutnya, olah TKP akan dilakukan Jumat (24/8/2018) pagi dengan di-back up jajaran Polda Jateng dari Gakum Ditlantas, Ditintel, Ditpropam, dan lainnya.

    Pihaknya berpesan agar masyarakat mempercayakan proses hukum kepada Polresta Solo.

    Kemudian menegaskan agar tak ada politisasi dan kepentingan-kepentingan lainnya yang mengancam keamanan serta kenyamanan warga Solo.

    Ayah almarhum, Suharto masih terlihat saat hadir di ruang Satreskrim Polresta Solo, Kamis (23/8/2018) malam, meminta agar jangan ada pihak yang membesar-besarkan kasus kematian anaknya itu.

    "Mohon jangan dipolitisasi dan dibesar-besarkan kasus ini," ucapnya.
    Tak hanya itu, Suharto meyakini Polresta Solo dapat mengusut dengan tuntas kasus yang menewaskan staf administrasi RS Karima Utama itu.

    Maka, katanya, kasus penyelidikan dugaan pembunuhan yang menimpa Eko dipercayakan kepada kepolisian.

    Hanya saja, keterangan banyak saksi yang terlibat akan membantu proses penyelidikan perkara yang menghebohkan masyarakat Solo dan sekitarnya itu.

    Selain menambah saksi, Sutoyo melanjutkan, pihaknya masih menahan tersangka di Mapolresta Solo.

    Kemudian juga barang-barang bukti seperi mobil tersangka lalu motor, helm, sandal, dan telepon genggam korban.

    Tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, subsider Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

    Atas ancaman tersebut, IA dibayangi hukuman penjara selama 15 tahun.

    Sang ayah mertua, Aiptu Sutardi, sehari-hari bertugas di Mapolresta Solo sebagai anggota Seksi Pengawas di Bagian Sumda.

    Adapun korban tewas adalah Eko Prasetio (28), warga Jl Mliwis 3, Manahan, Banjarsari, Solo.
    Ditemui TribunSolo.com seusai pemakaman menantunya, Kamis (22/8/2018) siang, Sutardi mengaku sangat sedih kehilangan anak menantu.

    Ia meminta doa kepada seluruh keluarga, teman, dan lainnya agar Eko dimaafkan dan tenang di sisi Tuhan.

    "Intinya saya berterima kasih dengan semua teman yang telah membantu dan melayat," katanya.

    Sutardi menyatakan belum memikirkan soal langkah hukum yang akan ditempuhnya.

    "Mungkin merasa ya, karena masih bayi jadi belum tahu kalau ayahnya meninggal," ujarnya di rumah duka Jl Mliwis 3, Manahan, Banjarsari, Solo.

    "Tapi merengek menangis semalaman terus," kata dia.


    Dapatkan Info BERITA GOOGLE Setiap Hari Dengan LIKE PAGE FACEBOOK BERITAGOOGLE



    BeritaGoogle.com - Situs Berita Hari Ini Indonesia, Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, Kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Gosip Artis


    Bantuan Anda, Berita Heboh, Berita International, Berita Terkini, Berita Unik, Cerita Cinta, Cerita Lucu, Cerita Mengharukan, Entertainment, Film Cinta, Film Lucu, Film Mengharukan, Handphone, Kesehatan, Kuliner, Orang Hilang, Penipuan, Sejarah, Slider, Sports, Tionghoa, Video, ZodiakAgen CasinoDaftar Judi Slot OnlineLink SBOBET 2018 Situs DominoQQ Online
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Ini Pengusaha yang Tabrak Pemotor setelah Cekcok di Jalan, tapi Orangtua Korban Bikin Adem Rating: 5 Reviewed By: BG
    Scroll to Top